<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-856592841697079183</id><updated>2011-11-30T22:51:02.248+07:00</updated><title type='text'>Syahrudi Nge-Blog</title><subtitle type='html'>Orang-orang yang sukses selalu menghadapi masalah sebagai tantangan, orang-orang yang gagal menghadapi masalah sebagai beban</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://syahrudiforum.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/856592841697079183/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syahrudiforum.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Syahrudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11207986203888880827</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5rWovritelQ/TDCakmXgfAI/AAAAAAAAACo/z3-YOHt16sA/S220/gw.bmp'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>32</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-856592841697079183.post-8025604095143989807</id><published>2011-11-14T20:52:00.008+07:00</published><updated>2011-11-17T13:44:12.618+07:00</updated><title type='text'>Studi Kasus : Runtuhnya Nokia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-OKUxbjhVuhc/TsEevsFtizI/AAAAAAAAAGc/nuF2iWQjSC8/s1600/Logo-Nokia.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-OKUxbjhVuhc/TsEevsFtizI/AAAAAAAAAGc/nuF2iWQjSC8/s320/Logo-Nokia.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5674850810101336882" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Temaram senja tampak tengah bersemayam diatas kompleks kantor pusat Nokia di kota Helsinki, Finlandia. Butiran salju tipis berjatuhan, menghampiri setiap sudut bangunan. Udara terasa dingin membeku. Di salah satu ruangan, para petinggi Nokia tampak duduk berdiskusi dengan penuh kesenduan. Semilir angin yang dingin membuat suasana ruangan itu terasa kian muram.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Para petinggi itu layak gundah gulana. Hari-hari ini kita tengah menyaksikan drama robohnya kedigdayaan Nokia dalam panggung industri ponsel global. Di banyak negara, pangsa pasar Nokia jatuh bertumbangan. Dalam kategori smartphone – salah satu kategori terpenting – produk Nokia terpelanting, dihantam barisan produk kompetitor.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dan ini dia fakta yang terasa begitu pahit : dalam tiga tahun terakhir, harga saham Nokia anjlok hingga 80% (delapan puluh persen !!). Ini sama artinya dengan kehancuran. Para pelaku dan pengamat pasar terasa begitu galau dengan masa depan Nokia.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bagaimana mungkin Nokia yang dulu begitu jaya kini mendadak menjadi pecundang? Diskusikan studi kasus ini dengan kelompok Anda!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kirimkan hasil diskusi tersebut ke email syahrudi_83@yahoo.co.id, jawaban diskusi paling lambat saya terima hari Minggu, 20 November 2011.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/856592841697079183-8025604095143989807?l=syahrudiforum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syahrudiforum.blogspot.com/feeds/8025604095143989807/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://syahrudiforum.blogspot.com/2011/11/studi-kasus-runtuhnya-nokia.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/856592841697079183/posts/default/8025604095143989807'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/856592841697079183/posts/default/8025604095143989807'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syahrudiforum.blogspot.com/2011/11/studi-kasus-runtuhnya-nokia.html' title='Studi Kasus : Runtuhnya Nokia'/><author><name>Syahrudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11207986203888880827</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5rWovritelQ/TDCakmXgfAI/AAAAAAAAACo/z3-YOHt16sA/S220/gw.bmp'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-OKUxbjhVuhc/TsEevsFtizI/AAAAAAAAAGc/nuF2iWQjSC8/s72-c/Logo-Nokia.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-856592841697079183.post-2721181590893329802</id><published>2011-10-04T10:27:00.002+07:00</published><updated>2011-10-04T10:32:51.113+07:00</updated><title type='text'>Indonesia Will Be The Next Economic Superpower</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-DQVtF-1TGSU/Top-V-SheZI/AAAAAAAAAGE/MDGxCbVPGyo/s1600/republik_indonesia4.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 213px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-DQVtF-1TGSU/Top-V-SheZI/AAAAAAAAAGE/MDGxCbVPGyo/s320/republik_indonesia4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5659474797707491730" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini adalah sebuah tulisan yang sangat inspiratif dari Mas Yodhia ;&lt;br /&gt;Bunyi terompet kematian yang menandai robohnya ekonomi negara-negara Eropa sayup-sayup mulai terdengar. Perekonomian negara-negara utama seperti Perancis, Italia, Spanyol dan Yunani sedang dirawat di UGD. Sementara raksasa ekonomi lainnya, Amerika Serikat, telah lama termehek-mehek dalam kegelapan ekonomi yang tanpa ujung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara di belahan dunia lain, yang dipisahkan oleh samudera Atlantik dan Pasifik, muncul kekuatan ekonomi baru yang terus tumbuh. Belahan dunia lain itu bernama benua Asia. Inilah sebuah benua, dimana kegemilangan masa depan ekonomi dunia tengah diracik dan dibentangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan senyampang dengan itu, dengan gagah berani muncul barisan the Next Economic Superpowers : China, India, South Korea, dan tentu saja sebuah negeri indah yang bernama : Indonesia. &lt;br /&gt;Salah satu tanda kebesaran ekonomi sebuah bangsa, selalu dilihat dari size PDB-nya atau produk domestik bruto (atau GDP/Gross Domestic Product). Dalam bahasa kampung, PDB merupakan total output/produksi yang dihasilkan oleh sebuah negara : mulai dari produksi sepatu oleh pengrajin Cibaduyut hingga hasil minyak Pertamina; mulai dari produksi mie tek-tek di pinggir pasar Glodok hingga produksi kelapa sawit di perkebunan maha luas milik Astra Agro Lestari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendeknya, PDB ibarat volume produksi bagi para juragan pabrik. Makin besar, makin bagus. Dan negeri kita, karena jumlah penduduknya yang amat banyak serta area Nusantara yang maha luas (lebih panjang dibanding negara Amerika), termasuk negara dengan PDB yang relatif besar yakni : 6,000 trilyun rupiah (atau berada pada posisi 18 terbesar di dunia).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, angka PDB itu juga yang dijadikan dasar untuk mengukur pertumbuhan ekonomi. Jadi, kalau di koran-koran kita dengar ekonomi Indonesia akan tumbuh 6 %, maka patokannya adalah : angka PDB yang besarnya sudah Rp 6,000 trilyun akan tumbuh 6 % (atau tumbuh sebesar Rp 360 trilyun rupiah). Angka pertumbuhan 6 % tergolong bagus (Eropa dan Amerika hanya bisa tumbuh 1,5%; jadi kita bisa tumbuh 4 kali lipat dibanding mereka !!).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan basis angka PDB yang sudah cukup besar, dan didukung dengan angka pertumbuhan yang meyakinkan (yakni antara 6 – 7%), Indonesia PASTI akan menjadi raksasa ekonomi di masa depan (sayangnya, media massa kita jarang menampilkan hal ini. Justru media internasional yang berkali-kali membahas masa depan gemilang ekonomi Indonesia).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang mungkin juga layak dicatat adalah ini : jumlah size PDB yang 6000 triyun itu, mayoritasnya (sekitar 63%) di sumbang oleh konsumsi domestik. Atau oleh belanja konsumen domestik, atau ya oleh kita-kita ini : mulai dari membeli Blackberry Bold 9900 baru di pasar Roxi hingga ambil Vario gres di dealer motor; mulai dari jalan-jalan sambil makang siang di Mall hingga beli baju modis di Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsumen Indonesia memang amat powerful. Itulah kenapa seorang haji yang juga juragan sukses pernah bilang : cari uang di Indonesia itu amat gampang; uang ratusan milyar bercereran di jalan dan di pasar; kita tinggal mengambilnya semudah mengorek upil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksud sang juragan itu jelas : peluang bisnis dan prospek pasar di negeri ini sedemikian menggiurkan, dan inilah kesempatan emas bagi siapa saja untuk menjalankan bisnis (kalau ndak percaya tanya Toyota dan Nestle kenapa mereka mau bikin pabrik baru di Cikarang, masing-masing senilai 2 trilyun). So, just build your own busines, and do it NOW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Elemen lain yang juga akan membuat Indonesia menjadi superpower ekonomi adalah ini : bonus demografi. Ini istilah yang lazim digunakan untuk menyebut sebuah negara yang punya komposisi penduduk yang produktif. Indonesia termasuk disitu : dari 235 juta penduduk kita, mayoritas berada pada usia produktif (atau antara 17 sd 50 tahun). Dan ini akan memberi efek dahsyat bagi kemajuan ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara-negara maju, termasuk Jepang, sebaliknya. Mayoritas penduduk mereka berada pada usia lanjut (dan tidak produktif). Sebutannya : negara yang menua, atau an aging nation. Dan ini malapetaka buat ekonomi bangsa. Jepang dan negera maju lainnya, pelan-pelan bisa hancur, sejalan dengan penduduknya yang jompo semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah beberapa catatan yang layak diperhatikan, kala kita punya impian untuk menjadikan Sang Bumi Nusantara menjadi the Next Economic Superpower.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negeri ini pernah mengalami kejayaan yang amat impresif, ketika dipimpin oleh seorang perdana menteri bernama Gajah Mada. Kedahsyatan negeri Majapahit yang dipahat 900 tahun silam itu insya Allah akan terulang kembali.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/856592841697079183-2721181590893329802?l=syahrudiforum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syahrudiforum.blogspot.com/feeds/2721181590893329802/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://syahrudiforum.blogspot.com/2011/10/indonesia-will-be-next-economic.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/856592841697079183/posts/default/2721181590893329802'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/856592841697079183/posts/default/2721181590893329802'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syahrudiforum.blogspot.com/2011/10/indonesia-will-be-next-economic.html' title='Indonesia Will Be The Next Economic Superpower'/><author><name>Syahrudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11207986203888880827</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5rWovritelQ/TDCakmXgfAI/AAAAAAAAACo/z3-YOHt16sA/S220/gw.bmp'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-DQVtF-1TGSU/Top-V-SheZI/AAAAAAAAAGE/MDGxCbVPGyo/s72-c/republik_indonesia4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-856592841697079183.post-8278535337427365718</id><published>2011-08-29T10:11:00.002+07:00</published><updated>2011-08-29T10:22:04.364+07:00</updated><title type='text'>Perang Inovasi di Era Globalisasi</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-yqoFiDyONHo/TlsFi925OvI/AAAAAAAAAF8/YnOcHxxIoqI/s1600/gedung-re.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 282px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-yqoFiDyONHo/TlsFi925OvI/AAAAAAAAAF8/YnOcHxxIoqI/s320/gedung-re.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5646112656117545714" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hidup barangkali kini terasa makin nyaman, dan untuk itu kita layak memberikan kecupan hangat pada para inovator yang telah mempersembahkan aneka produk inovatif dihadapan kita.&lt;br /&gt;Dulu kita mungkin tak pernah membayangkan betapa kita bisa melayangkan sederet kalimat romantis pada kekasih kita melalui medium SMS. Atau, juga melakukan chatting dengan kawan diseberang samudera melalui fasilitas internet. Karena itu, siapa tahu dua puluh lima tahun lagi kita bisa menikmati mobil terbang, melayang diatas jalanan kota Jakarta sambil menikmati pendaran emas menara Monas?&lt;br /&gt;Ya kini tiap hari rasanya kita senantiasa disuguhi aneka produk yang menawarkan sejumput inovasi demi sebuah kenikmatan hidup. Mulai dari produk kamera digital, mobile banking, media televisi diatas screen telpon genggam, hingga produk celana-dalam-sekali-pakai-kemudian-dibuang. &lt;br /&gt;Kisah inovasi yang ditorehkan dengan tinta emas mungkin akan dinikmati oleh mereka yang memang senantiasa dapat meracik beragam produk baru yang inovatif. Namun bagi sebagian yang lain, perang inovasi ibarat padang kurusetra : tempat dimana mereka terpanah penuh luka, dan akhirnya gugur di medan laga.&lt;br /&gt;Dunia tak kekurangan dengan korban-korban yang terpelanting dalam laga inovasi yang brutal itu. Kita disini mau mencatat tiga contoh diantaranya.&lt;br /&gt;Yang pertama misalnya adalah dalam arena kamera digital. Dulu sebelum kamera digital menjadi sesuatu yang lumrah, kita mengenal produk bernama Kodak sebagai sang dewa. Setiap kali Anda pergi liburan bersama teman atau kerabat, pasti kotak film bermerk Kodak itu nyangkut di tas Anda.&lt;br /&gt;Namun perkembangan teknologi kamera digital telah menghempaskan mereka dalam puing sejarah yang usang. Kodak tidak cepat merespon perubahan yang mematikan ini, dan kini mereka tinggal menunggu peti mati untuk beranjak tidur selamanya.&lt;br /&gt;Contoh kedua adalah telpon rumah. Dulu bisnis ini menjadi sumber mesin uang bagi Telkom, sang penguasanya. Namun kini ketika handphone telah ada dimana-mana, frekuensi penggunaan telpon menurun drastis (di rumah pun banyak orang yang kini lebih memilih memakai handphone daripada telpon rumah yang jadul itu).&lt;br /&gt;Dan itulah yang terjadi : penurunan pendapatan Telkom dari bisnis telpon rumah lebih cepat daripada yang mereka prediksi. Bisnis telpon rumah kemudian menjelma menjadi bisnis yang stagnan, dan bagian dari sejarah masa silam.&lt;br /&gt;Contoh yang lainnya adalah perang inovasi di bisnis sepeda motor. Dulu, produsen motor Suzuki selalu menempel ketat sang penguasa pasar, Honda, bersama rival terdekatnya yakni Yamaha. Namun ketika Yamaha menggebrak dengan produk inovatif bernama skutik Mio, sponsor Valentino Rossi ini terbang melesat bersama Honda – yang terus terengah-engah menahan nafas agar tak tersalip.&lt;br /&gt;Yang kemudian tertinggal dalam sembilu kepedihan adalah Suzuki. Gebrakan inovasi Yamaha, yang segera kemudian disusul oleh Honda, telah membuat Suzuki terpelanting dan terkaing-kaing. Kita sekarang menyaksikan banyak dealer motor Suzuki yang tutup, dan pangsa pasar mereka terus menurun. Kita tidak tahu sampai kapan Suzuki akan terus mengalami penderitaan yang menyakitkan ini.&lt;br /&gt;Tiga kasus diatas telah menyodorkan eksemplar yang begitu jelas : tanpa spirit inovasi, sebuah produsen bisa tergolek kehilangan raga. Proses ini mungkin menjadi kian dramatis dalam bisnis yang melibatkan teknologi yang bergerak dengan cepat (seperti tiga kasus diatas).&lt;br /&gt;Ketajaman mengendus tren pasar, tim pengembangan produk (product development) yang unggul serta budaya inovasi yang mengakar, adalah sejumlah elemen dasar yang perlu dibentangkan jika sebuah organisasi ingin terus bisa bertahan dalam laga inovasi yang terus berjalan tanpa henti.&lt;br /&gt;Tanpa bekal itu semua, sebuah organisasi bisa terjebak dan sekarat. Bagi mereka, perang inovasi bisa menjelma menjadi drama yang menyakitkan, dan membuat mereka terkubur lenyap dalam kesunyian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/856592841697079183-8278535337427365718?l=syahrudiforum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syahrudiforum.blogspot.com/feeds/8278535337427365718/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://syahrudiforum.blogspot.com/2011/08/perang-inovasi-di-era-globalisasi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/856592841697079183/posts/default/8278535337427365718'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/856592841697079183/posts/default/8278535337427365718'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syahrudiforum.blogspot.com/2011/08/perang-inovasi-di-era-globalisasi.html' title='Perang Inovasi di Era Globalisasi'/><author><name>Syahrudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11207986203888880827</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5rWovritelQ/TDCakmXgfAI/AAAAAAAAACo/z3-YOHt16sA/S220/gw.bmp'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-yqoFiDyONHo/TlsFi925OvI/AAAAAAAAAF8/YnOcHxxIoqI/s72-c/gedung-re.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-856592841697079183.post-6686963652708832833</id><published>2011-07-19T12:12:00.004+07:00</published><updated>2011-07-19T12:37:24.564+07:00</updated><title type='text'>10 Perusahaan Terbesar di Indonesia</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-ed5xb6LsFrA/TiUYC9mL6BI/AAAAAAAAAF0/EmKahmo34mQ/s1600/thumb-Company04.jpg"&gt;&lt;img style="MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 288px; FLOAT: left; HEIGHT: 300px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5630933348270204946" border="0" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/-ed5xb6LsFrA/TiUYC9mL6BI/AAAAAAAAAF0/EmKahmo34mQ/s320/thumb-Company04.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Dunia usaha atau bisnis selalu merupakan elemen penting dalam menghela pedati kesejahteraan sebuah negeri. Sebab dari dunia bisnis-lah, bentangan investasi ekonomi dijelujurkan, roda perdagangan dilicinkan, dan kemudian, jutaan lapangan kerja diracik dan diwujudkan. Dan dari situlah, tembang kemakmuran mungkin bisa pelan-pelan di-dendangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah kenapa, sungguh penting berupaya agar barisan perusahaan di tanah air terus bergerak maju, dan makin membesar. Lalu : perusahaan apa saja yang kira-kira bisa terus tumbuh dan bergerak to the next level? Daftar perusahaan mana yang layak dikukuhkan sebagai yang terbesar di tanah air?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut adalah daftar ranking 10 perusahaan TERBESAR di tanah air. Kriteria terbesar merujuk pada jumlah penjualan total pertahun (data berdasar annual sales revenue pada tahun 2010).&lt;br /&gt;1. Astra International - total sales revenue = Rp 130 trilyun&lt;br /&gt;2. Telkom = Rp 68 trilyun&lt;br /&gt;3. Bank Rakyat Indonesia = Rp 50 trilyun&lt;br /&gt;4. HM Sampoerna = Rp 43,5 trilyun&lt;br /&gt;5. Bank Mandiri = Rp 43 trilyun&lt;br /&gt;6. Bumi Resources = Rp 39 trilyun&lt;br /&gt;7. Indofood Sukses Makmur = Rp 38 trilyun&lt;br /&gt;8. Gudang Garam = Rp 37,5 trilyun&lt;br /&gt;9. United Tractors = Rp 37 trilyun&lt;br /&gt;10. Bank Central Asia = Rp 28 trilyun&lt;br /&gt;Ada empat catatan ringkas yang mau di-dedahkan berkaitan dengan peringkat diatas. Yang pertama, Astra International untuk kesekian kalinya menjadi perusahaan yang terbesar di tanah air, nyaris dua kali lipat dibanding Telkom (urutan kedua).&lt;br /&gt;Dominasi Astra dalam industri otomotif dan sepeda motor (melalui beragam merk seperti Toyota, Daihatsu, dan Honda) membuat mereka terus bergerak maju sejalan dengan laju penjualan mobil plus sepeda motor yang kian meningkat.&lt;br /&gt;Catatan kedua : daftar 10 perusahaan diatas cukup mewakili industri yang beragam, mulai dari sektor perbankan (Mandiri, BRI dan BCA), sektor pertambangan (Bumi Resources dan United Tractors) dan sektor consumer goods (Indofood, Sampoerna dan Gudang Garam) plus sektor telco (Telkom). Industri perbankan dan pertambangan memang selama 5 tahun terakhir terus menjadi primadona dalam lansekap ekonomi tanah air.&lt;br /&gt;Catatan yang ketiga, agak memilukan juga ternyata dua raksasa rokok ada dalam peringkat top ten diatas, yakni Sampoerna dengan penjualan 43,5 trilyun dan Gudang Garam = 37,5 trilyun. Ini artinya uang sebesar 81 trilyun tiap tahun dibakar habis dalam hembusan asap yang mematikan.&lt;br /&gt;Bayangkan. Uang 81 trilyun lenyap dibakar sia-sia setiap tahun !! Berapa juta anak miskin yang bisa sekolah dengan uang sebesar itu?&lt;br /&gt;Catatan keempat : daftar diatas hanya mencakup perusahaan yang sudah go public. Ini artinya ada sejumlah BUMN besar yang belum go public yang tidak masuk daftar diatas. Ada dua BUMN besar yakni Pertamina dan PLN yang akan berada pada urutan 1 dan 2 jika disertakan. Penjualan total Pertamina dalam setahun sekitar Rp 420 trilyun, sementara PLN mendapatkan omzet penjualan sekitar Rp 162 trilyun.&lt;br /&gt;Demikianlah daftar peringkat perusahaan terbesar di Indonesia. Kita berharap semua perusahaan diatas (kecuali perusahaan milik tauke rokok) terus bisa tumbuh dan berkembang, sejalan dengan laju kemakmuran bangsa. BRI punya cita-cita menembus pendapatan hingga 100 trilyun dan menjadi salah satu top bank di kawasan Asia. Mudah-mudahan bisa tercapai. Demikian juga dengan Bank Mandiri.&lt;br /&gt;Kalau saja makin banyak perusahaan Indonesia yang bisa menembus omzet penjualan diatas 100 trilyun (seperti Astra), maka tentu ini akan membawa kabar baik bagi dunia bisnis di tanah air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Berbagai Sumber&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/856592841697079183-6686963652708832833?l=syahrudiforum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syahrudiforum.blogspot.com/feeds/6686963652708832833/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://syahrudiforum.blogspot.com/2011/07/10-perusahaan-terbesar-di-indonesia.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/856592841697079183/posts/default/6686963652708832833'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/856592841697079183/posts/default/6686963652708832833'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syahrudiforum.blogspot.com/2011/07/10-perusahaan-terbesar-di-indonesia.html' title='10 Perusahaan Terbesar di Indonesia'/><author><name>Syahrudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11207986203888880827</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5rWovritelQ/TDCakmXgfAI/AAAAAAAAACo/z3-YOHt16sA/S220/gw.bmp'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-ed5xb6LsFrA/TiUYC9mL6BI/AAAAAAAAAF0/EmKahmo34mQ/s72-c/thumb-Company04.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-856592841697079183.post-6055509132507066028</id><published>2011-01-19T05:52:00.001+07:00</published><updated>2011-01-19T05:54:18.459+07:00</updated><title type='text'>Transformasi Telkom Menuju Single Provider</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_5rWovritelQ/TTYaAvLbYZI/AAAAAAAAAFk/_xrmE6IYq4Y/s1600/telkom.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5563662989629546898" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 189px; CURSOR: hand; HEIGHT: 267px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_5rWovritelQ/TTYaAvLbYZI/AAAAAAAAAFk/_xrmE6IYq4Y/s320/telkom.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Setelah 153 tahun beroperasi, Telkom melakukan transformasi terbesar dalam sejarah dengan mengubah bisnisnya. Inilah proses perubahannya dari separate providers menuju single provider.&lt;br /&gt;Perayaan ulang tahun PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (Telkom) ke-153 sangat istimewa. Bertempat di Djakarta Theatre, tepat pada hari jadinya, 23 Oktober lalu, diluncurkan â€œNew Telkomâ€. Peluncuran itu untuk mengukuhkan transformasi bisnis BUMN ini dari semula infokom menjadi telecommunication info media &amp;amp; edutainment (TIME). Saat itu juga diumumkan logo dan identitas korporat baru yang menelan dana Rp 3,2 miliar.&lt;br /&gt;Perubahan logo lama menjadi baru bersifat total, mulai dari warna, huruf hingga lambang. Tampilannya lebih modern: berlatar belakang warna putih, lingkaran biru dan telapak tangan dengan lima jari berwarna oranye menyatu. Jargon anyar yang diusung adalah â€œThe World in Your Handâ€. Bandingkan dengan logo lama yang bergambar gradasi lingkaran warna biru dengan slogan citra â€œCommited to Youâ€.&lt;br /&gt;“Hadirnya portofolio bisnis baru ini sejalan dengan positioning baru Telkom, yakni Life Confident dengan tagline ‘The World in Your Hand’. Telkom beralih dari separate providers menuju single provider,” ungkap Rinaldi Firmansyah, Direktur Utama Telkom.&lt;br /&gt;Rinaldi menjelaskan, transformasi kali ini adalah yang terbesar dalam sejarah Telkom, karena bersifat fundamental, menyeluruh dan terintegrasi yang menyentuh empat aspek dasar perusahaan. Yaitu, transformasi bisnis, infrastruktur, sistem dan model operasi, serta transformasi sumber daya manusia (SDM).&lt;br /&gt;Guna mendukung transformasi total, Telkom menetapkan 10 Strategic Initiative yang mengacu pada strategi defense the legacy and grow the new wave serta strategic objectives. Meskipun begitu, yang jelas, peta bisnis Telkom kini secara garis besar dibedakan menjadi dua: legacy dan new wave melalui TIME.&lt;br /&gt;Untuk strategi defense the legacy, Telkom tetap mempertahankan bisnis tradisional. Caranya, mengoptimalkan jaringan saluran tetap kabel (fixed wireline), melakukan penyelarasan terhadap layanan seluler dan fixed wireless access (FWA), memisahkan FWA sebagai unit bisnis tersendiri, serta merampingkan portofolio anak usaha (streamline subsidiary portfolio).&lt;br /&gt;Sementara itu, untuk grow the new wave dan strategic objectives, “Kami harap dengan fokus berbasis TIME, Telkom akan menguasai 60% pendapatan dari industri new wave pada 2014,” ujar Rinaldi tandas. New wave adalah bisnis baru di industri teknologi komunikasi informasi yang tidak hanya mengandalkan sektor telekomunikasi, tetapi beralih ke konten, portal, media dan solusi teknologi informasi. Infrastruktur telekomunikasi hanya dijadikan sebagai tulang punggung. Saat ini, bisnis new wave berkontribusi sekitar 10% bagi total pendapatan Telkom. Sumber kontribusinya berasal dari anak usaha seperti Sigma Cipta Caraka dan Indonusa. Adapun sumbangan revenue terbesar dari sektor telekomunikasi, yaitu 90%.&lt;br /&gt;Transformasi yang dilakukan Telkom tidak stagnan di satu periode. Eddy Kurnia, VP Komunikasi Publik dan Pemasaran Telkom, menjelaskan transformasi ini merupakan proses yang berkelanjutan, karena perusahaan terus berubah.&lt;br /&gt;Fase pertama transformasi Telkom dilakukan saat dipimpin Cacuk Sudarjanto (1988-92) dan Setyanto P. Santosa (1992-97). Di bawah komando Cacuk (almarhum), Telkom menjalankan fundamental change: Basic Culture Transformation. Adapun waktu dipimpin Setyanto, Telkom go public dan sahamnya terdaftar di beberapa bursa (Bursa Efek Jakarta, Bursa Efek Surabaya, New York Stock Exchange dan London Stock Exchange), merestrukturisasi 12 wilayah telekomunikasi (witel) menjadi 7 divisi regional (Divre), serta menyelesaikan kerja sama operasi (KSO) di 5 divre.&lt;br /&gt;Transformasi fase ke-2 dilakukan kala Kristiono (2002-05) dan Rinaldi Firmansyah (2005-sekarang) menjadi nakhoda. Tahun 2002, Telkom memasuki lingkungan bisnis baru yang kompetitif. Akibatnya, transformasi pada masa itu diarahkan dari asset-based company menjadi customer-centric company dan bertransformasi dari perusahaan telekomunikasi menjadi perusahaan infokom.&lt;br /&gt;Di bawah kepemimpinan Rinaldi, Telkom memasuki era baru, berubah dari perusahaan infokom menjadi TIME. Sebuah era di mana Telkom memasuki dan menumbuhkan bisnis new wave, sambil tetap mengoptimalkan bisnis tradisional berbasis legacy yang masih menguntungkan.&lt;br /&gt;Selanjutnya, langkah apa saja yang ditempuh Telkom untuk melakukan transformasi fundamental dan menyeluruh?&lt;br /&gt;Transformasi bisnis Telkom merupakan sesuatu yang tak dapat dihindari. Beberapa hal menjadi pemicunya. Simak saja, saat ini tengah terjadi berbagai perubahan mendasar, mulai dari lingkungan bisnis (kompetisi dan regulasi), teknologi hingga gaya hidup. Jadi, perubahan bersifat mutlak guna menjawab tantangan lingkungan bisnis yang baru. â€œPerubahan fundamental ini tak terelakkan mengingat layanan wireline yang berbasis PSTN (public switch telephone network) sedang menghadapi fase menurun, seiring berubahnya gaya hidup masyarakat, karenanya perlu direvitalisasi. Perubahan ini untuk menjaga pertumbuhan kompetitif Telkom secara bersinambung,â€ ujar Rinaldi menguraikan.&lt;br /&gt;Transformasi infrastruktur dilakukan sesuai dengan kebutuhan bisnis Telkom dengan parameter efisiensi dari infrastuktur yang digunakan. Efisiensi pada infrastuktur berpatokan pada jenis broadband technology.&lt;br /&gt;Lalu, transformasi sistem dan bisnis model bertujuan meluaskan jangkauan pasar Telkom. Itu menyangkut sistem prosedural dan sistem produksi yang dikembangkannya.&lt;br /&gt;Transformasi SDM basisnya pengembangan kompetensi, yang dilakukan melalui berbagai pelatihan demi mendukung perubahan teknologi dan bisnis. Melalui pusat pelatihan di Gegerkalong, Bandung, plus beberapa kampus di 7 kota besar Indonesia, sampai kini 9.000 orang sudah dilatih untuk bisa mengembangkan bisnis TIME.&lt;br /&gt;Untuk perampingan SDM, Telkom menawarkan program pensiun dini tiap tahun sampai jumlahnya ideal, 16-17 ribu orang. Hingga sekarang jumlah karyawan tetap Telkom 23 ribu orang dan bila dijumlah dengan anak usaha, total sekitar 31 ribu pegawai.&lt;br /&gt;Walaupun begitu, Telkom masih melakukan rekrutmen. Grup ini terbuka untuk memperkaya SDM-nya dalam jumlah tertentu demi pengembangan TIME dan bisnis anorganik lewat akuisisi perusahaan-perusahaan yang sehat dan sejalan dengan portofolio bisnisnya. â€œKami bukan sekadar akuisisi perusahaan, tapi juga termasuk orang-orangnya,â€ Eddy menuturkan.&lt;br /&gt;Dengan tranformasi total, Telkom optimistis bakal menjadi satu-satunya pelaku bisnis TIME terbesar dan terdepan di Indonesia. Rinaldi mengatakan, untuk penjabaran bisnis TIME, Telkom akan menciptakan bisnis telekomunikasi yang lebih atraktif. Contohnya, bisnis telepon kabel dipersiapkan sekaligus menjadi vehicle untuk broadband access Speedy. â€œKalau pelanggan berlangganan Speedy, harus kami ketahui juga telepon rumahnya untuk menjadi saluran layanan tersebut,â€ ujarnya. Untuk akses data dan komunikasi, Telkom mempunyai TelkomselFlash dan Flexinet untuk produk CDMA-nya.&lt;br /&gt;Sementara bisnis informasi akan digarap Telkom lewat IT Services Business melalui anak usaha: Metra dan Finnet. Keduanya untuk melayani financial network bagi pelanggan korporat. Guna mendukung portofolio bisnis ini, akhir 2008 Telkom mengakuisisi PT Sigma Cipta Caraka dengan kepemilikan saham 80%. Pertengahan tahun ini, melalui Metra, Telkom mengakuisisi PT Infomedia Nusantara dari Elnusa, sehingga saat ini saham yang dimiliki 100%. Tujuan pengambilalihan ini adalah untuk melengkapi layanan komunikasi bidang contact center dan call center.&lt;br /&gt;Perubahan dalam perkembangan bisnis media pun ditanggapi sigap oleh Telkom. Salah satunya dengan pembenahan bisnis e-commerce. Ini ditandai dengan diluncurkan versi terbaru Plasa.com dengan nama Mojopia. Mojopia merupakan perusahaan yang berfokus pada penyediaan portal e-commerce dan agregasi konten yang layanan dasarnya meliputi e-commerce, konten dan komunikasi.&lt;br /&gt;â€œBiaya investasi untuk merevitalisasi bisnis media US$ 2 juta,â€ ujar Rinaldi sambil menyebutkan, perubahan Plasa.com menjadi Mojopia disiapkan sejak 1,5 tahun lalu. Biaya yang sangat besar tentu bukan asal keluar uang saja. Namun, Telkom yakin bahwa di sinilah bisnis new wave dimulai. Dia menargetkan 1 juta barang dan 1.000 merchant bisa dikelola pada 2010. â€œJangan bicara balik modal dulu, karena target Mojopia bisa berhasil seperti Amazon.com. Setidaknya tiga tahun setelah peluncuran ini, Mojopia akan membesar,â€ imbuhnya saat ditanya kapan investasinya balik modal.&lt;br /&gt;Agar target bisnis media tercapai, bukan hanya bisnis Telkom yang direvitalisasi, tetapi juga orang-orang di dalamnya. Tidak bisa dimungkiri, Mojopia bisa makin besar dengan dukungan SDM yang andal, hasil sinergi dari orang Telkom, Telkomsel dan bahkan orang di luar grup ini. Sebut saja, Shinta W. Dhanuwardoyo, yang kini menjabat CEO Mojopia (pendiri dan mantan CEO Bubu.com) dan Andi S. Boediman, Chief Innovation Officer Mojopia (pendiri Digital Studio). Bagi Andi, bergabungnya dia dengan Telkom lantaran ini kesempatan baru. â€œMelalui Mojopia,â€ katanya, â€œkami membangun platform bagi entrepreneur.â€&lt;br /&gt;Telkom juga membangun bisnis edutainment. Kendaraan bisnis tersebut adalah televisi berbayar yang produknya dikenal dengan Telkom Vision. Pada saatnya kelak, bisnis ini menjadi konten agregator untuk IP TV. â€œRencananya IP TV akan diluncurkan pada triwulan I/2010,â€ ucap Eddy. IP TV adalah TV interaktif, seperti adanya video on demand, yang semuanya dikendalikan pelanggan. Rencananya juga bakal dilengkapi dengan view TV melalui broadband Speedy.&lt;br /&gt;Betul, kini kontribusi bisnis new wave (TIME) masih kecil dibandingkan legacy. Akan tetapi, potensi pasarnya masih besar lantaran pertumbuhannya saja mencapai 51%. Telkom melihat new wave merupakan bisnis masa depan. Diharapkan pada 3-4 tahun ke depan, kontribusi bisnis new wave berangsur-angsur akan meningkat menjadi 25%-30%. Dan pada 2014 kontribusinya ditargetkan 60%, sehingga menjadi tulang punggung baru bagi Telkom. Nah, guna membangun bisnis new wave, perlu infrastrukstur yang mumpuni sebagai penopang. Itulah sebabnya, Telkom tiap tahun menggelontorkan belanja modal rata-rata Rp 21 triliun. Anggaran 2010 kurang-lebih Rp 20 triliun. Keseriusan itu dibuktikan dengan sejumlah proyek pendukung. Misalnya, membangun backbone plus optik yang terintegrasi di kawasan Indonesia Timur dan infrastruktur berbasis Internet Protocol yang terangkai mulai dari Nusa Tenggara (Mataram-Kupang), Sumatera, Jawa, sebagian Kalimantan, sampai Sulawesi sehingga menunjang infrastruktur Next Generation Network.&lt;br /&gt;Telkom juga menerapkan budaya kerja baru. Ini terkait dengan indentitas korporat dan positioning baru: Life Confident. Ada lima budaya atau nilai-nilai anyar yang kini diinternalisasi Telkom kepada seluruh pegawai, yaitu Expertise (keahlian), dengan simbol lingkaran menunjukkan kelengkapan produk dan layanan dalam portofolio bisnis baru Telkom; Empowering (pemberdayaan), disimbolkan dengan tangan yang meraih keluar, mencerminkan pertumbuhan dan ekspansi keluar; Assured (jaminan), dilambangkan dengan jemari tangan, merefleksikan kecermatan, perhatian, serta kepercayaan dan hubungan yang erat; Progressive (kemajuan), digambarkan dengan kombinasi tangan dan lingkaran seperti matahari terbit yang bermakna perubahan dan awal yang baru; dan Heart (hati kehidupan), diwujudkan dengan gambar telapak tangan yang mencerminkan kehidupan untuk menggapai masa depan.&lt;br /&gt;Dari serangkaian langkah transformasi yang dijalankan Telkom, tampak bahwa BUMN ini sudah siap lepas landas menjadi pemain terdepan bisnis TIME di Tanah Air. Pakar branding Daniel Surya menilai, â€Di satu sisi Telkom sadar akan perubahan besar. Di sisi lain, publik khawatir Telkom tidak akan bisa menghadapi tantangan tersebut. Tapi, Telkom justru cepat menjawabnya dengan perubahan total ini. Tidak menutup kemungkinan kelak Telkom akan menjadi pemain global yang besar.â€&lt;br /&gt;Country Managing Director The Brand Union wilayah Indonesia dan Brunei Darussalam yang juga konsultan perubahan logo Telkom itu mengakui bahwa proses branding Telkom yang digarapnya paling ideal. Bukan dari segi biayanya, melainkan prosesnya: perubahan ini dilakukan sejak kepemimpinan Cacuk. Proses perubahan logo ini memerlukan waktu 8-9 bulan. Dan proses itu belum selesai, sebab The Brand Union juga membantu internal brand engagement, untuk menerjemahkan brand value yang baru kepada karyawan. Ini dilakukan bertahap mulai dari level atas hingga bawah yang memakan waktu 6 bulan.&lt;br /&gt;Namun, bagi Steve Sudjatmiko, ada beberapa hal yang harus diperhatikan Telkom dalam perubahan ini. â€œMeski sudah mengeluarkan investasi besar, transformasi Telkom bukan berarti tanpa risiko. Apakah Telkom bisa meyakinkan bahwa pasar yang dituju akan segera menjual?â€ kata pendiri dan konsultan manajemen Red Pyramid itu. Dengan kata lain, ketika Telkom sudah mulai berinvestasi kapabilitas ke arah baru, tetapi ternyata pasar yang mereka harapkan tidak segera terjadi, maka kapabilitas itu akan kedaluwarsa. â€œSaya khawatir, Telkom ‘pindahnya’ terlalu pagi, sehingga investasi kapabilitas yang sudah mereka lakukan jadi sia-sia,â€ ujar Steve. Sebaliknya, bila arah Telkom benar, menurut dia, Telkom akan melangkah lebih cepat dengan kapabilitas yang telah mereka bangun sejak sekarang. Telkom juga memiliki kekuatan untuk merekrut orang-orang terbaik di Indonesia, bahkan dunia, untuk membangun bisnis baru ini.&lt;br /&gt;Yang pasti, menurut Steve, kekuatan dalam proses perubahan adalah visinya. Jadi, jika visi salah, arah perubahan pun bakal melenceng. Dan dia memandang, Telkom sudah bagus visinya karena menjadi pemain nomor satu bisnis telekomunikasi, tetapi ingin terus berubah, keluar dari comfort zone. Pada situasi ini, perubahan yang dituntut bukanlah perubahan yang biasa, melainkan yang luar biasa.&lt;br /&gt;Orang Inggris bilang, “If you don’t know where you’re going, then for sure you won’t get there.” Telkom sudah mematok ke mana ia akan bergerak. Sekarang eksekusi yang cermat menjadi kunci suksesnya. ***&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/856592841697079183-6055509132507066028?l=syahrudiforum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syahrudiforum.blogspot.com/feeds/6055509132507066028/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://syahrudiforum.blogspot.com/2011/01/transformasi-telkom-menuju-single.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/856592841697079183/posts/default/6055509132507066028'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/856592841697079183/posts/default/6055509132507066028'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syahrudiforum.blogspot.com/2011/01/transformasi-telkom-menuju-single.html' title='Transformasi Telkom Menuju Single Provider'/><author><name>Syahrudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11207986203888880827</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5rWovritelQ/TDCakmXgfAI/AAAAAAAAACo/z3-YOHt16sA/S220/gw.bmp'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_5rWovritelQ/TTYaAvLbYZI/AAAAAAAAAFk/_xrmE6IYq4Y/s72-c/telkom.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-856592841697079183.post-6404492758699331816</id><published>2011-01-15T14:06:00.001+07:00</published><updated>2011-01-15T14:08:40.247+07:00</updated><title type='text'>Utang Negara Kita RP. 1.807,5 Triliun</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_5rWovritelQ/TTFH6-dY0MI/AAAAAAAAAFU/VHRoxE_ARSk/s1600/hutang.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5562306093303517378" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 261px; CURSOR: hand; HEIGHT: 193px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_5rWovritelQ/TTFH6-dY0MI/AAAAAAAAAFU/VHRoxE_ARSk/s320/hutang.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Jumlah utang pemerintah tahun 2011 diproyeksi sekitar Rp 1.807,5 triliun atau naik sebesar Rp 119,2 triliun dibanding posisi 2010 senilai Rp 1.688,3 triliun. Jumlah utang ini terdiri atas penerbitan surat berharga negara (SBN) sebesar Rp 1.197,09 triliun dan pinjaman luar negeri (PLN) Rp 610,38 triliun. Demikian headline news salah satu berita di bataviase.co.id, Jakarta, 20 Agustus 2010.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Dengan utang sebanyak itu, rakyat indonesia yang berjumlah hampir 238 juta jiwa pada sensus tahun 2010 masing-masing menanggung Rp. 7,6 juta. Seandainya jika rakyat Indonesia patungan untuk membayar utang itu, maka diperlukan sekitar 7 bulan bagi tiap orang untuk dipotong seluruh pendapatannya. (Asumsi pendapatan rata-rata penduduk Indonesia sekitar Rp. 1, 17 juta : www.christianpost.co.id).&lt;br /&gt;Dari angka diatas kita ketahui bahwa utang negara ini bertambah. Saya menyatakan secara eksplisit bahwa sebenarnya kesejahteraan yang kita peroleh sekarang (seandainya ada kesejahteraan sebenarnya) adalah utang. Hanya kesejahteraan semu yang bukan milik kita.&lt;br /&gt;Jika saya umpamakan Negara kita ini adalah pedagang, sepertinya selama 65 tahun lebih negara kita tidak pernah untung. Defisit terus sehingga harus mengutang ke pedagang lain. Kapan Indonesia pernah lepas dari utang? Berarti kita adalah pedagang yang merugi sepanjang tahun.&lt;br /&gt;saya tidak dapat membayangkan berapa banyaknya uang Rp 1.807,5 triliun pecahan 100 ribu seandainya diletakkan di kamar saya. Tentu saja akan penuh oleh uang. Apakah pemangku kebijakan di negara ini tidak pernah berpikir untuk melepaskan negara dari utang? Orang bijak bilang, bahwa utang dapat menggadai masa depan. Barangkali inilah contohnya. Apa jadinya masa depan negara yang penuh utang? Tentu saja harus menuruti si pemberi utang.&lt;br /&gt;Tapi rakyat sepertinya santai saja menanggapi angka sangat besar itu. Dianggapnya kesejahteraan yang ada sekarang tidak akan diambil oleh orang lain. Padahal kita semua tahu sendiri bahwa utang harus dikembalikan kepada pemberi utang. Uang yang mereka berikan itu kelak akan diambil kembali, dan saat itulah kesejahteraan yang kita rasakan mulai menghilang.&lt;br /&gt;Mari jangan tidur terus dininabobokan oleh uang dari utang ini. Saat uang itu habis, dan negara harus mengembalikannya lagi kepada pemberi utang, Apakah kita sudah punya persiapan? Ataukah kita akan utang lagi dengan menggadaikan harga diri kita sebagai bangsa? Di cap sebagai Negara Tukang Utang.&lt;br /&gt;Tentu saja utang tidak masalah bagi para ahli ekonomi yang berotak pedagang. Utang adalah solusi untuk menambah modal dan mengembangkan usaha, begitulah kata sebagian pedagang. Tetapi alangkah lebih baik jika kita sejahtera atas usaha tanpa utang?&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/856592841697079183-6404492758699331816?l=syahrudiforum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syahrudiforum.blogspot.com/feeds/6404492758699331816/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://syahrudiforum.blogspot.com/2011/01/utang-negara-kita-rp-18075-triliun.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/856592841697079183/posts/default/6404492758699331816'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/856592841697079183/posts/default/6404492758699331816'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syahrudiforum.blogspot.com/2011/01/utang-negara-kita-rp-18075-triliun.html' title='Utang Negara Kita RP. 1.807,5 Triliun'/><author><name>Syahrudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11207986203888880827</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5rWovritelQ/TDCakmXgfAI/AAAAAAAAACo/z3-YOHt16sA/S220/gw.bmp'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_5rWovritelQ/TTFH6-dY0MI/AAAAAAAAAFU/VHRoxE_ARSk/s72-c/hutang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-856592841697079183.post-4440430702738648529</id><published>2011-01-15T12:35:00.000+07:00</published><updated>2011-01-15T13:42:40.111+07:00</updated><title type='text'>Social Entrepreneur</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;SAYA beruntung sekali pekan lalu bisa berkenalan dengan seorang perempuan hebat. Dia sudah berusia 43 tahun. Jauh-jauh dari Jogjakarta datang ke Jember, Jatim, perempuan yang tengah mengandung janin empat bulan itu ingin bertemu dengan saya dan seorang sahabat baiknya yang tinggal di Lumajang.&lt;br /&gt;Saya mengenalnya lewat facebook, setelah seorang sahabat saya banyak membicarakan Mbak Candra, sapaan akrab perempuan itu. Mbak Candra adalah perempuan multi tasking. Dia dikenal sebagai pengusaha batik, pengusaha bebek yang membina peternak di lebih dari 50 desa di Jogjakarta dan beberapa kabupaten di Jateng. Selain itu, dia anggota Ikatan Wanita Pengusaha (Iwapi) Jogjakarta.&lt;br /&gt;Dia juga seorang dosen pengampu mata kuliah marketing dan manajemen strategic di sebuah perguruan tinggi di Jogja. Saat ini sedang menempuh program S3 di Unair. Dan mungkin masih banyak sederet aktivitas yang belum saya ketahui. Maklum, saya baru bertatap muka dengannya kurang dari 48 jam.&lt;br /&gt;Saya tak ingin mengulas profilnya lebih jauh. Sebab, Mbak Candra tidak suka diekspos. Saya ingin menghormati privasinya. Namun, saya tidak mungkin dicegah untuk menulis gagasannya tentang pemberdayaan masyarakat pinggiran.&lt;br /&gt;Berbekal jaringannya di kalangan pengusaha, dia bisa menghimpun modal untuk mendanai gagasannya memberdayaan petani-petani miskin untuk beternak bebek. Dalam tempo dua tahun, dia sudah membina ratusan peternak di seluruh kabupaten di Jogjakarta, Boyolali, Solo, Karanganyar, Magelang, dan Magetan. Dalam sebulan, dia bisa menyuplai pasar hingga 70 ribu ekor bebek!&lt;br /&gt;Modal awalnya hanya Rp 10 juta. Duit itu berasal dari koceknya pribadi. Lalu, beranak pinak hingga miliaran rupiah. Tentu, dia membangun proyek pemberdayaan itu tidak sendirian, melainkan bersama teman-temannya sesama pengusaha yang peduli pada pengentasan kemiskinan.&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;Mari kita ikuti sepenggal cerita pendek kegiatan filantropi triliuner dunia. Kita ambil contoh Bill Gates, Warren Buffet, dan Michael Bloomberg. Ketiganya adalah orang-orang tajir kelas dunia. Hartanya triliunan rupiah. Dan yang pasti, bukan pengusaha muslim!&lt;br /&gt;Bagaimana Bloomberg bicara soal filantropi? ‘’Saya orang yang sangat percaya bahwa memberi dan selalu memberi adalah rencana keuangan terbaik.’’ Dan Bloomberg tidak omong kosong.&lt;br /&gt;Bloomberg menyumbang 254 juta dolar Amerika atau setara Rp 2,3 triliun kepada 1.400 lembaga nirlaba di dunia setiap tahun. Kabarnya, itu senilai 60 persen dari seluruh hartanya. Langkah ini juga diikuti para triluner dunia lainnya. Bloomberg dan 40 triliuner Amerika berkomitmen menyerahkan separo (50 persen, bukan cuma 2,5 persen) hartanya untuk amal. Aksi amal kaum jetzet itu dipimpin Bill Gates, pendiri Microsoft dan Warren Buffet, seorang investor dan CEO Barkshire Hathaway.&lt;br /&gt;Majalah Forbes memperkirakan, dana yang terkumpul mencapai lebih dari 150 miliar dolar Amerika atau setara Rp 1.380 triliun. Ini hanya amal 40 orang tajir Amerika yang nilainya setara dengan APBN Indonesia setahun.&lt;br /&gt;Bill Gates sempat gelisah dengan penghasilannya yang Rp 5 miliar per minggu. Lalu, dia memerintahkan notaris untuk menyerahkan seluruh penghasilannya untuk badan amal. Gates hanya minta sisa sedikit untuk mentraktir keluarganya setiap Sabtu – Minggu.&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;Meski sedikit berbeda, kisah Mbak Candra dengan para triluner dunia itu ada benang merah yang sama. Yakni, mereka membangun bisnis bersama orang-orang lemah.&lt;br /&gt;Saya hanya berpikir, Bloomberg, Gates, dan Buffet bukanlah orang muslim. Tapi, rasanya mereka lebih dermawan dari orang muslim sendiri. Bayangkan, sumbangan sosial mereka (saya tidak mungkin menyebutnya sebagai sedekah) mirip dengan kisah-kisah para sahabat Rasulullah Muhammad SAW.&lt;br /&gt;Kita tentu ingat bagaimana saat ada seruan jihad, Abu Bakar memberikan seluruh hartanya di jalan Allah. Ternyata, pengikut jejak Abu Bakar malah Gates. Lalu, Umar bin Khattab menyedekahkan separo hartanya. Dan yang mengikuti jejak Umar adalah Bloomberg.&lt;br /&gt;Lantas, kita orang Islam, pengusaha muslim, mau ikut yang mana?&lt;br /&gt;Karena itu, saya sangat salut dengan konsep pemberdayaan yang digagas Mbak Candra. Atas inisiatifnya sendiri, dia berjuang untuk mengangkat derajat kaum miskin papa. Dengan memberdayakan kaum lemah, peternakan bebeknya makin menggurita, menembus batas desa, kabupaten, bahkan provinsi. Mengajak orang lain dalam bisnisnya tidak membuat entitas bisnisnya susut, justru kian berkembang dan beranak pinak. Mungkin inilah yang disebut dengan keberkahan.&lt;br /&gt;Benarlah janji Allah yang akan mengganti setiap sedekah yang kita keluarkan dengan balasan yang lebih banyak dan lebih baik. Allah akan melipatgandakan setiap sedekah kita minimal 10 kali lipat, yang dari 10 kali lipat itu bisa berkembang menjadi 700 kali lipat. Matematika Allah ini jelas tidak bisa dicerna rasio. Tapi, semua sangat mungkin di sisi Allah.&lt;br /&gt;Terlepas apa pun motif para taipan dunia itu menyumbangkan hartanya dengan begitu rupa, sepertinya Gates, Bloomberg, dan Buffet, sudah ‘’mengamalkan’’ ajaran Islam tentang sedekah dan kesalihan sosial dengan konsisten. Dengan menyumbangkan seluruh hartanya atau separo hartanya, ternyata Gates, Bloomberg, dan Buffet tidak jatuh miskin.&lt;br /&gt;Jika semua pengusaha dan entrepreneur Indonesia memiliki kedermawanan yang tak terhingga, rasanya tidak ada lagi orang miskin di negeri ini. Tak ada lagi cerita orang miskin bunuh diri karena terbelit utang, pelajar bunuh diri karena tak bisa sekolah, dan sebagainya.&lt;br /&gt;Saya ingin menutup catatan pendek ini dengan sebuah hadits. Dari Imam Ahmad, Abu Daud, At Tirmidzi, An-Nasa’i, Ibnu Hibban, dan Al Hakim meriwayatkan dari Abu Darda’ bahwa dia berkata, aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘’Carilah (keridhaan)-Ku melalui orang-orang lemah di antara kalian. Karena sesungguhnya kalian diberi rizki dan ditolong dengan sebab orang-orang lemah di antara kalian.’’ (*)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/856592841697079183-4440430702738648529?l=syahrudiforum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syahrudiforum.blogspot.com/feeds/4440430702738648529/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://syahrudiforum.blogspot.com/2011/01/social-entrepreneur.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/856592841697079183/posts/default/4440430702738648529'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/856592841697079183/posts/default/4440430702738648529'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syahrudiforum.blogspot.com/2011/01/social-entrepreneur.html' title='Social Entrepreneur'/><author><name>Syahrudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11207986203888880827</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5rWovritelQ/TDCakmXgfAI/AAAAAAAAACo/z3-YOHt16sA/S220/gw.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-856592841697079183.post-5802876276985655477</id><published>2011-01-08T10:06:00.002+07:00</published><updated>2011-01-08T10:20:52.406+07:00</updated><title type='text'>Soal Studi Kasus Manajemen SDM</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Bacalah contoh studi kasus Manajemen SDM ini secara seksama,  lalu cobalah Saudara analisa kasus tersebut dan jika Anda adalah sebagai John maka apa yang seharusnya Anda lakukan ! &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;John bekerja di sebuah perusahaan swasta yang bergerak di bidang Tour and Travel. Perusahaan tersebut mempekerjakan 60 (enam puluh) karyawan yang terbagi dalam 5 (lima) divisi. Dia sudah bekerja di perusahaan tersebut selama 6 (enam) bulan. Sebelumnya, dia bekerja di sebuah perusahaan penerbangan International yang sangat terkenal dengan jabatan sebagai "Reservation &amp;amp; Ticketing Supervisor". Tergiur oleh gaji yang tinggi, John tanpa pikir panjang langsung menerima tawaran untuk bekerja di perusahaan tersebut dengan jabatan sebagai "Sales Supervisor". Apa yang dialaminya kemudian membuat dia berada dalam kegundahan yang mendalam karena merasa pekerjaan yang dijalaninya tidak sesuai nama jabatan dan apa yang dibicarakan pada waktu wawancara kerja. Selain itu ia merasa tidak menemukan kecocokan antara pekerjaan dengan kepribadiannya. Sampai sekarang dia tidak mengetahui secara pasti apa ruang lingkup pekerjaan yang harus dilaksanakannya, sehingga evaluasi kinerjanya menunjukkan hasil yang tidak menggembirakan. Setiap kali ia mempertanyakan uraian jabatan kepada atasannya, maka jawaban yang diterima adalah perusahaan tidak merasa perlu untuk membuat uraian jabatan dan spesifikasi jabatan karena mengganggap bahwa semua karyawan pasti tahu apa yang harus dikerjakan. Kondisi ini terasa sangat kontras dengan apa yang pernah dijalani oleh John di perusahaan sebelumnya, dimana segala sesuatu sudah dijabarkan secara tertulis dan sangat jelas ruang lingkup pekerjaannya. Karena merasa sangat sulit untuk menyesuaikan diri dengan kondisi tersebut maka John dengan berat hati akhirnya mengundurkan diri dari perusahaan setelah bekerja selama 7 (tujuh) bulan.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jawaban dikirim via email ke &lt;a href="mailto:lapak83@yahoo.co.id"&gt;lapak83@yahoo.co.id&lt;/a&gt;, jawaban dikirim paling lambat Rabu, 12 Januari 2011, setelah mengirimkan jawaban via email harap konfirmasi by sms ke 0818-07215571 (nama dan NPM)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/856592841697079183-5802876276985655477?l=syahrudiforum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syahrudiforum.blogspot.com/feeds/5802876276985655477/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://syahrudiforum.blogspot.com/2011/01/soal-studi-kasus-manajemen-sdm.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/856592841697079183/posts/default/5802876276985655477'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/856592841697079183/posts/default/5802876276985655477'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syahrudiforum.blogspot.com/2011/01/soal-studi-kasus-manajemen-sdm.html' title='Soal Studi Kasus Manajemen SDM'/><author><name>Syahrudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11207986203888880827</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5rWovritelQ/TDCakmXgfAI/AAAAAAAAACo/z3-YOHt16sA/S220/gw.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-856592841697079183.post-514204077646154647</id><published>2010-11-18T11:12:00.004+07:00</published><updated>2010-11-18T12:20:35.016+07:00</updated><title type='text'>Benarkah Indonesia Dulunya Merupakan Wilayah Kerajaan Atlantis?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_5rWovritelQ/TOSuW84HmII/AAAAAAAAAFI/u8zwZzOcty4/s1600/atlantis.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5540745150894413954" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 130px; CURSOR: hand; HEIGHT: 83px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_5rWovritelQ/TOSuW84HmII/AAAAAAAAAFI/u8zwZzOcty4/s320/atlantis.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sulit dipercaya, sebuah mitos tentang Peradaban Atlantis seperti yang dicetuskan pertama kali oleh Plato (27 – 347 SM) dalam buku Critias dan Timaeus ternyata sekarang merupakan wilayah indonesia.Dalam buku Timaeus Plato menceritakan bahwa dihadapan selat Mainstay Haigelisi, ada sebuah pulau yang sangat besar, dari sana kalian dapat pergi ke pulau lainnya,&lt;br /&gt;di depan pulau-pulau itu adalah seluruhnya daratan yang dikelilingi laut samudera, itu adalah kerajaan Atlantis. Ketika itu Atlantis baru akan melancarkan perang besar dengan Athena, namun di luar dugaan Atlantis tiba-tiba mengalami gempa bumi dan banjir, tidak sampai sehari semalam, tenggelam sama sekali di dasar laut, negara besar yang melampaui peradaban tinggi, lenyap dalam semalam.&lt;br /&gt;Dibagian lain pada buku Critias adalah adik sepupu dari Critias mengisahkan tentang Atlantis. Critias adalah murid dari ahli filsafat Socrates, tiga kali ia menekankan keberadaan Atlantis dalam dialog. Kisahnya berasal dari cerita lisan Joepe yaitu moyang lelaki Critias, sedangkan Joepe juga mendengarnya dari seorang penyair Yunani bernama Solon (639-559 SM).Solon adalah yang paling bijaksana di antara 7 mahabijak Yunani kuno, suatu kali ketika Solon berkeliling Mesir, dari tempat pemujaan makam leluhur mengetahui legenda Atlantis.&lt;br /&gt;Garis besar kisah pada buku tersebut Ada sebuah daratan raksasa di atas Samudera Atlantik arah barat Laut Tengah yang sangat jauh, yang bangga dengan peradabannya yang menakjubkan. Ia menghasilkan emas dan perak yang tak terhitung banyaknya. Istana dikelilingi oleh tembok emas dan dipagari oleh dinding perak. Dinding tembok dalam istana bertahtakan emas, cemerlang dan megah. Di sana, tingkat perkembangan peradabannya memukau orang. Memiliki pelabuhan dan kapal dengan perlengkapan yang sempurna, juga ada benda yang bisa membawa orang terbang. Kekuasaannya tidak hanya terbatas di Eropa, bahkan jauh sampai daratan Afrika. Setelah dilanda gempa dahsyat, tenggelamlah ia ke dasar laut beserta peradabannya, juga hilang dalam ingatan orang-orang.&lt;br /&gt;Jika dibaca dari sepenggal kisah diatas maka kita akan berpikiran bahwa Atlantis merupakan sebuah peradaban yang sangat memukau. Dengan teknologi dan ilmu pengetahuan pada waktu itu sudah menjadikannya sebuah bangsa yang besar dan mempunyai kehidupan yang makmur.&lt;br /&gt;Tapi kemudian saya mempunyai pertanyaan, apakah itu hanya sebuah cerita untuk pengantar tidur pada jamannya Plato atau memang Plato mempunyai bukti-bukti kuat dan otentik bahwa atlantis itu benar-benar pernah ada dalam kehidupan di bumi ini?&lt;br /&gt;Terdapat beberapa catatan tentang usaha para ilmuwan dan orang-orang dalam pencarian untuk membuktikan bahwa Atlantis itu benar-benar pernah ada.&lt;br /&gt;Menurut perhitungan versi Plato waktu tenggelamnya kerajaan Atlantis, kurang lebih 11.150 tahun yang silam. Plato pernah beberapa kali mengatakan, keadaan kerajaan Atlantis diceritakan turun-temurun. Sama sekali bukan rekaannya sendiri. Plato bahkan pergi ke Mesir minta petunjuk biksu dan rahib terkenal setempat waktu itu. Guru Plato yaitu Socrates ketika membicarakan tentang kerajaan Atlantis juga menekankan, karena hal itu adalah nyata, nilainya jauh lebih kuat dibanding kisah yang direkayasa.&lt;br /&gt;Jika semua yang diutarakan Plato memang benar-benar nyata, maka sejak 12.000 tahun silam, manusia sudah menciptakan peradaban. Namun di manakah kerajaan Atlantis itu? Sejak ribuan tahun silam orang-orang menaruh minat yang sangat besar terhadap hal ini. Hingga abad ke-20 sejak tahun 1960-an, laut Bermuda yang terletak di bagian barat Samudera Atlantik, di kepulauan Bahama, dan laut di sekitar kepulauan Florida pernah berturut-turut diketemukan keajaiban yang menggemparkan dunia.&lt;br /&gt;Suatu hari di tahun 1968, kepulauan Bimini di sekitar Samudera Atlantik di gugusan Pulau Bahama, laut tenang dan bening bagaikan kaca yang terang, tembus pandang hingga ke dasar laut. Beberapa penyelam dalam perjalanan kembali ke kepulauan Bimini, tiba-tiba ada yang menjerit kaget. Di dasar laut ada sebuah jalan besar! Beberapa penyelam secara bersamaan terjun ke bawah, ternyata memang ada sebuah jalan besar membentang tersusun dari batu raksasa. Itu adalah sebuah jalan besar yang dibangun dengan menggunakan batu persegi panjang dan poligon, besar kecilnya batudan ketebalan tidak sama, namun penyusunannya sangat rapi, konturnya cemerlang. Apakah ini merupakan jalan posnya kerajaan Atlantis?&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Awal tahun ‘70-an disekitar kepulauan Yasuel Samudera Atlantik, sekelompok peneliti telah mengambil inti karang dengan mengebor pada kedalaman 800 meter di dasar laut, atas ungkapan ilmiah, tempat itu memang benar-benar sebuah daratan pada 12.000 tahun silam. Kesimpulan yang ditarik atas dasar teknologi ilmu pengetahuan, begitu mirip seperti yang dilukiskan Plato! Namun, apakah di sini tempat tenggelamnya kerajaan Atlantis?&lt;br /&gt;Tahun 1974, sebuah kapal peninjau laut Uni Soviet telah membuat 8 lembar foto yang jika disarikan membentuk sebuah bangunan kuno mahakarya manusia. Apakah ini dibangun oleh orang Atlantis?&lt;br /&gt;Tahun 1979, ilmuwan Amerika dan Perancis dengan peranti instrumen yang sangat canggih menemukan piramida di dasar laut “segitiga maut” laut Bermuda.Panjang piramida kurang lebih 300 meter, tinggi kurang lebih 200 meter, puncak piramida dengan permukaan samudera hanya berjarak 100 meter, lebih besar dibanding piramida Mesir. Bagian bawah piramida terdapat dua lubang raksasa, air laut dengan kecepatan yang menakjubkan mengalir di dasar lubang.Piramida besar ini, apakah dibangun oleh orang-orang Atlantis? Pasukan kerajaan Atlan pernah menaklukkan Mesir, apakah orang Atlantis membawa peradaban piramida ke Mesir? Benua Amerika juga terdapat piramida, apakah berasal dari Mesir atau berasal dari kerajaan Atlantis?&lt;br /&gt;Tahun 1985, dua kelasi Norwegia menemukan sebuah kota kuno di bawah areal laut “segitiga maut”. Pada foto yang dibuat oleh mereka berdua, ada dataran, jalan besar vertikal dan horizontal serta lorong, rumah beratap kubah, gelanggang aduan (binatang), kuil, bantaran sungai dll. Mereka berdua mengatakan mutlak percaya terhadap apa yang mereka temukan itu adalah Benua Atlantis seperti yang dilukiskan oleh Plato. Benarkah itu?&lt;br /&gt;Santos menetapkan bahwa pada masa lalu Atlantis itu merupakan benua yang membentang dari bagian selatan India, Sri Lanka, Sumatra, Jawa, Kalimantan, terus ke arah timur dengan Indonesia (yang sekarang) sebagai pusatnya. Di wilayah itu terdapat puluhan gunung berapi yang aktif dan dikelilingi oleh samudera yang menyatu bernama Orientale, terdiri dari Samudera Hindia dan Samudera Pasifik&lt;br /&gt;Sedangkan menurut Plato Atlantis merupakan benua yang hilang akibat letusan gunung berapi yang secara bersamaan meletus. Pada masa itu sebagian besar bagian dunia masih diliput oleh lapisan-lapisan es (era Pleistocene). Dengan meletusnya berpuluh-puluh gunung berapi secara bersamaan yang sebagian besar terletak di wilayah Indonesia (dulu) itu, maka tenggelamlah sebagian benua dan diliput oleh air asal dari es yang mencair. Di antaranya letusan gunung Meru di India Selatan dan gunung Semeru/Sumeru/Mahameru di Jawa Timur. Lalu letusan gunung berapi di Sumatera yang membentuk Danau Toba dengan pulau Samosir, yang merupakan puncak gunung yang meletus pada saat itu. Letusan yang paling dahsyat di kemudian hari adalah gunung Krakatau (Krakatoa) yang memecah bagian Sumatera dan Jawa dan lain-lainnya serta membentuk selat dataran Sunda.&lt;br /&gt;Santos berbeda dengan Plato mengenai lokasi Atlantis. Ilmuwan Brazil itu berargumentasi, bahwa pada saat terjadinya letusan berbagai gunung berapi itu, menyebabkan lapisan es mencair dan mengalir ke samudera sehingga luasnya bertambah. Air dan lumpur berasal dari abu gunung berapi tersebut membebani samudera dan dasarnya, mengakibatkan tekanan luar biasa kepada kulit bumi di dasar samudera, terutama pada pantai benua. Tekanan ini mengakibatkan gempa. Gempa ini diperkuat lagi oleh gunung-gunung yang meletus kemudian secara beruntun dan menimbulkan gelombang tsunami yang dahsyat. Santos menamakannya Heinrich Events.&lt;br /&gt;Dalam usaha mengemukakan pendapat mendasarkan kepada sejarah dunia, tampak Plato telah melakukan dua kekhilafan, pertama mengenai bentuk/posisi bumi yang katanya datar. Kedua, mengenai letak benua Atlantis yang katanya berada di Samudera Atlantik yang ditentang oleh Santos. Penelitian militer Amerika Serikat di wilayah Atlantik terbukti tidak berhasil menemukan bekas-bekas benua yang hilang itu. Oleh karena itu tidaklah semena-mena ada peribahasa yang berkata, “Amicus Plato, sed magis amica veritas.” Artinya,”Saya senang kepada Plato tetapi saya lebih senang kepada kebenaran.”Namun, ada beberapa keadaan masa kini yang antara Plato dan Santos sependapat. Yakni pertama, bahwa lokasi benua yang tenggelam itu adalah Atlantis dan oleh Santos dipastikan sebagai wilayah Republik Indonesia. Kedua, jumlah atau panjangnya mata rantai gunung berapi di Indonesia. Di antaranya ialah Kerinci, Talang, Krakatoa, Malabar, Galunggung, Pangrango, Merapi, Merbabu, Semeru, Bromo, Agung, Rinjani. Sebagian dari gunung itu telah atau sedang aktif kembali.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/856592841697079183-514204077646154647?l=syahrudiforum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syahrudiforum.blogspot.com/feeds/514204077646154647/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://syahrudiforum.blogspot.com/2010/11/benarkah-indonesia-dulunya-merupakan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/856592841697079183/posts/default/514204077646154647'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/856592841697079183/posts/default/514204077646154647'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syahrudiforum.blogspot.com/2010/11/benarkah-indonesia-dulunya-merupakan.html' title='Benarkah Indonesia Dulunya Merupakan Wilayah Kerajaan Atlantis?'/><author><name>Syahrudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11207986203888880827</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5rWovritelQ/TDCakmXgfAI/AAAAAAAAACo/z3-YOHt16sA/S220/gw.bmp'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_5rWovritelQ/TOSuW84HmII/AAAAAAAAAFI/u8zwZzOcty4/s72-c/atlantis.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-856592841697079183.post-5232543172127911583</id><published>2010-09-25T11:00:00.003+07:00</published><updated>2010-09-25T11:14:24.903+07:00</updated><title type='text'>The First Indonesia-Made Attack Jet?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5520699494078042114" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 214px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_5rWovritelQ/TJ128KAzUAI/AAAAAAAAAE8/OgBcaPVW1ck/s320/jet+2.jpg" border="0" /&gt;In terms of mastering aviation technology, Indonesia has long been known as the only country in Southeast Asia to produce and develop its own aircrafts. However, in terms of marketing its home-made aircraft, we have to admit that we are lagging behind Brazil, who develops EMBRAER and markets it worldwide.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;These recent years, however, some countries had turned their head to Indonesia’s aircraft products, namely Malaysia, Pakistan, UAE, Philippines, and South Korea, and some other. CN-235 is likely to hit broader market in years to come as now more people become aware of its reliability. Malaysia will add another four in addition to its existing CN-235 in its airforce fleet (source).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia-made CN-235 You must be wondering, with all this capacity and technology, why hasn’t Indonesia developed a jet fighter?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well, according to one reliable source, Indonesia will soon develop its own jet fighter with South Korea. Here’s the points :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Initial cost will be $8 billion, and is likely to be funded jointly by both countries&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. It is A T-50 Golden Eagle jet fighter, and according to Indonesia’s Aircraft Industri (PT DI), Indonesia has all capacity to do the development as well as production. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;3. T-50 Golden Eagle 3. The production is likely to be started this year, or next year at latest. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bravo Indonesia....!!!!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/856592841697079183-5232543172127911583?l=syahrudiforum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syahrudiforum.blogspot.com/feeds/5232543172127911583/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://syahrudiforum.blogspot.com/2010/09/first-indonesia-made-attack-jet.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/856592841697079183/posts/default/5232543172127911583'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/856592841697079183/posts/default/5232543172127911583'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syahrudiforum.blogspot.com/2010/09/first-indonesia-made-attack-jet.html' title='The First Indonesia-Made Attack Jet?'/><author><name>Syahrudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11207986203888880827</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5rWovritelQ/TDCakmXgfAI/AAAAAAAAACo/z3-YOHt16sA/S220/gw.bmp'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_5rWovritelQ/TJ128KAzUAI/AAAAAAAAAE8/OgBcaPVW1ck/s72-c/jet+2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-856592841697079183.post-1122857319943080837</id><published>2010-09-23T07:12:00.001+07:00</published><updated>2010-09-23T07:15:38.104+07:00</updated><title type='text'>10 Trilyuner Termuda 2010</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_5rWovritelQ/TJqcFebb6EI/AAAAAAAAAEs/i27OqW3XWGU/s1600/mark-zukerberg-yoshizuka-tanaka1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5519895911177381954" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 300px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_5rWovritelQ/TJqcFebb6EI/AAAAAAAAAEs/i27OqW3XWGU/s320/mark-zukerberg-yoshizuka-tanaka1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jika Amerika punya Mark Zuckerberg Trilyuner muda pendiri Facebook, Jepang juga punya Trilyuner muda yang sukses berkat membuat situs jaringan sosial. Pemuda itu bernama Yoshikazu Tanaka dia adalah pendiri situs jejaring sosial &lt;a href="http://gree.jp/?action=login" target="_blank"&gt;Gree&lt;/a&gt; Tanaka memulai membuat situs Gree tahun 2004. Gree adalah situs jejaring sosial kedua terpopuler di Jepang. Hingga tahun ini diklaim Gree telah berhasil menjaring delapan juta pengguna. pria yang baru saja berusia 32 tahun ini merupakan orang termuda yang masuk dalam jajaran 40 orang terkaya di Jepang menempati posisi ke-24 dan masuk dalam peringkat ke 7 dalam daftar 10 Trilyuner termuda versi majalah Forbes dengan kekayaan sebesar USD 1,4 Trilyun. Selain Tanaka, yang menarik perhatian dalam daftar 10 Trilyuner termuda adalah gadis cantik dari Cina bernama Yang Huiyan berhasil masuk dalam daftar ini dan dia satu-satunya wanita yang berada dalam daftar tersebut. Dibawah ini daftar lengkap 10 Trilyuner Termuda Sedunia tahun 2010 ▼&lt;br /&gt;&lt;a href="http://stat.kompasiana.com/files/2010/09/mark-zuckerberg2.jpg" sizset="13" sizcache="10"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mark Zuckerberg Foto www.google.com&lt;br /&gt;1. Mark Zuckerberg, 26 TahunKaya raya di usia muda karena berhasil membuat dan mengembangkan situs jaringan sosial di saat masih kuliah di Harvard tahun 2004. Kesibukannya membuat facebook bersama teman-temannya mengakibatkan kuliahnya terbengkalai dan terpaksa harus drop out dari Harvard. Tapi keputusannya untuk DO itu terbayar dengan sukses fenomenal Facebook. Majalah Forbes mencatatnya sebagai Trilyuner termuda (atas usaha sendiri dan bukan karena warisan), yang pernah tercatat dalam sejarah. Kekayaannya ditaksir sebesar USD 4 Trilyun. &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Mark_Zuckerberg" target="_blank"&gt;Mark Zuckerberg&lt;/a&gt; ada di posisi ke 1 dalam dafatr Trilyuner termuda dan posisi ke 212 dalam daftar 1000 Orang terkaya di dunia.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://stat.kompasiana.com/files/2010/09/albert-von-thurn-undd-taxis1.jpg" sizset="14" sizcache="10"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Albert von Thurn und Taxis&lt;br /&gt;2. Albert von Thurn und Taxis, 27 TahunAdalah Pangeran dan sosialita yang kaya raya karena warisan orang tuanya yang masih berdarah biru (&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Johannes,_11th_Prince_of_Thurn_and_Taxis" target="_blank"&gt;Pangeran Johannes dan Putri Gloria&lt;/a&gt;) di Regensburg, Jerman. Sejak Ayahnya meninggal tahun 1990, Albert mewarisi kekayaannya dan dia selalu masuk daftar trilyuner termuda versi majalah Forbes sejak dia berusia 8 tahun. Namun Ibunya Putri Gloria menjaga warisannya sampai dia berumur 18 tahun. Sebelum Mark Zuckerberg muncul, &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Albert,_12th_Prince_of_Thurn_and_Taxis" target="_blank"&gt;Albert Von Thurn and Taxis&lt;/a&gt; selalu berada diposisi ke 1 trilyuner termuda di dunia tapi kini dia harus menyerahkan tahta nomer satu pada Juragan Facebook dan ada di posisi kedua dengan jumlah kekayaan sebesar USD 2,2 Trilyun. Albert menempati ranking ke 437 dalam daftar 1000 orang terkaya di dunia tahun 2010.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://stat.kompasiana.com/files/2010/09/yang-huiyan-11.jpg" sizset="15" sizcache="10"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Yang Huiyan Foto www.google.com&lt;br /&gt;3. Yang Huiyan, 28 TahunCantik, pintar, muda dan superkaya alangkah lengkapnya anugrah yang tuhan berikan kepada gadis asal negara Cina ini. &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Yang_Huiyan" target="_blank"&gt;Yang Huiyan&lt;/a&gt; adalah anak dari &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Yang_Guoqiang" target="_blank"&gt;Yeung Kwok Keung&lt;/a&gt; seorang konglomerat yang bergerak di bidang Real Estate. Yang adalah sarjana lulusan Ohio State University, Amerika. Yang mulai memimpin perusahaan ayahnya sejak tahun 2007. saat ini kekayaannya sebesar USD 3,4 Trilyun dan membuat namanya tercatat di posisi 3 dalam daftar 10 trilyuner termuda di dunia dan posisi ke 277 dari 1000 orang terkaya sedunia versi majalah Forbes. Pada tahun 2007 dia pernah menjadi orang terkaya di Cina dengan kekayaan sebesar USD 16, 2 Trilyun.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://stat.kompasiana.com/files/2010/09/li-zaoi-11.jpg" sizset="16" sizcache="10"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Li Zhaoi foto www.google.com&lt;br /&gt;4. Li Zhaohui, 28 TahunMewarisi kekayaan ayahnya seorang konglomerat dan pimpinan dari Shanxi Iron &amp;amp; Steel Group. Ayahnya tewas ditembak pada tahun 2003, sejak saat itu Li mengambil alih perusahaan tersebut. Kekayaan Li ditaksir berjumlah USD 1 Trilyun. Shanxi Haixin adalah salah satu perusaan besi dan baja terbesar di Cina dengan pegawai berjumlah 7200 orang dan aset perusahaan diperkirakan sebesar USD 1,2 Trilyun. Li ada di posisi ke 4 dari 10 trilyuner termuda dan posisi ke 937 dalam daftar 1000 orang terkaya di dunia.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://stat.kompasiana.com/files/2010/09/fahd-hariri-12.jpg" sizset="17" sizcache="10"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Fahd Hariri foto www.google.com&lt;br /&gt;5. Fahd Hariri, 29 TahunAnak termuda Perdana Mentri Lebanon &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Rafic_Hariri" target="_blank"&gt;Rafiq Hariri&lt;/a&gt;. Ayahnya adalah pengusaha yang bergerak di bidang konstruksi, telkom dan real estate. Sejak Rafiq tewas dibunuh tahun 2005, Fahd mengembangkan perusahaan ayahnya dibidang jaringan televisi dan satelit. Kekayaannya saat di ditaksir sebesar USD 1,4 Trilyun Dollar. Dia berada di urutan ke 5 dalam daftar 10 trilyuner termuda dan urutan ke 721 dalam daftar 1000 orang terkaya di dunia.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://stat.kompasiana.com/files/2010/09/aymin-hariri-11.jpg" sizset="18" sizcache="10"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Aymin Hariri foto www.google.com&lt;br /&gt;6. Aymin Hariri, 31 TahunAymin adalah kakak Fahd Haririi. Sejak ayahnya meninggal tahun 2005 Aymin mengembangkan usahanya. Saat ini dia tinggal di Riyadh, Arab Saudi untuk mengelola usaha dibidang media, telkom dan real estate. Kekayaannya sama dengan Fadh yaitu sebesar USD 1,4 Trilyun Dollar. Dia berada di urutan ke 6 dalam daftar 10 trilyuner termuda versi Forbes dan urutan ke 721 dalam daftar 1000 orang terkaya di dunia.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://stat.kompasiana.com/files/2010/09/yoshikazu-tanaka-11.jpg" sizset="19" sizcache="10"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Yoshikazu Tanaka foto www.google.com&lt;br /&gt;7. Yoshikazu Tanaka, 32 TahunTampan, kaya dan pintar itulah &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Yoshikazu_Tanaka" target="_blank"&gt;Yoshikazu Tanaka&lt;/a&gt; yang membuat situs jejaring sosial Gree di tahun 2004 lalu. Sebelumnya tanaka bekerja di SONY lalu beralih bekerja pada seorang konglomerat Jepang bernama Hiroshi Mikitani sampai akhirnya dia memutuskan untuk keluar di tahun 2004 dan berkonsentrasi untuk membuat situs jaringan sosial Gree. Gree memperoleh 70% keuntungan dari penjualan avatar, game, dan iklan teks maupun display. Nama Gree terinspirasi dari konsep seorang Psikologis Amerika Stanley Milgram yaitu “Six Degrees Of Separation” selain berfungsi sebagai jaringan sosial, Gree juga banyak menawarkan Game online. Gree memperoleh 70% keuntungan dari penjualan avatar, game, dan iklan teks maupun display dan hebatnya Gree berhasil menjaring 7 juta penggunanya untuk membayar berbagai fitur yang disediakan situs tersebut. Kekayaan Yoshikazu Tanaka sama dengan Hariri bersaudara yaitu sebesar USD 1,4 Trilyun Dollar. Dia berada di urutan ke 7 dalam daftar 10 trilyuner termuda versi Forbes dan urutan ke 721 dalam daftar 1000 orang terkaya di dunia tahun 2010 ini.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://stat.kompasiana.com/files/2010/09/john-arnold1.jpg" sizset="20" sizcache="10"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;John Arnold Foto www.google.com&lt;br /&gt;8. John Douglas Arnold, 36 TahunMendirikan Centaurus Energy pada tahun 2002, &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/John_D._Arnold" target="_blank"&gt;John D. Arnold&lt;/a&gt; adalah pegawai Enron yang bangkrut. Dia mendirikan Centaurus di Houston dan bekerja sama dengan beberapa mantan pimpinan Enron. Perusahaannya saat ini diperkirakan memiliki aset senilai USD 5 trilyun. John Arnold dikenal sebagai orang yg jenius (dia meraih gelar sarjananya di universitas bergengsi Vanderbilt dalam waktu 3 tahun) dan agresif dalam berbisnis. Memulai karirnya di Enron sebagai trader, beberapa tahun kemudian dia mendapat bonus senilai USD 1 trilyun dari Enron ketika dia berhasil memperkirakan penurunan harga gas yang mengakibatkan kerugian besar pada perusahaan saingannya. Arnold punya otak seorang ahli ekonomi, pengalaman bagai seorang veteran dibidang gas dan seorang pejudi kelas kakap. Rekannya pernah berkata bahwa Arnold bagai seorang pemain Poker kawakan yang bisa melihat kartu orang lain. Tahun 2009 lalu dia berhasil membuat keuntungan sebesar USD 900 juta. Saat ini Arnold berada di posisi 8 Trilyuner termuda dan posisi 212 dalam daftar 1000 orang terkaya sedunia versi majalah Forbes dengan kekayaan sebesar USD 4 Trilyun.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://stat.kompasiana.com/files/2010/09/kostyantin-zhevago1.jpg" sizset="21" sizcache="10"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kostyantin Zhevago Foto www.google.com&lt;br /&gt;9. Kostyantin Zhevago, 36 TahunDiusia 19 tahun &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Kostyantin_Zhevago" target="_blank"&gt;Kostyantin Zhevago&lt;/a&gt; sudah menjadi direktur finansial di Bank “Finance &amp;amp; Credit” pada tahun 1991. Saat itu dia masih kuliah di Kiev National Economy University dan meraih gelar Master di tahun 1996. Dia adalah jutawan termuda dari Ukraina yang sukses mengelola perbankan, pertambangan, farmasi, metalurgi dan industri makanan di Ukraina dan berbagai negara di Eropa barat dan Timur. Saat ini Bank ‘Finance &amp;amp; Credit” miliknya adalah salah satu bank terbesar di Ukraina. Saat ini Konstyantin berada di posisi 9 Trilyuner termuda dan posisi 828 dalam daftar 1000 orang terkaya sedunia versi majalah Forbes dengan kekayaan sebesar USD 1,2 Trilyun.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://stat.kompasiana.com/files/2010/09/shahid-balwa-11.jpg" sizset="22" sizcache="10"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Shahid Balwa foto www.google.com&lt;br /&gt;10. Shahid Balwa, 36 TahunWarga negara India yang drop out dari universitas karena harus pindah dengan keluarganya dari Gujarat ke Mumbai untuk memulai bisnis restoran. Tapi kemudian Shahid meninggalkan bisnis restoran untuk terjun ke bisnis real estate khususnya perhotelan dan bekerja sama dengan Vinod Goenka. Saat ini perusahaan real estatenya berkembang sangat pesat dan sedang mengerjakan berbagai proyek besar diantaranya Turf Estate, perumahan mewah dan Hotel berlantai 108 “Park Hyatt Hotel” di Mumbai yang akan selesai tahun 2013. Shahid berada di urutan ke 10 dalam daftar 10 trilyuner termuda dan urutan ke 937 dalam daftar 1000 orang terkaya di dunia versi majalah Forbes.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/856592841697079183-1122857319943080837?l=syahrudiforum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syahrudiforum.blogspot.com/feeds/1122857319943080837/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://syahrudiforum.blogspot.com/2010/09/10-trilyuner-termuda-2010.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/856592841697079183/posts/default/1122857319943080837'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/856592841697079183/posts/default/1122857319943080837'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syahrudiforum.blogspot.com/2010/09/10-trilyuner-termuda-2010.html' title='10 Trilyuner Termuda 2010'/><author><name>Syahrudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11207986203888880827</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5rWovritelQ/TDCakmXgfAI/AAAAAAAAACo/z3-YOHt16sA/S220/gw.bmp'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_5rWovritelQ/TJqcFebb6EI/AAAAAAAAAEs/i27OqW3XWGU/s72-c/mark-zukerberg-yoshizuka-tanaka1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-856592841697079183.post-7499322623133589807</id><published>2010-09-21T19:52:00.003+07:00</published><updated>2010-09-21T20:01:34.789+07:00</updated><title type='text'>Indonesia In 2020</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_5rWovritelQ/TJisRAbV3NI/AAAAAAAAAEk/vWPDvPFGLBE/s1600/Indonesia.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5519350751514975442" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 256px; CURSOR: hand; HEIGHT: 192px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_5rWovritelQ/TJisRAbV3NI/AAAAAAAAAEk/vWPDvPFGLBE/s320/Indonesia.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Apa yang terjadi dengan Negeri Tercinta ini pada 2020, apakah akan tumbuh menjadi bangsa yang besar, bermartabat dan disegani oleh bangsa lain di dunia. Atau sebaliknya ? Berikut adalah beberapa opini mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_lCPNmVX26aE/Soa2Kj9Wq4I/AAAAAAAAAig/zVWNFNNjqmw/s1600-h/pic.php.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Yulfikar Yurnaidi, Student, Yogyakarta&lt;br /&gt;"Indonesia di tahun 2020? hm..menurut saya, kalau kita ingin melihat Indonesia 10 tahun mendatang, kita harus melihat Indonesia 10 tahun yang lalu. Kalau kita ingat, di tahun itu, Indonesia baru saja terkena krisis ekonomi, masih berkutat dengan instabilitas politiknya dan masalah keamanan nasional. Saya sangat susah membayangkan, bahwa Indonesia akan mendapatkan banyak penghargaan dan apresiasi seperti saat ini. Jadi tentu saja, akan sangat susah juga membayangkan masa depan Indonesia di tahun 2020. Walaupun begitu, tanda-tanda kebangkitan Indonesia sudah nampak dimana-mana. Satu hal yang harus kita yakini, bahwa kebangkitan Indonesia akan betul-betul luar biasa dan mencengangkan banyak orang. Mari kita lihat elit politik kita saat ini yang menerima dengan lapang dada hasil Pemilu tanpa menimbulkan aksi anarki, protes atau dendam. atau mari kita lihat bagaimana ekonomi kita yang tumbuh di luar perkiraan. Kamu pasti sering menemukan banyak lagi tanda-tanda kebangkitan Indonesia di situs-situs GNFI.&lt;br /&gt;Tapi hal yang cukup menarik dan tidak diprediksikan sebelumnya adalah sikap kaum pemuda pada saat sekarang ini,Ya..semangat nasionalisme para kaum muda yang akan terus tumbuh dan akan membangun Indonesia.Untuk Generasi sekarang, 2020 akan menjadi masa yang sudah mereka impi-impikan sebelumnya.Bagi kaum muda, tahun itu merupakan saat bagi mereka untuk mewujudkan impian mereka. Indonesia 2020 adalah era dimana semua orang termotivasi untuk melakukan sesuatu untuk negeri ini, tidak peduli betapa kecilnya pengabdiannya itu. Apa, kapan dan bagaimana Indonesia bangkit bukanlah masalah. Karena yang penting adalah semangat kita.Orang-orang cerdas Indonesia di seluruh dunia akan datang satu persatu untuk membangun Indonesia. Yang patut kita catat, Indonesia akan selalu punya potensi untuk menjadi bangsa yang besar. Masalahnya adalah, potensi kita itu belum digali sepenuhnya. Tapi Indonesia di tahun 2020 akan menyediakan semuanya. dan para pemuda sekarang ini akan menjadi pasukan terdepan di bidangnya masing-masing. Dilengkapi dengan nasionalisme yang tiggi dan skills masing-masing, mereka siap untuk membuat impian Indonesia menjadi nyata. dan dari sekarang, masa keemasan Indonesia dimulai."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_jrfH2up5YhM/SoTZZNy6FHI/AAAAAAAAAso/JRnx4l8kq1o/s1600-h/kenji.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kenji San, Aviation Student, Kuala Lumpur&lt;br /&gt;"Dengan pembangunan kita dan masih banyak lagi, orang-orang akan melihat Indonesia yang sebenarnya dengan mata terbelelak. Kekuatan kita ini bangkit selama beberapa tahun ini, yang sebelumnya sempat hilang karena krisis ekonomi sepuluh tahun yang lalu. Pengalaman dan pelajaran yang pahit, membuat bangsa Indonesia belajar bagaimana bertahan dan terus maju ke depan di tengah badai masalah. Pelajaran itu seperti menjadi sebuah sistem imun di tubuh. dan disinilah letak kekuatan Indonesia yang sebenarnya. Pada akhirnya di tahun 2020, kita tidak akan mendengar lagi pertanyaan "dimana Indonesia kecuali bali", karena semua orang tahu di muka bumi ini akan tahu Indonesia yang sebenarnya. dan bangsa Indonesia, akan lebih mengerti bagaimana hidup damai di bumi Indonesia ini"&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_jrfH2up5YhM/SoTekeGB6CI/AAAAAAAAAsw/5fdjZ6FSAIo/s1600-h/Augusto.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Augusto Neves, Teacher, Sao Paolo, Brazil&lt;br /&gt;"Saya yakin, bangsa Indonesia sudah lama diajarkan bahwa mereka hidup di tempat yang disebut "Tanah Harapan". Dengan wilayahnya yang sangat luas, sumber daya alam, dan potensi ekonomi, rakyatnya, dan masih banyak lagi yang membuat rakyat Indonesia percaya bahwa Indonesia memliki potensi sebagai salah satu negara yang akan memimpin dunia.&lt;br /&gt;Saya sudah beberapa kali datang ke Indonesia, dan saya menemukan bahwa Indonesia belum memanfaatkan semua potensi yang dimilikinya. Negara saya, Brazil, adalah salah satu dari raksasa ekonomi di Amerika Latin, dan kemungkinan akan menjadi raksasa ekonomi berikutnya di dunia bersama China, India, dan Rusia (BRIC). Baru-baru ini Morgan Stanley, sudah mengajukan usul untuk memasukkan Indonesia ke dalam kelompok negara negara BRIC. Di tahu 2020, dengan stabilitas dan langkah-langkah yang tepat, Indonesia tidak bisa dihindari lagi akan menjadi salah satu kekuatan dunia dengan ekonominya yang kuat, dan pengaruh politiknya. Indonesia, menariknya terletak diantara 2 raksasa ekonomi dunia, China dan India, dan saya yakin kedua negara tersebut tidak akan meninggalkan Indonesia di belakang. Di tahun 2020, saya yakin Indonesia akan mengambil alih posisi India sebagai negara pertumbuhan ekonomi tercepat kedua di dunia setelah China.&lt;br /&gt;Untuk sekarang, saya mohon agar kalian lebih berinvestasi di bidang pendidikan dan infrastruktur. Baru-baru ini, GDP Brazil adalah US$1,8 trilyun, dan Indonesia US$0,98 trilyun....tidak terlalu jauh, dan jika kita mengingat ramalan ekonomi Indonesia yang selalu positif, saya yakin Indonesia akan bisa menjadi menyaingi Brazil. Saya rasa, industri pesawat terbangmu seharusnya bisa diaktifkan lagi, seperti EMbraer Brazil.&lt;br /&gt;Waspadalah terhadap kompetitor mu. Datanglah Sekali-kali ke Brazil, Akhyari." &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/856592841697079183-7499322623133589807?l=syahrudiforum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syahrudiforum.blogspot.com/feeds/7499322623133589807/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://syahrudiforum.blogspot.com/2010/09/indonesia-in-2020.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/856592841697079183/posts/default/7499322623133589807'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/856592841697079183/posts/default/7499322623133589807'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syahrudiforum.blogspot.com/2010/09/indonesia-in-2020.html' title='Indonesia In 2020'/><author><name>Syahrudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11207986203888880827</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5rWovritelQ/TDCakmXgfAI/AAAAAAAAACo/z3-YOHt16sA/S220/gw.bmp'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_5rWovritelQ/TJisRAbV3NI/AAAAAAAAAEk/vWPDvPFGLBE/s72-c/Indonesia.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-856592841697079183.post-3204857039340168571</id><published>2010-09-13T19:46:00.003+07:00</published><updated>2010-09-13T19:53:09.545+07:00</updated><title type='text'>Profesor Termuda di U.S berasal dari Indonesia</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_5rWovritelQ/TI4eU-QHarI/AAAAAAAAAEc/zCOByMiTas0/s1600/tansu.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5516379939232246450" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 173px; CURSOR: hand; HEIGHT: 291px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_5rWovritelQ/TI4eU-QHarI/AAAAAAAAAEc/zCOByMiTas0/s320/tansu.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Artikel berikut saya kutip dari blog 'tetangga', semoga saja kisah berikut dapat memotivasi kita untuk lebih berkarya dan berprestasi serta bangga telah menjadi bagian dari negeri tercinta ini&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mungkin diantara kita tidak ada yang mengenal sosok yang fotonya tampak diartikel ini. Kalau dilihat sekilas sih sepertinya orangnya sederhana, memiliki raut wajah keturunan Jepang, dan smart. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Nelson Tansu, demikian nama lengkap dari sosok sederhana tersebut. Siapa yang mengira ternyata dibalik kesederhanaannya, putra kelahiran Medan 30 tahun silam ini memiliki kecerdasan yang luar biasa. Meskipun berasal dari Indonesia, namun Nelson Tansu mampu “mengharumkan” bangsanya dengan menjadi Profesor Termuda di Amerika Serikat.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Nelson Tansu meraih gelar Profesor di bidang Electrical Engineering di Amerika sebelum berusia 30 tahun. Karena last name-nya mirip nama Jepang, banyak petinggi Jepang yang mengajaknya "pulang ke Jepang" untuk membangun Jepang. Tapi Prof. Tansu mengatakan kalau dia adalah pemegang paspor hijau berlogo Garuda Pancasila. Namun demikian, ia belum mau pulang ke Indonesia. Kenapa? baca terus sampai selesai&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Nelson Tansu lahir di Medan, 20 October 1977. Lulusan terbaik dari SMA Sutomo 1 Medan. Pernah menjadi finalis team Indonesia di Olimpiade Fisika. Meraih gelar Sarjana dari Wisconsin University pada bidang Applied Mathematics, Electrical Engineering and Physics (AMEP) yang ditempuhnya hanya dalam 2 tahun 9 bulan, dan dengan predikat Summa Cum Laude. Kemudian meraih gelar Master pada bidang yang sama, dan meraih gelar Doktor (Ph.D) di bidang Electrical Engineering pada usia 26 tahun. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ia mengaku orang tuanya hanya membiayai-nya hingga sarjana saja. Selebihnya, ia dapat dari beasiswa hingga meraih gelar Doktorat. Dia juga merupakan orang Indonesia pertama yang menjadi Profesor di Lehigh University tempatnya bekerja sekarang.Karena namanya mirip dengan bekas Perdana Menteri Turki, Tansu Ciller, dan juga mirip nama Jepang, Tansu, maka pihak Turki dan Jepang banyak yang mencoba membajaknya untuk "pulang". Tapi dia selalu menjelaskan kalau dia adalah orang Indonesia. Hingga kini ia tetap memegang paspor hijau berlogo Garuda Pancasila dan tidak menjadi warga negara Amerika Serikat. Ia cinta Indonesia katanya. Tetapi, melihat atmosfir riset yang sangat mendukung di Amerika, ia menyatakan belum mau pulang dan bekerja di Indonesia. Bukan apa-apa, harus kita akui bahwa Indonesia terlalu kecil untuk ilmuwan sekaliber Prof. Nelson Tansu.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Prof. Tansu juga menjelaskan kalau di US atau Singapore , gaji seorang profesor adalah 18-30 kali lipat lebih dari gaji professor di Indonesia . Sementara, biaya hidup di Indonesia cuma lebih murah 3 kali saja. Maka itu, ia mengatakan adalah sangat wajar jika seorang profesor lebih memilih untuk tidak bekerja di Indonesia . &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/856592841697079183-3204857039340168571?l=syahrudiforum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syahrudiforum.blogspot.com/feeds/3204857039340168571/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://syahrudiforum.blogspot.com/2010/09/artikel-berikut-saya-kutip-dari-blog.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/856592841697079183/posts/default/3204857039340168571'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/856592841697079183/posts/default/3204857039340168571'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syahrudiforum.blogspot.com/2010/09/artikel-berikut-saya-kutip-dari-blog.html' title='Profesor Termuda di U.S berasal dari Indonesia'/><author><name>Syahrudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11207986203888880827</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5rWovritelQ/TDCakmXgfAI/AAAAAAAAACo/z3-YOHt16sA/S220/gw.bmp'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_5rWovritelQ/TI4eU-QHarI/AAAAAAAAAEc/zCOByMiTas0/s72-c/tansu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-856592841697079183.post-3724508669792499028</id><published>2010-07-24T12:53:00.002+07:00</published><updated>2010-07-24T12:58:25.624+07:00</updated><title type='text'>Yang Muda, Yang Bertakhta....</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_5rWovritelQ/TEqA8MMgtYI/AAAAAAAAAEA/PiuY_bjOdsU/s1600/laptop.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5497348066713318786" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 189px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_5rWovritelQ/TEqA8MMgtYI/AAAAAAAAAEA/PiuY_bjOdsU/s320/laptop.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Makin banyak anak muda yang menduduki posisi puncak di bawah usia 40 tahun. Ada banyak faktor yang menjadi pemacunya.&lt;br /&gt;Dua minggu lalu, Jeanne Kairupan (45 tahun) begitu terpana membaca database ribuan curriculum vitae eksekutif Indonesia yang ada di perusahaannya. Perempuan yang baru sebulan bekerja di perusahaan perwakilan executive search global ini begitu kagum, ternyata banyak sekali anak muda Indonesia yang meski usianya belum genap 40 tahun sudah menduduki posisi puncak di berbagai perusahaan terkemuka, baik yang ada di Indonesia maupun di level global. Ada yang menjadi chief executive officer, direksi, atau minimal general manager.&lt;br /&gt;Apa yang dijumpai Jeanne, anak-anak muda yang bertakhta di puncak (young on top), adalah fenomena menarik. Ya, kini semakin banyak kalangan muda usia memimpin, punya otoritas dan tanggung jawab terbesar di organisasinya. Mereka memimpin ratusan atau bahkan ribuan karyawan, yang bisa jadi banyak di antaranya berusia dua kali lipat dari usianya.&lt;br /&gt;Saya coba membagi young on top dalam empat kategori besar. Pertama, mereka yang menduduki posisi puncak di perusahaan bukan miliknya, jadi berlatarbelakang profesional murni. Kedua, mereka yang di perusahaan keluarga, yang dibangun ayah atau kakeknya. Ketiga, mereka yang sukses di bisnis yang mereka rintis sendiri (entrepreneur). Dan, keempat, mereka yang sukses di bisnis keluarga dan sekaligus juga di bisnis milik sendiri.&lt;br /&gt;Di kalangan BUMN yang selama ini lebih dikenal menerapkan pola manajerial konservatif, sekarang juga mulai muncul anak-anak muda di puncak-puncak pengambilan keputusan. Lihat saja Jimmy Gani yang di usia belum genap 40 tahun telah menduduki posisi Direktur Utama PT Sarinah (Persero). Pria kelahiran 15 September 1972 ini sejak Mei 2009 dipercaya pemerintah membenahi manajemen dan mengembangkan bisnis ritel pelat merah itu. Lalu, masih di lingkungan BUMN, Katherina Patrisia dalam usia 34 tahun juga sudah dipercaya menduduki posisi direksi di PT Boma Bisma Indra.&lt;br /&gt;Di dunia perguruan tinggi pun demikian. Mulai terkuak sekat-sekat senioritas, dan jalan meritokrasi pun menjadi lempang. Jangan heran, di kalangan perguruan tinggi (akademis) pun kini makin terbuka peluang bagi anak-anak muda tampil di puncak. Contohnya, Firmanzah di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dan Anies Baswedan di Universitas Paramadina.&lt;br /&gt;Pada masa-masa sebelumnya, hampir mustahil orang semuda Firmanzah bisa menjadi dekan FE-UI. Kalau bukan profesor yang sudah ubanan, minimal mesti doktor senior yang menduduki posisi prestisius itu. Namun, kini tembok senioritas pelan-pelan bisa dikuak di perguruan tinggi sehingga dengan kemampuannya, Firmanzah bisa menjadi dekan meski baru 32 tahun. Demikian pula Anies Baswedan, Rektor Universitas Paramadina. Anies yang pernah dinobatkan sebagai salah satu dari 100 tokoh intelektual dunia oleh Jurnal Foreign Policy di Washington, AS, menempati posisi rektor pada usia 38 tahun.&lt;br /&gt;Profesional Indonesia yang sukses saat masih muda tak hanya terjadi di Tanah Air, tetapi juga di mancanegara. Sebut saja Lilian Fandriana, perempuan yang sukses menduduki Presiden Mature Asset Operations di British Petroleum Asia Pasifik. Tentu saja, itu prestasi yang cemerlang karena persaingan karier di bisnis minyak &amp;amp; gas sangat kompetitif.&lt;br /&gt;Lalu, juga ada Ali Permadiono Sumedi, yang mampu mengemban tugas sebagai Direktur Inovasi Komersial The Coca-Cola Export Corporation Filipina. Ali juga bertugas mengelola dan memimpin proses inovasi di Coca-Cola System, Filipina. Di sana ia memegang peran kunci karena memimpin proses transisi dan ambil alih perusahaan di Filipina, termasuk menyiapkan business plan. â€œSaya juga merangkap sebagai Region Director Mindanao di mana volume penjualan di region ini hampir sama dengan volume penjualan Coca-Cola di Indonesia,â€ kata lelaki yang akrab disapa Dion itu.&lt;br /&gt;Bila dilihat, peran yang dijalankan anak-anak muda brilian itu memang sangat signifikan. Tingginya jabatan mereka bukan semata-mata simbol tanpa isi. Contohnya bisa dilacak pada mereka yang di bisnis keluarga, seperti Agus Sudwikatmono (CEO Grup Indika), Anindya Bakrie (CEO Bakrie Telecom) dan Ciliandra Fangiono (CEO Ciliandra/Grup Surya Dumai) yang benar-benar telah memegang peran utama di kelompok usaha masing-masing.&lt;br /&gt;Atau, lihatlah Yeanee Keet di Grup Denpoo. Yeanee, selain memimpin dan mengelola tiga pabrik di Indonesia dan tujuh pabrik di Cina, juga sudah bertindak sebagai CEO meski secara formal masih ayahnya yang bertitel sebagai presdir. Di tangannya, Denpoo sukses berekspansi ke berbagai negara seperti Australia, Myanmar, Mauritius, Madagaskar dan Papua Nugini.&lt;br /&gt;Demikian pula Feny Djoko Susanto, Presdir PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. Perempuan ini mengendalikan 3.535 gerai Alfa dengan total karyawan 38 ribu orang. Feny juga aktif membangun pasar di luar negeri, dengan mendirikan gerai Alfamart di Vietnam. Sekarang Alfamart hanya orang di Indonesia yang tahu, tapi nantinya dikenal juga di Vietnam. Untuk sementara kami join venture dengan pengusaha di sana. Kami pakai logo Alfamart, papar lulusan Ohio State University itu.&lt;br /&gt;Adisatrya Suryo Sulisto, CEO Grup Satmarindo, pun demikian. Ia mampu men-turnaround bisnis yang didirikan ayahnya itu dari terpaan badai krismon. Pria ini telah melakukan banyak perubahan besar, dari merestrukturisasi keuangan, mengubah fokus bisnis, hingga merombak SDM dan manajemen perusahaan.&lt;br /&gt;Di antara anak-anak muda ini, juga banyak yang sukses membangun bisnis sendiri. Misalnya, Arya Witoelar, yang berhasil membangun bisnis perkebunan sawit dan tambang batu bara melalui Grup Watala. Atau, Ferry Agus Wibowo, yang meski baru berusia 30 tahun sudah menjadi pengusaha properti terbesar ketiga di Yogyakarta, melalui bendera PT Tiga Saudara Group. Juga, Michael Wiluan, putra Kris Taenar Wiluan (Grup Citra Tubindo), yang sukses mengembangkan bisnis properti dan pariwisata dengan bendera Grup Turi. Michael mengembangkan resor terpadu di wilayah Nongsa, yang terdiri dari resor, vila, terminal kapal feri untuk menyeberang ke Singapura plus tempat parkir yacht, dan lapangan golf. Ia pun memiliki bisnis multimedia dan animasi.&lt;br /&gt;Fenomena tadi menjadi bukti bahwa saat ini untuk menduduki posisi puncak di hierarki bisnis tak lagi harus menunggu sampai usia tua, 50 tahun ke atas. Tidak. Di bawah 40 tahun atau bahkan 30 tahun pun bisa. Dan itu bukan isapan jempol karena sudah banyak fakta yang menjadi pembenar akan kesimpulan itu. Banyak fasilitas dan sarana yang bisa menopang profesional muda untuk meniti karier lebih cepat. Apalagi, didukung keberadaan dunia maya yang memungkinkan transfer pengetahuan dan pengalaman secara lebih mudah.&lt;br /&gt;Lilian Fandriana pun membenarkan bahwa di Indonesia kini mulai terjadi pergeseran cepat dalam dunia karier dan bisnis. Dulu hampir setiap orang berada di pekerjaan yang sama sampai akhir hayatnya. Lalu, pucuk-pucuk kepemimpinan di bisnis biasanya diisi orang-orang yang sama dalam waktu rentang periode bahkan sampai puluhan tahun. Tapi itu kini sudah menjadi model yang kuno, ujarnya.&lt;br /&gt;Dalam hal ini, Lilian melihat pendidikan merupakan salah satu hal yang bisa memungkinkan seseorang berada di puncak secara cepat. Sekarang banyak orang muda mempunyai akses luas mencapai pendidikan yang lebih tinggi. Itu merupakan salah satu faktor mengapa mereka begitu kompetitif, apalagi setelah mid career mereka mengambil course di luar negeri,katanya. Faktor lain, menurutnya, perputaran bisnis yang semakin cepat. Karena itu, akhirnya siapa yang mempunyai kemampuan lebih, maka dia yang akan naik. Sistem meritokrasi bermain di sini,kata Lilian sembari menyarankan kalangan muda agar memberi tantangan pada diri sendiri.&lt;br /&gt;Rene Suhardono Canoneo, Carreer Couch sekaligus mitra Amrop Indonesia, juga melihat beberapa faktor yang memungkinkan lebih banyak lagi eksekutif muda menjadi pemimpin. Di antaranya, tuntutan dunia bisnis yang bergerak dinamis. Tuntutan dalam berbisnis pada dasarnya adalah berpacu dengan kecepatan kebutuhan masyarakat. Selain itu, kini pun bermunculan industri baru. Mulai dari bisnis media, kreatif, entertainment, hingga bisnis yang membutuhkan kecepatan eksekusi dan dinamika serta bisnis yang perlu pemikiran alternatif.&lt;br /&gt;Karena itu, kebutuhan terhadap orang-orang yang masih muda dan fresh itu tinggi. Maka, anak muda yang dulu dianggap masih hijau kini bisa lebih bebas sampai ke puncak. Kini yang ditonjolkan adalah kemampuan. Siapa pun yang kuat, cepat, sigap, kenapa tidak diberi kesempatan?&lt;br /&gt;Tak hanya itu pergeseran yang terjadi. Pada dekade 1980-an, anak muda yang maju ke tingkat manajemen biasanya minimal harus mempunyai background finance dan marketing. Namun, kini pemimpin tidak khusus diharuskan mempunyai pengalaman di kedua bidang tersebut.&lt;br /&gt;Guru pemasaran Hermawan Kartajaya tak sekadar mengakui kondisi bisnis sekarang memang memungkinkan anak muda mengambil posisi puncak. Ia bahkan menyatakan, anak muda sekarang sudah menjadi benchmark-nya orang senior. Sebab itu, Hermawan mengapresiasi munculnya orang-orang muda seperti pendiri usaha Kebab Turki Baba Rafi dan golongan anak muda lainnya karena lebih bermanfaat bagi bangsa. Karena, mereka menciptakan peluang baru.&lt;br /&gt;Lilian tak lupa ikut memberi saran: anak muda yang sudah on top jangan melihat dari status aja. Terkadang pekerjaan seorang manajer jauh lebih baik dari seorang CEO, ujarnya. Karena itulah, sangat penting untuk mengerti siapa diri kita sendiri. Dengan mengenali kapasitas, kita akan mengetahui seberapa dalam kemampuan kita dan hal apa lagi yang perlu kita pelajari. Philip Purnama, Chief Representative Spinnaker Capital Group for Indonesia, menimpali, dunia bisnis dewasa ini masih terus membutuhkan young on top, tetapi dengan kualifikasi yang komplet. Mulai dari personal skill, penguasaan teknis bisnis, human relations, penguasaan dan pengendalian emosi, hingga spiritual yang baik.&lt;br /&gt;Itu artinya, berada di puncak merupakan suatu pencapaian. Akan tetapi, terus mencetak prestasi pada posisi tersebut adalah tantangan tersendiri yang memerlukan kerja ekstra. Sudah siapkah Anda dengan itu semua? &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/856592841697079183-3724508669792499028?l=syahrudiforum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syahrudiforum.blogspot.com/feeds/3724508669792499028/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://syahrudiforum.blogspot.com/2010/07/yang-muda-yang-bertakhta.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/856592841697079183/posts/default/3724508669792499028'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/856592841697079183/posts/default/3724508669792499028'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syahrudiforum.blogspot.com/2010/07/yang-muda-yang-bertakhta.html' title='Yang Muda, Yang Bertakhta....'/><author><name>Syahrudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11207986203888880827</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5rWovritelQ/TDCakmXgfAI/AAAAAAAAACo/z3-YOHt16sA/S220/gw.bmp'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_5rWovritelQ/TEqA8MMgtYI/AAAAAAAAAEA/PiuY_bjOdsU/s72-c/laptop.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-856592841697079183.post-7148753484807756851</id><published>2010-07-12T17:51:00.001+07:00</published><updated>2010-07-12T17:53:33.704+07:00</updated><title type='text'>Kemiskinan Yang Tak Pernah Hilang.....</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_5rWovritelQ/TDr0HvkHyCI/AAAAAAAAAD4/tKikR6fp1Wc/s1600/3.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5492971109395974178" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 289px; CURSOR: hand; HEIGHT: 174px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_5rWovritelQ/TDr0HvkHyCI/AAAAAAAAAD4/tKikR6fp1Wc/s320/3.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jumlah penduduk miskin di Indonesia per-Maret 2010, jumlahnya 31,02 persen atau setara dengan 13.33 persen dari total penduduk Indonesia. Entah apa yang digunakan sebagai para-meter untuk mengukur kemiskinan penduduk. Mungkin kalau melihatnya secara benar, dan dengan ukuran riil, misalnya kaitan dengan ‘sandang, papan, da pangan’, jumlah orang miskin di Indonesia bisa membludak.&lt;br /&gt;Jumlah penduduk miskin itu, yang paling banyak di pedesaan yang mencapai 19,93 persen (2010), sedang diperkotaan mencapai angka 11,10 persen. Selanjutnya, jumlah penduduk yang miskin paling besar berada di pedesaan 64,23 persen (2010). Artinya, selama reformasi yang sudah berlangsung hampir sepuluh tahun, dan adanya otonomi daerah tak mengubah nasib orang-orang miskin yang berada di pedesaan. Mereka tetap terpuruk,walaupun pemerintah pusat sudah memindahkan anggaran pusat ke daerah. Tetapi, kondisi mereka tetap tidak berubah. Miskin.&lt;br /&gt;Menurut Faisal Basri, bahwa dalam 15 tahun ini, kemiskinan absolut itu mengalami penurunan, tetapi angka penurunannya itu sangatlah kecil. Angka kemiskinan obsulit tahun 1999 mencapai 17,7 persen, dan kini di tahun 2010, angka kemiskinan absolut mencapai 13.3 persen. Pergeseran penurunannya sangat kecil. Bahkan, di era pemerintahan Presiden SBY, angka kemiskinan absolut pernah mengalami kenaikan cukup tajam, dari 16 persen, kemudian naik menjadi 17,8 persen di tahun 2005, dan tahun 2006 berarti lebih tinggi dari 10 tahun sebelumnya. Bahkan, dalam jumlah absolut pun naik menjadi 4 juta jiwa.&lt;br /&gt;Indonesia dibandingkan dengan negara-negara yang baru muncul di Asia, seperti Vietnam. Misalnya, dengan ukuran dolar AS (Rp 9,000) perhari, kemiskinan absolut di Vietnam, turun dari 51 persen tahun 1990 menjadi hanya 3 persen di tahun 2008. Sedangkan Indonesia untuk kurun waktu yang sama hanya turun dari 20,5 persen menjadi 5,9 persen. Sementara itu, penurunan di China jauh lebih tajam, yakni dari 31,5 persen menjadi 6,1 persen. Hal yang sama terjadi di Laos, dan Kamboja, yang secara bertahap ekonomi terus mengalami perbaikan, dan berhasil menurunkan angka kemiskinan secara signifikan. Tetapi, di Indonesia perubahan angka kemiskinan sangatlah lambat.&lt;br /&gt;Alih-alih mengangkat nasib orang miskin yang sudah ada, justeru sekarang orang-orang lapisan menengah, yang secara ekonomi relatif kondisi masih hidup, sekarang ini dengan adanya kenaikan harga-harga pokok mereka menjadi terpuruk. Ini terus berlanjut, dan tidak pernah harga kebutuhan pokok menjadi turun. Angka inflasi juga terus naik, sehingga penghasilan penduduk,yang sudah kecil itu, akhirnya tergerus oleh inflasi.&lt;br /&gt;Penghasilan penduduk, yang relatif kecil itu, tak akan mampu menopang kehidupan mereka. Inilah akan menambah jumlah angka-angka kemiskinan, yang terus memanjang, pemerintah tanpa dapat mengurangi angka kemiskinan itu.&lt;br /&gt;Pemerintah juga gagal mengusahakan pertumbuhan ekonomi, yang signifikan, diatas 6 persen setahunnya, karena itu tak mampu menyerapkan angkatan tenaga kerja. Barisan penganggur semakin panjang. Mereka sudah mulai frustasi. Tak lagi dapat melihat secercah harapan bagi masa depan mereka. Jutaan mereka yang sudah lulus dari perguruan tinggi, setiap tahunnya, tak terserap oleh lapangan kerja. Pengangguran orang-orang yang terdidik, yang jumlah semakin banyak. Ini akan menjadi ‘bom’ waktu, yang setiap saat dapat meledak. Apalagi, dipicu oleh sikap pemerintah, yang tidak dapat menciptakan ‘goodgovernance’, dan terus memburuknya iklim birokrasi di Indonesia, yang dampaknya menimbulkan ekonomi biaya tinggi. Budaya korupsi tak dapat di hapus, dan sudah mendarah-daging.&lt;br /&gt;Di era reformasi ini, justru korupsi semakin bertambah, bukan semakin berkurang. Lembaga-lembaga penegak hukum, semuanya tak mampu memberantas korupsi, karena diantara mereka adanya ikut terlibat. Sehingga, usaha-usaha memberantas korupsi menjadi mandul. Tak dapat berjalan dengan efektif. Lembaga seperti KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), sebagai lembaga penegak hukum, yang merupakan amanah dari undang-undang, perlahan-lahan ‘dipreteli’ dan menjadi tak bergigi, dan lumpuh, dan mampu lagi menjadi penegak hukum, yang membberikan efek jera, dan meminimalkan korupsi di Indonesia.&lt;br /&gt;Di tengah-tengah kondisi kemiskin yang akut, dan korupsi yang mengganas di seluruh sektor kehidupan, menyebabkan banyaknya orang yang berputus asa. Banyak orang-orang yang terdidik, akhirnya mereka memilih hengkang dari Indonesia,yang disebut dengan ‘braindrain’ (pelarian orang terdidik) ke berbagai negara. Karena potensi-potensi mereka tidak dapat berkembang di Republik ini. Mereka mencari kehidupan baru di negara lain, dan ingin mengembangkan potensi mereka, selain mereka ingin mendapatkan hidup yang lebih layak.&lt;br /&gt;Pemerintah yang selalu mengatakan berhasil, tetapi kenyataannya justru menunjukkan ketidakberhasilan, terutama mengatasi kemiskinan yang ada di Indonesia. Sebaliknya, mengapa negara-negara tetangga yang dahulunya miskin, dan tergolong sebagai negara baru, seperti Vietnam, Laos, dan Kamboja, pemeritahan berhasil mengatasi dan menurunkan angka kemiskinan, tetapi di Indonesia jumlah angka kemiskinan tetapi tak berubah.&lt;br /&gt;Dan, yang makmur dan dapat menikmati kehidupan, hanyalah segelintir orang, terutama para pejabat, pemimpin partai, dan elit lainnya. Mereka hidup diata penderitaan rakyat, yang sudah berlangsung puluah tahun, sejak Indonesia merdeka. Sementara itu, harta kekayaan Indonesia terkuras habis oleh asing, dan rakyat tidak mendapatkan apa-apa.&lt;br /&gt;Hidup di Indonesia serba susah, harga-harga naik, biaya hidup semakin melonjak, sementara pendapatan tidak berubah. Sekarang saat tahun ajaran baru, biaya pendidikan ikut mencekik leher kaum miskin. Sekolah menengah umum (SMU), menggunakan tarif yang tidak mungkin lagi terjangkau oleh rakyat. Ditambah lagi biaya masuk perguruan tinggi melangit. Sekalipun, anggaran pendidikan telah dinaikan sesuai dengan konstitusi 20 persen, tetapi mengapa biaya pendidikan menjadi naik?&lt;br /&gt;Indonesia seperti kembali di zaman penjajahan, di mana yang dapat sekoleh hanya dari kaum ‘amtenaar’ (priyayi), atau anak pejabat, sementara anak petani, dan golongan buruh, serta kaum miskin lainnya, mereka tak akan dapat menjangkau pendidikan. Apa nikmatnya hidup di Indonesia? Wallahu’alam. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/856592841697079183-7148753484807756851?l=syahrudiforum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syahrudiforum.blogspot.com/feeds/7148753484807756851/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://syahrudiforum.blogspot.com/2010/07/kemiskinan-yang-tak-pernah-hilang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/856592841697079183/posts/default/7148753484807756851'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/856592841697079183/posts/default/7148753484807756851'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syahrudiforum.blogspot.com/2010/07/kemiskinan-yang-tak-pernah-hilang.html' title='Kemiskinan Yang Tak Pernah Hilang.....'/><author><name>Syahrudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11207986203888880827</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5rWovritelQ/TDCakmXgfAI/AAAAAAAAACo/z3-YOHt16sA/S220/gw.bmp'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_5rWovritelQ/TDr0HvkHyCI/AAAAAAAAAD4/tKikR6fp1Wc/s72-c/3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-856592841697079183.post-7706410645726836854</id><published>2010-07-10T13:08:00.002+07:00</published><updated>2010-07-10T13:12:15.535+07:00</updated><title type='text'>Resensi Buku : Provokatips for Spectacular Life</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_5rWovritelQ/TDgPK0w7EhI/AAAAAAAAADw/NpzihoqrNvk/s1600/1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5492156424215269906" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 165px; CURSOR: hand; HEIGHT: 250px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_5rWovritelQ/TDgPK0w7EhI/AAAAAAAAADw/NpzihoqrNvk/s320/1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Penulis buku yang tidak lain adalah sahabat dan rekan dosen saya di Unindra ini, Ari "Archan Sang Provokator" Chandra Kurniawan, kembali menggebrak dengan bukunya yang SPECTAKULER. Awalnya saya bingung buku ini sebetulnya buku motivasi atau buku humor, dengan tanpa meninggalkan makna penulis mencoba menulis buku dengan gayanya yang funky, gaul, trendi, narsis namun tetap spiritualis. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Buku ini akan memprovokasi diri Anda menjadi "Gila". Bukan hanya Anda, namun banyak orang akan merasa tergila-gila karena buku ini mampu memprovokasi Anda sehingga kehidupan Anda berubah 180 derajat seperti apa yang penulis alami, yakni menjadi lebih spektakuler. Buku ini akan meracuni pikiran Anda untuk memiliki paradigma dan kebiasaan yang mungkin sama sekali asing bagi Anda karena Anda akan belajar: &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bagaimana merencanakan kematian Anda langkah demi langkah sehingga Anda lebih memilih mati. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bagaimana agar Anda bisa mengidap dan terinfeksi PESIMIS alias PEnyakit SI MISkin. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bagaimana agar Anda menjadi orang yang tidak baik dalam keseharian. + Bagaimana agar Anda tidak lagi mencium tangan orangtua Anda. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bagaimana menjadi teroris andal dan menggunakan bom yang paling berbahaya di dunia. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Serta cara-cara provokatif dan membuat Anda jauh lebih SPEKTAKULER daripada sebelumnya. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dengan buku ini Anda akan dibuat menyesal seumur hidup karena telah membaca buku ini. Bukan apa-apa, tapi mengapa buku ini harus hadir saat ini bukan dari dulu sehingga bisa menerapkan ide-ide ini sejak lama dan jauh lebih sukses pada saat ini. So segera dapatkan buku ini yang ASLI di toko-toko buku terdekat. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/856592841697079183-7706410645726836854?l=syahrudiforum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syahrudiforum.blogspot.com/feeds/7706410645726836854/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://syahrudiforum.blogspot.com/2010/07/resensi-buku-provokatips-for.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/856592841697079183/posts/default/7706410645726836854'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/856592841697079183/posts/default/7706410645726836854'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syahrudiforum.blogspot.com/2010/07/resensi-buku-provokatips-for.html' title='Resensi Buku : Provokatips for Spectacular Life'/><author><name>Syahrudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11207986203888880827</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5rWovritelQ/TDCakmXgfAI/AAAAAAAAACo/z3-YOHt16sA/S220/gw.bmp'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_5rWovritelQ/TDgPK0w7EhI/AAAAAAAAADw/NpzihoqrNvk/s72-c/1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-856592841697079183.post-741769711388453023</id><published>2010-07-08T10:50:00.004+07:00</published><updated>2010-07-09T19:21:26.116+07:00</updated><title type='text'>Haruskah Sekolah Yang Tinggi Jika Ingin Sukses...?</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_5rWovritelQ/TDcUK-hkbBI/AAAAAAAAADQ/S4KdCTLYzHY/s1600/2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5491880449416653842" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 252px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_5rWovritelQ/TDcUK-hkbBI/AAAAAAAAADQ/S4KdCTLYzHY/s320/2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pertanyaan diatas mungkin masih banyak tersimpan dalam benak kita, bahwa ukuran kesuksesan seseorang sangat dipengaruhi oleh latar belakang pendidikannya. Padahal berdasarkan hasil penelitian beberapa lembaga dapat disimpulkan bahwa jumlah prosentase pengangguran dari lulusan sarjana jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan prosentase pengangguran dari lulusan sekolah menengah.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Siapa yang tidak kenal dengan Robert. T. Kiyosaki, seorang milyuder keturunan Jepang dan juga seorang penulis yang cukup produktif. Ia mungkin memang layak untuk dikecam bagi sebagian orang yang masih mempercayai institusi pendidikan formal. Betapa tidak, ia dengan sangat telanjang menyatakan bahwa pendidikan formal selamanya tidak akan pernah menciptakan seorang untuk menjadi kaya. Lebih lanjut, ia secara terang-terangan menyarankan agar kita tidak membiarkan anak-anak kita tersentuh dan terlibat jauh dengan sistem pendidikan konvensional yang cenderung konservatif.&lt;br /&gt;Robert T. Kiyosaki memang memiliki sejumlah pengalaman unik, yang melandasinya untuk menarik kesimpulan tersebut. Didalam salah satu bukunya, Rich Dad, Poor Dad, ia mencoba membandingkan dua orang yang dianggap sebagai ayahnya. Ayahnya yang pertama (ayah kandungnya –pen) merupakan orang yang berlatar pendidikan tinggi. Namun, ternyata bekal keilmuannya yang sangat mumpuni itu tidak mampu menyelamatkannya dari jeratan hutang, karena kebutaannya dalam hal finansial.&lt;br /&gt;Kondisi yang berbeda terjadi pada ayah yang keduanya (ayah dari sahabatnya, yang sudah dianggapnya sebagai ayah kandungnya sendiri –pen). Meski hanya mengeyam pendidikan menengah, namun dengan kemampuannya, yang disebut oleh Robert sebagai melek finansial ini, justru menjadikannya seorang yang kaya raya. Ia memutar dan mengelola uang secara piawai.&lt;br /&gt;Robert mungkin terkesan terlalu menyederhanakan masalah, saat ia coba untuk mengkorelasikan latar belakang pendidikan formal dengan pemberdayaan finansial seseorang. Namun, bisa jadi hal ini menjadi poin penting yang ingin diungkapkannya, dan ternyata tidak sesederhana yang kita fikirkan.&lt;br /&gt;Ini tak lain adalah soal ide dan kreatifitas, yang sering kali tidak mendapat ruang yang cukup luas pengembangannya di institusi pendidikan formal. Penulis, dan juga mungkin Anda, sering merasakan bahwa institusi pendidikan formal lebih mirip sebagai penjara, bahkan mungkin lebih menakutkan lagi.&lt;br /&gt;Sebuah anekdot mengatakan, di penjara kondisinya masih jauh lebih baik, karena disana Anda tidak diwajibkan untuk membaca dan membeli buku-buku yang dikarang atau dimiliki oleh para sipir penjara. Sedangkan yang terjadi dikampus adalah sebaliknya. Para dosen, dengan kuasa otoratifnya, seringkali memaksakan kepada mahasiswanya untuk membeli dan membaca buku-buku karangannya.&lt;br /&gt;Kita pun merasakan bahwa sebagian besar waktu yang dihabiskan di institusi pendidikan formal (sekolah, kampus, dsb) lebih banyak dialokasikan untuk merangsang otak kiri, bagian otak yang kita pergunakan untuk berhitung, menganalisis dan fungsi berfikir rutin lainnya, sehingga bagian ini jauh lebih berkembang dibandingkan dengan otak kanan. Tak heran jika otak kanan kita –yang lebih banyak berfungsi sebagai pabrik kreatifitas, menjadi tumpul.&lt;br /&gt;Hari demi hari, otak kita selalu disuguhi dengan teori yang telah siap saji, mapan, juga pemikiran-pemikiran para pakar yang sesungguhnya telah usang, seperti Teori Evolusi Darwin yang telah kehilangan daya dukung ilmiahnya, dan masih banyak lagi. Kampus ataupun sekolah bisa jadi merupakan tempat yang paling dihindari oleh para pemikir kreatif, seperti Thomas A. Edison&lt;br /&gt;Selayaknya, kampus dan sekolah menjadi ajang pesta gagasan baru setiap hari. Tak perlu menyita waktu banyak, cukup 15 menit saja para mahasiswa atau murid dipersilahkan untuk melakukan presentasi dan analisi kritisnya mengenai teori-teori dari para pakar, atau bahkan biarkan mereka mensintesis teorinya sendiri.&lt;br /&gt;Gagasan yang keluar dari mereka barangkali terkesan janggal, aneh, bahkan mungkin tak masuk akal. Biarkan saja, karena tidak menutup kemungkinan, suatu saat pemikiran-pemikiran semacam itulah yang akan mempengaruhi perkembangan kita.&lt;br /&gt;Bukankah ide untuk menggunakan nuklir untuk terapi kesehatan terasa aneh? Atau gagasan membangun jalan layang dengan pondasi menyerupai ceker ayam di daerah berpasir tidak tergolong biasa? Bahkan, ide untuk memproses ketela menjadi bahan bakar adalah sebuah refleksi yang memberikan fakta-fakta pada kita bahwa kreatifitas yang mendapat ruang dan kesempatan yang cukup luas untuk mewujudkan eksistensinya, adalah keniscayaan dalam belajar.&lt;br /&gt;Sebagaimana Albert Einstein mengatakan “ Semangat tinggi akan selalu mendapat perlawanan keras dari pemikiran biasa-biasa saja.” &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/856592841697079183-741769711388453023?l=syahrudiforum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syahrudiforum.blogspot.com/feeds/741769711388453023/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://syahrudiforum.blogspot.com/2010/07/mari-berpesta-gagasan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/856592841697079183/posts/default/741769711388453023'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/856592841697079183/posts/default/741769711388453023'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syahrudiforum.blogspot.com/2010/07/mari-berpesta-gagasan.html' title='Haruskah Sekolah Yang Tinggi Jika Ingin Sukses...?'/><author><name>Syahrudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11207986203888880827</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5rWovritelQ/TDCakmXgfAI/AAAAAAAAACo/z3-YOHt16sA/S220/gw.bmp'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_5rWovritelQ/TDcUK-hkbBI/AAAAAAAAADQ/S4KdCTLYzHY/s72-c/2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-856592841697079183.post-825106202018349362</id><published>2010-06-25T10:17:00.001+07:00</published><updated>2010-06-25T10:30:11.068+07:00</updated><title type='text'>Ingin Jadi Boss....?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Anda mulai panas? Anda pikir Anda sudah mempunyai apa yang diperlukan untuk menjadi seorang wiraswastawan? Anda sudah baca semua kisah sukses tentang orang lain dan itu membuat anda ”kepanasan”? Benar, pembaca, kalau itu terjadi, tiba saatnya untuk menjadi boss bagi diri Anda sendiri. Tapi, apakah Anda sudah siap meninggalkan pekerjaan yang bagus dan nyaman dengan gaji bulanan, kantor modern, sekretaris yang efisien, dan perasaan aman yang datang pada saat anda bekerja untuk sebuah organisasi yang mapan? &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Seorang teman yang telah bertahun-tahun bekerja pada perusahaan penerbangan nasional terbesar, dengan ribuan staf, gaji jutaan, fasilitas lengkap, tiba-tiba saja memutuskan keluar dan berwirausaha. Kata-kata yang pertama diterimanya adalah, &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;”Apakah kamu gila?”, ….”Kamu menghancurkan sebuah karir yang menjanjikan”…..dan caci maki lainnya. Belum lagi perasaan anak-istri, orangtua dan saudara lainnya yang tidak bisa berucap... &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Diperlukan keberanian besar untuk menulis surat pengunduran diri. Masih yakinkah Anda mempunyai segala sesuatu yang akan mengantarkan Anda menjadi seorang wiraswastawan sukses? Lalu apa yang akan Anda kerjakan? Peraturan pertama kewirausahaan, latihlah diri Anda untuk melihat kekosongan atau celah di pasar, lalu mengisinya. Lihatlah sekeliling Anda.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; Lihatlah orang di jalanan, mereka yang duduk di belakang mesin jahit, pelayanan apa yang akan dia berikan? Lihatlah wanita perempuan penjual sate ayam di dekat penginapan murah itu, mengapa ia pilih lokasi itu? Bagaimana dengan hotel baru di jalan utama itu, mengapa bisa begitu sukses? Bagaimana dengan orang yang bekerja di bagian komputer itu bisa sangat sukses dalam bisnis program perangkat lunaknya sendiri? &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ada satu jawaban singkat untuk semua pertanyaan ini: bisnis ini eksis karena ada yang membutuhkan mereka. Tidak peduli apakah Anda berusaha dengan paha ayam, rumah makan bagus atau website. Atau, apakah anda berbicara tentang putaran harian Rp100.000 atau Rp.100.000.000. Dari mulai Tanah Abang – Jakarta Pusat, Glodok – Jakarta Pusat, bahkan daerah Sawangan, Depok Privinsi jawa Barat, prinsipnya sama: &lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Keberhasilan dalam bisnis &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bekerja dengan prinsip &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Menemukan sebuah kekosongan &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dan mengisinya! &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ketika dunia laki-laki digemparkan dengan ditemukannya pil biru Viagra yang sebenarnya adalah obat pemacu jantung, tapi kemudian jadi pemacu organ kejantanan pria, beberapa tahun lalu serentak seluruh dunia mempublikasikannya (ingat, Viagra tidak pernah beriklan di media manapun). Hasilnya, Viagra menjadi product of the year dan menghasilkan miliaran dollar bagi penemunya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kasus Viagra di dunia, rupanya memberikan inspirasi bagi Simon Jonathan. Setelah sebelumnya sukses melahirkan Extra Joss, yang menghasilkan ratusan miliar, kemudian muncullah Irex yang kurang lebih sama fungsinya dengan Viagra. Dengan tag line ”Kado Ulang Tahun Mama”, dan dikemas dengan iklan yang diperankan oleh laki-laki kurus kering dan loyo, tiba-tiba menjadi perkasa setelah meminum Irex, hasilnya, produk ini meledak di pasaran. Ya, mereka jeli melihat peluang, kekosongan dan mengisinya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Lalu mengapa bukan Anda yang melakukan ini? Jika Anda yang pertama menawarkan kepada publik sesuatu yang dibutuhkan publik dan tidak didapatkan dari orang lain, atau jika Anda berhasil mengantisipasi sebuah kebutuhan di masa depan, Anda memiliki sebuah kesempatan bagus untuk menjadi kaya. Sampai saat adanya kompetisi, Anda akan memiliki semua pasar itu sendirian. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sejarah memberikan banyak contoh wiraswastawan yang menjadi sukses dengan memenuhi atau mengantisipasi kebutuhan akan produk baru. Isaac Merit Singer memproduksi mesin jahit yang cocok untuk bekerja di ruang terbatas, bahkan di dalam kamar sekalipun. Henry Ford memakai metode jalur perakitan untuk memproduksi mobil yang bisa dibeli orang biasa. George Eastman melihat kebutuhan akan kamera kecil yang bisa dibawa-bawa. Ray Krock dari Mc Donald melihat potensi usaha waralaba makanan cepat saji. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Darimana datangnya gagasan-gagasan seperti itu? Ada tiga macam sumber gagasan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pertama, pekerjaan Anda. Pekerjaan yang sudah Anda kerjakan bisa menjadi sebuah potensi sumber gagasan, Karena disitulah naluri bisnis Anda sudah dikembangkan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kedua, hobi atau minat Anda di luar pekerjaan, karena itu adalah sebuah wilayah lain dimana Anda memiliki suatu perasaan alamiah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sumber ketiga, adalah apa yang sering disebut orang sebagai ”observasi pejalan kaki”, atau mengenali sebuah peluang melalui suatu perjumpaan biasa, atau suatu insiden dalam kehidupan sehari-hari Anda. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kalau Anda yang pertama, maka Anda tidak harus brilian. Nanti Anda akan memiliki waktu untuk mengembangkan dan memperbaiki segala sesuatu yang pemah Anda lakukan. Tapi ketika yang lain mulai berkompetisi dengan Anda, maka Anda harus menjadi yang terbaik. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bekerja Keras &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Nasib seorang wiraswastawan tidak mudah. Anda harus bekerja keras. Namun, karena Anda bekerja disebagian besar waktu Anda, pasti ada harga yang harus dibayar. Korban pertama adalah kehidupan sosial Anda. Waktu untuk berkencan, untuk keluarga, bahkan untuk bersenang-sengang tidak akan anda miliki pada masa-masa awal menjalankan bisnis anda.. Bisa-bisa ini menjadi sebuah kehidupan yang sunyi. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalam keadaan seperti ini Anda sangat beruntung apabila memiliki kekasih atau seorang istri yang setia menemani dalam suka maupun duka. Karena menjadi seorang wirausahawan juga adalah masalah daya tahan. Seperti mendung di musim hujan. Setelah hujan pun turun, langit akan menjadi cerah kembali. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ada kompensasi. Semakin keras Anda bekerja, maka Anda akan semakin beruntung. Kami punya rekan, namanya Apiko Joko Mulyono. Dia, ”cuma” reporter di tabloid keluarga muslim, Fikri namanya. Sebagai employee — kalau mengikuti teori kuadran Robert T. Kiyosaki – berkat dorongan kami, dan ”keahlian interpersonalnya”, berkomunikasi, ia kami desak menjadi jurnalis ”semi-bisnis” dalam arti, memfungsikan ketrampilan jurnalistik dan lobbynya untuk menulis soft advertorial. Meski awalnya agak ogah-ogahan, ia memula peran-peran semacam copywriter, penulis artikel soft advertorial di tabloidnya (maksudnya: rubrik bernuansa promotif, dengan dua macam kompensasi: penjualan langsung dalam jumlah minimal tertentu, atau semi-iklan). Bung Apiko, meskipun masih sayang profesi jurnalistiknya, mulai menjalankan tugas barunya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hasilnya? Luar biasa untuk reporter yang sepanjang empat tahunan bekerja, murni sebagai jurnalis. Apiko berhasil mencapai targetnya. Ia memang bekerja keras, dan agak mengorbankan waktunya untuk keluarga. Bukan itu saja. Ia ”tebal muka” dicibiri sebagai ”jurnalis matre” (materialis, Pen.), karena artikelnya kian selektif pada isu-isu yang ”bergizi” alias bisa menghasilkan ”penjualan langsung” ataupun ”semi advertorial”. Akibat lanjutnya, bisa ditebak. Dari ”main-main” jadi serius. Bossnya, pemimpin perusahaan tabloid Fikri, malah menargetkan jumlah tertentu perminggunya harus ia capai. target itu, tercapai, bahkan beberapa kali terlampaui. Apa yang ia kerjakan, semua orang di perusahaannya tahu. Meski pun berisiko dilecehkan, Apiko tahan banting. The show must go on. Apa yang dikerjakannya, menginspirasi unit bisnis lainnya di bawah payung holding yang sama. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;”Syukur, istri saya sangat pengertian. Untuk kerja keras itu, saya bisa menabung dengan nilai yang lumayan dibanding rekan selevel saya. Saya bisa membeli sepeda motor secara tunai, dalam tahun kedua saya bekerja. Itu sesuatu yang tidak saya bayangkan sama sekali, bahwa saya mampu membelinya.” Itulah Apiko, yang karena masih sayang pada profesi jurnalistiknya, mengaku baru menggunakan belum separuh dari potensi enterprenership yang ada dalam dirinya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;”Seseorang yang bekerja 16 jam sehari akan sampai ke tempat yang ingin dicapainya dua kali lebih cepat daripada orang yang bekerja 8 jam sehari.” David Ogilvy &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ketekunan &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jaques Cousteau, penyelidik, penemu dan ahli lingkungan dalam sebuah wawancara dengan Eugene Grisham penulis buku Achievement Factors dalam sebuah wawancara di atas sebuah jet carteran menuju Atlanta, mengungkapkan pendapat menarik. Kami kutip untuk Anda. ”Bagaimana Anda bisa mengerjakan semua itu?” Cousteau terdiam beberapa saat, lalu menjawab. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;”Saya keras kepala – kalau saya punya suatu maksud di kepala saya…saya membuat daftar hal-hal untuk main-main: Amazon, Haiti, kapal Angina. Saya mencoba, dan saya tidak punya uangnya. Saya mencoba lagi, dan saya tidak dapat uangnya, dan setelah sepuluh tahun saya mendapatkannya.” &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dengan bijaksana, dengan penuh tekat dan ketekunan, selalu mengejar apa yang ia inginkan, kadang cepat, kadang-kadang pelan, ia telah mengalami kemenangan-kemenangan. Pada tahun 1943, tabung oxygen (Aqualung) yang ia kembangkan dengan Emile Gagnan, memberi kesempatan petualangan di bawah air, membuka dunia di bawah air untuk berjuta-juta penyelam scuba. Lalu ia kembangkan keterampilan sebagai seorang ahli fotografi di bawah air, dan pada tahun 1956, ia menangkan Oscar untuk The Silent World. Sembilan tahun kemudian ia sekali lagi memenangkan oscar untuk World Without Sun. Saat ini usianya 80-an. Dan kakek Cousteau masih bekerja, masih memeriksa hal-hal yang ia catat dalam daftarnya, menyusun daftar, lalu mengeksekusi satu persatu daftar targetnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Fokus &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Logika ”focusing”, meminjam fenomena matahari. Mahakarya Tuhan ini, sumber energi yang amat kuat, yang setiap jamnya menyinari bumi dengan jutaan kilowatt energi. Siapa pun, bisa ”mandi matahari” berjam-jam dengan risiko yang ringan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bagaimana dengan laser? Seberkas sinarnya, adalah energi lemah. Ia hanya membutuhkan beberapa kilowatt energi tetapi bisa difokuskan menjadi sebuah pancaran cahaya yang koheren. Dari seberkas cahaya laser, temuan ilmuwan bisa menggunakannya untuk dari memotong baja sampai mematikan sel kanker. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Beralih pada perbincangan sebuah usaha. Anda bisa menciptakan efek yang sama: sebuah kemampuan kuat laksana laser untuk mendominasi sebuah pasar. Itulah yang kami maksud sebagai ”tindakan memfokuskan”. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ketika sebuah usaha menjadi tidak fokus, ia akan kehilangan kekuatannya. Usaha itu menjadi seperti matahari, menyebarkan energinya terlalu banyak produk, di pasar yang terlalu luas. Konsentrasi, kemampuan untuk memberikan perhatian penuh kepada tugas yang dihadapi, dan dalam jangka panjang, berkonsentrasi pada suatu karier, merupakan satu segi dari fokus. Tetapi bukan hanya itu. Segi lainnya, intensitas. Intensitas melibatkan kemampuan untuk menyalurkan sejumlah besar tenaga pada tugas yang dihadapi. Menjalankannya sebagai kebiasaan, akan meningkatkan karier Anda. Secara analog, fokus mempunyai pengaruh yang sama terhadap pekerjaan seseorang, bak lensa pembesar yang dipegang di atas sehelai kertas pada hari yang cerah. Memegang lensa dengan sudut yang tepat, membuat sinar-sinar berkonsentrasi pada satu titik, sanggup membakar kertas itu. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Prioritas, masuk dalam gagasan fokus. Jangan segan-segan mengubah dan menaruh yang paling penting sebagai nomor satu jika sesuatu yang tak terduga muncul. Bekerjalah atas dasar prioritas. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tahukah Anda, apa rahasia nomor satu sukses? Prioritas. Helen Gurley Brown. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tentukanlah apa prioritas puncak dalam pekerjaan dengan berpikir secara cermat untuk apa perusahaan mempekerjakan Anda. Banyak orang membuat kesalahan dengan bekerja keras untuk tiap tugas yang mereka hadapi, tanpa atau dengan sedikit sekali memperhitungkan pentingnya tugas-tugas itu. Pada akhir hari, mereka akan sangat kelelahan, sambil memuji diri sendiri karena semua pekerjaan sudah diselesaikan. Sayangnya, ada saja yang tanpa sadar sudah membelakangkan pekerjaan penting (important) dan mendesak (urgent). Penting saja, mungkin bisa saja bukan di uturan teratas, tapi urgent, sesuatu yang terkait dengan deadline, yang tak bisa tidak, ia didahulukan atau sesuatu yang buruk menghadangnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Letakkanlah surat-surat, memo-memo dan peringatan-peringatan tentang semua tugas lainnya yang menunggu dalam map-map dengan tanda prioritas A, B, dan C. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Alan Lakein, Konsultan Manajemen Waktu &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Membahas soal fokus, bisa kita mengutip pendapat Eugene Grisham dalam Achievement Factor, buku best seller dunia itu. Ia bercerita tentang faktor-faktor sukses hasil wawancara bertahun-tahun dengan tokoh-tokoh sukses dunia. Kesimpulan buku itu cuma satu: “Untuk sukses besar dalam suatu bidang, apapun bidangnya, dibutuhkan waktu setidaknya sepuluh tahun dengan tetap berfokus pada bidang tersebut.” &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kami yakin benar dengan kesimpulan buku itu. Kami punya bukti, seorang yang cukup kami kenal, sejak lulus SMA, hidup dari berdagang dan tak pemah berpindah-pindah bidang usaha kecuali pada produk rumah tangga yang sangat digemari kaum ibu. Kenyataannya, tak sampai sepuluh tahun, ia sukses di bidang yang digelutinya. Itulah kekuatan fokus. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bak air yang menetesi sebuah batu, setetes demi setetes; hari berganti hari, tahun berganti tahun, pada saatnya, kita akan terkaget-kaget melihat kenyataan bahwa batu tersebut telah menjadi cekung hanya karena tetesan air.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/856592841697079183-825106202018349362?l=syahrudiforum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syahrudiforum.blogspot.com/feeds/825106202018349362/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://syahrudiforum.blogspot.com/2010/06/ingin-jadi-boss.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/856592841697079183/posts/default/825106202018349362'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/856592841697079183/posts/default/825106202018349362'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syahrudiforum.blogspot.com/2010/06/ingin-jadi-boss.html' title='Ingin Jadi Boss....?'/><author><name>Syahrudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11207986203888880827</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5rWovritelQ/TDCakmXgfAI/AAAAAAAAACo/z3-YOHt16sA/S220/gw.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-856592841697079183.post-8535100370559505984</id><published>2009-11-20T14:58:00.000+07:00</published><updated>2009-11-20T15:00:11.246+07:00</updated><title type='text'>Nilai Sebuah Kehidupan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Entah siapa yang memberitahunya alamat saya, ia tiba-tiba sudah berdiri di hadapan saya. Seorang sahabat lama yang sudah hampir sepuluh tahun tidak pernah bertemu, perawakannya tidak ada yang berubah mulai dari cara bersisirnya hingga cara berpakaiannya. Bahkan jika saya tidak salah ingat, pakaian yang dikenakannya saat itu adalah pakaian sehari-hari yang saya lihat sepuluh tahun yang lalu. ia bersepatu, tetapi saya tak sanggup menatap lama-lama sepatunya itu, hanya karena khawatir ia tersinggung jika saya menatapnya lama. Sebuah tas gemblok lusuh menempel di punggungnya, selusuh celana panjang yang warna hitamnya sudah memudar.&lt;br /&gt;Sebut saja Mino, ia langsung membuka tangannya berharap saya memeluknya sama hangatnya seperti dulu setiap kali kami bertemu. Tentu saja saya menyambut haru tangan terbukanya itu, kami pun berpelukan hangat dan cukup lama. Aroma matahari cukup menyengat dari tubuhnya tak membuat saya ingin melepaskannya, semerbak kerinduan diantara kami telah mengalahkan segalanya. Mino, lelaki seusia saya itu bergetar hebat meski hanya beberapa menit kami berpelukan, saya merasa ada tetesan air di pundak saya. “Sudah jadi orang hebat sahabatku ini rupanya…” bibirnya bergetar.&lt;br /&gt;Setelah berbicara sedikit tentang perjalanan masa lalu, saya agak iseng menanyakan keluarganya. Mino langsung tertegun, membuat saya merasa bersalah melepaskan pertanyaan itu. Bibirnya seperti hendak bergerak mengatakan sesuatu, tetapi yang terdengar hanya gumaman yang tak jelas. “Maaf jika saya menyinggung perasaanmu…” kalimat saya dipotong cepat, “Ooh tidak, tidak apa-apa…”&lt;br /&gt;Beberapa detik kemudian saya mampu membaca pikirannya, “Apa yang bisa saya bantu No?” Wajahnya sumringah mendadak, senyum yang sudah lama tak pernah saya lihat, yang saya lihat terakhir kali sepuluh tahun lalu itu. Sambil menepuk pundak saya ia pun berseloroh, “Orang sukses seperti kamu pasti bisa membantu saya untuk keluar dari persoalan kehidupan ini…”&lt;br /&gt;Saya mendengarkan kisahnya, tentang usaha reparasi komputernya yang bangkrut sehingga ia menjalani hari-hari tanpa penghasilan sepanjang hampir tiga tahun. Tentang hidupnya yang terus nomaden karena tak sanggup membayar biaya kontrakan, kontrakan terakhirnya yang ia tempati saat ini pun sudah menunggak tiga bulan dan diberi ultimatum satu bulan lagi untuk segera melunasinya. Belum lagi soal biaya masuk sekolah untuk anaknya yang sama sekali tak ia sanggupi.&lt;br /&gt;Dalam benak saya, “Mungkin ia akan meminjam atau meminta bantuan sejumlah uang yang cukup besar”. Kadang saya berlaku sok pahlawan, ingin membantu seseorang walaupun kondisi sering tidak memungkinkan untuk membantu maksimal. Namun rupanya dugaan saya salah, Mino hanya meminta sedikit dari yang saya kira, itupun meminjam. “Saya mau pinjam uang dua puluh ribu, bolehkah?” tanyanya hati-hati, mungkin ia khawatir saya tak bisa meminjaminya.&lt;br /&gt;Saya tersenyum, dua puluh ribu tentu saja bukan lagi pinjaman. Dalam kebiasaan saya, yang namanya pinjaman itu nilainya bisa sampai jutaan. “Begini No, kalau dua puluh ribu saya tidak mau meminjamkannya, tapi saya akan memberikannya kepadamu… ikhl…” saya batalkan menyebut kata ini. Bahkan saya memberi lebih dari yang dimintanya, meski kemudian Mino bilang bahwa yang saya berikan itu statusnya tetap pinjaman. Saya bilang, “itu pemberian” dia bilang, “ini pinjaman”, saya menyudahi perdebatan soal status itu dengan menyerah pada kegigihannya untuk tetap “meminjam”, bukan “meminta”.&lt;br /&gt;Dua bulan sudah saya tak mendengar kabar darinya. Entah apa yang bisa dilakukannya dengan uang yang tak seberapa itu. Hingga beberapa hari lalu, saya mendapat pesan singkat dari seseorang, “Saya ingin kembalikan lima puluh ribu yang saya pinjam tempo hari”. Saya bingung siapa yang mengirim pesan singkat tersebut karena namanya tidak tertera, setelah saya tanya siapa yang mengirimnya, terkirim lagi satu pesan singkat, “Ini Mino, maaf tidak bisa balas sms lagi soalnya pakai hape teman”.&lt;br /&gt;Saya putuskan untuk menelepon langsung nomor tersebut dan berbicara dengannya. Saya sudah katakan bahwa uang itu bukan pinjaman, tetapi hadiah. Namun ia tetap bersikeras ingin mengembalikannya. Cerita ia, hari itu juga setelah mendapat uang dari saya ia langsung membeli satu dus air mineral untuk dijual satuan. Habis satu dus, ia membeli lagi, dijual lagi dan begitu seterusnya. Sehingga satu bulan kemudian ia punya sedikit uang untuk dijadikan modal berdagang ala kadarnya. Tidak hanya itu, ia pun terselamatkan dari usiran pemilik kontrakan karena mulai bisa menyicil biaya kontrakan yang tertunggak. “Alhamdulillaah, saya masih punya sahabat yang memerhatikan…” ujarnya dari seberang telepon.&lt;br /&gt;Ingin sekali saya bertemu lagi dengan sahabat saya itu, kali ini saya akan memeluknya lebih lama dan lebih erat meski saya tahu aroma mataharinya lebih menyengat dari yang saya reguk sekitar dua bulan lalu. Hati ini jelas berbunga-bunga, ada haru yang terus menyelimuti dinding-dinding jiwa ini selepas pembicaraan di telepon itu. Masih terngiang di telinga saya ketika ia hanya ingin meminjam dua puluh ribu rupiah, jauh dari dugaan saya sebelumnya. Namun dua puluh ribu yang ingin ia pinjam itu adalah sebuah nilai kehidupan bagi seorang Mino.&lt;br /&gt;Dua puluh ribu rupiah, bagi sebagian kita hanyalah senilai sebungkus nasi di warung padang saat makan siang. Tetapi bagi orang seperti Mino adalah kehidupan panjang bagi ia, isteri dan dua anaknya. Dua puluh ribu bagi sebagian kita tidak cukup untuk uang jajan sehari anak-anak kita, namun bagi Mino berarti senyum panjang isteri dan anak-anaknya. Dua puluh ribu rupiah yang bagi sebagian kita sering dianggap recehan, namun bagi seorang Mino adalah nilai kehidupannya yang sangat berarti.&lt;br /&gt;Sahabat, tahukah arti dua puluh ribu rupiah miliki Anda??&lt;/div&gt;Sumber : Bayu Gawtama (http://solifecenter.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/856592841697079183-8535100370559505984?l=syahrudiforum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syahrudiforum.blogspot.com/feeds/8535100370559505984/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://syahrudiforum.blogspot.com/2009/11/nilai-sebuah-kehidupan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/856592841697079183/posts/default/8535100370559505984'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/856592841697079183/posts/default/8535100370559505984'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syahrudiforum.blogspot.com/2009/11/nilai-sebuah-kehidupan.html' title='Nilai Sebuah Kehidupan'/><author><name>Syahrudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11207986203888880827</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5rWovritelQ/TDCakmXgfAI/AAAAAAAAACo/z3-YOHt16sA/S220/gw.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-856592841697079183.post-8720698998390350595</id><published>2009-11-20T14:15:00.001+07:00</published><updated>2009-11-20T14:17:38.071+07:00</updated><title type='text'>Motivasi Hidup</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;1. Jangan tertarik kepada seseorang karena parasnya sebab keelokan paras dapat menyesatkan. Jangan pula tertarik kepada kekayaannya karena kekayaan dapat musnah. Tertariklah kepada seseorang yang dapat membuatmu tersenyum, karena hanya senyum yang dapat membuat hari-hari yang gelap menjadi cerah. Semoga kamu menemukan orang seperti itu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;2. Bermimpilah tentang apa yang ingin kamu impikan pergilah ke tempat-tempat kamu ingin pergi. Jadilah seperti yang kamu inginkan, karena kamu hanya memiliki satu kehidupan dan satu kesempatan untuk melakukan hal-hal yang ingin kamu lakukan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;3. Ketika satu pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang lain dibukakan. Tetapi sering kali kita terpaku terlalu lama pada pintu yang tertutup sehingga tidak melihat pintu lain yang dibukakan bagi kita.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;4. Sahabat terbaik adalah dia yang dapat duduk berayun-ayun di beranda bersamamu, tanpa mengucapkan sepatah katapun , dan kemudian kamu meninggalkannya dengan perasaan telah bercakap- cakap lama dengannya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;5. Sungguh benar bahwa kita tidak tahu apa yang kita miliki sampai kita kehilangannya, tetapi sungguh benar pula bahwa kita tidak tahu apa yang belum pernah kita miliki sampai kita mendapatkannya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;6. Pandanglah segala sesuatu dari kacamata orang lain. Apabila hal itu menyakitkan hatimu, sangat mungkin hal itu menyakitkan hari orang lain pula.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;7. Awal dari cinta adalah membiarkan orang yang kita cintai menjadi dirinya sendiri, dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kita inginkan. Jika tidak, kita hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kita temukan di dalam dia.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;8. Orang-orang yang paling berbahagiapun tidak selalu memiliki hal-hal terbaik, mereka hanya berusaha menjadikan yang terbaik dari setiap hal yang hadir dalam hidupnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;9. Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dengan beberapa orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat, kita harus mengerti bagaimana berterimakasih atas karunia itu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;10. Hanya diperlukan waktu seminit untuk menaksir seseorang, sejam untuk menyukai seseorang dan sehari untuk mencintai seseorang, tetapi diperlukan waktu seumur hidup untuk melupakan seseorang.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;11. Kebahagiaan tersedia bagi mereka yang menangis, mereka yang disakiti hatinya, mereka yang mencari dan mereka yang mencoba. Karena hanya mereka itulah yang menghargai pentingnya orang- orang yang pernah hadir dalam hidup mereka.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;12. Cinta datang kepada mereka yang masih berharap sekalipun pernah dikecewakan, kepada mereka yang masih percaya sekalipun pernah dikhianati, kepada mereka yang masih mencintai sekalipun pernah disakiti hatinya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;13. Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu, tetapi lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang dan tidak pernah memiliki keberanian untuk mengutarakan cintamu kepadanya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;14. Jangan pernah mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba, jangan pernah menyerah jika kamu masih merasa sanggup, jangan pernah mengatakan kamu tidak mencintainya lagi jika kamu masih tidak dapat melupakannya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;15. Memberikan seluruh cintamu kepada seseorang bukanlah jaminan dia akan membalas cintamu. Jangan mengharapkan balasan cinta, tunggulah sampai cinta berkembang di hatinya, tetapi jika tidak, berbahagialah karena cinta tumbuh di hatimu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;16. Ada hal-hal yang sangat ingin kamu dengar tetapi tidak akan pernah kamudengar dari orang yang kamu harapkan untuk mengatakannya. Namun demikian, janganlah menulikan telinga untuk mendengar dari orang yang mengatakannya dengan sepenuh hati.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;17. Waktu kamu lahir, kamu menangis dan orang- orang disekelilingmu tersenyum. Jalanilah hidupmu sehingga pada waktu kamu meninggal, kamu tersenyum dan orang-orang di sekelilingmu menangis.Allah tidak melihat kamu dengan banyaknya Amal kamu, Tetapi seberapa kualitas Amal kamu... itu artinya kualitas hidup.... qs Al Mulk : 2 sehingga : Jalanilah hidupmu sehingga pada waktu kamu meninggal, kamu tersenyum dan orang-orang di sekelilingmu menangis.SUMBER : &lt;a onmousedown="'UntrustedLink.bootstrap($(this)," href="http://planetmotivasi.wordpress.com/2009/05/20/motivation-of-live/#more-43" target="_blank" rel="nofollow"&gt;http://planetmotivasi.wordpress.com/2009/05/20/motivation-of-live/#more-43&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/856592841697079183-8720698998390350595?l=syahrudiforum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syahrudiforum.blogspot.com/feeds/8720698998390350595/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://syahrudiforum.blogspot.com/2009/11/motivasi-hidup.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/856592841697079183/posts/default/8720698998390350595'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/856592841697079183/posts/default/8720698998390350595'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syahrudiforum.blogspot.com/2009/11/motivasi-hidup.html' title='Motivasi Hidup'/><author><name>Syahrudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11207986203888880827</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5rWovritelQ/TDCakmXgfAI/AAAAAAAAACo/z3-YOHt16sA/S220/gw.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-856592841697079183.post-4750025861660600091</id><published>2009-11-20T14:05:00.000+07:00</published><updated>2009-11-20T14:09:03.515+07:00</updated><title type='text'>PIDATO ANAK 12 TH YANG MEMBUNGKAM PARA PEMIMPIN DUNIA DI PBB</title><content type='html'>Cerita ini berbicara mengenai seorang anak yg bernama Severn Suzuki,&lt;br /&gt;seorang anak yg pada usia 9 tahun telah mendirikan Enviromental&lt;br /&gt;Children's Organization ( ECO ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ECO sendiri adalah sebuah kelompok kecil anak yg mendedikasikan diri&lt;br /&gt;untuk belajar dan mengajarkan pada anak" lain mengenai masalah&lt;br /&gt;lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan mereka pun diundang menghadiri Konfrensi Lingkungan hidup PBB,&lt;br /&gt;dimana pada saat itu Severn yg berusia 12 Tahun memberikan sebuah&lt;br /&gt;pidato kuat yg memberikan pengaruh besar ( dan membungkam ) beberapa&lt;br /&gt;pemimpin dunia terkemuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yg disampaikan oleh seorang anak kecil ber-usia 12 tahun hingga&lt;br /&gt;bisa membuat RUANG SIDANG PBB hening, lalu saat pidatonya selesai&lt;br /&gt;ruang sidang penuh dengan orang terkemuka yg berdiri dan memberikan&lt;br /&gt;tepuk tangan yg meriah kepada anak berusia 12 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah Isi pidato tersebut: (Sumber: The Collage Foundation)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Halo, nama Saya Severn Suzuki, berbicara mewakili E.C.O - Enviromental&lt;br /&gt;Children Organization&lt;br /&gt;Kami adalah kelompok dari Kanada yg terdiri dari anak-anak berusia 12&lt;br /&gt;dan 13 tahun, yang mencoba membuat perbedaan: Vanessa Suttie, Morga,&lt;br /&gt;Geister, Michelle Quiq dan saya sendiri. Kami menggalang dana untuk&lt;br /&gt;bisa datang kesini sejauh 6000 mil untuk memberitahukan pada anda&lt;br /&gt;sekalian orang dewasa bahwa anda harus mengubah cara anda, hari ini di&lt;br /&gt;sini juga. Saya tidak memiliki agenda tersembunyi. Saya menginginkan&lt;br /&gt;masa depan bagi diri saya saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehilangan masa depan tidaklah sama seperti kalah dalam pemilihan umum&lt;br /&gt;atau rugi dalam pasar saham. Saya berada disini untuk berbicara bagi&lt;br /&gt;semua generasi yg akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berada disini mewakili anak-anak yg kelaparan di seluruh dunia&lt;br /&gt;yang tangisannya tidak lagi terdengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berada disini untuk berbicara bagi binatang-binatang yang sekarat&lt;br /&gt;yang tidak terhitung jumlahnya diseluruh planet ini karena kehilangan&lt;br /&gt;habitatnya. Kami tidak boleh tidak di dengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya merasa takut untuk berada dibawah sinar matahari karena&lt;br /&gt;berlubangnya lapisan OZON. Saya merasa takut untuk bernafas karena&lt;br /&gt;saya tidak tahu ada bahan kimia apa yg dibawa oleh udara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sering memancing di Vancouver bersama ayah saya hingga beberapa&lt;br /&gt;tahun yang lalu kami menemukan bahwa ikan-ikannya penuh dengan kanker.&lt;br /&gt;Dan sekarang kami mendengar bahwa binatang-binatang dan tumbuhan satu&lt;br /&gt;persatu mengalami kepunahan tiap harinya - hilang selamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hidup saya, saya memiliki mimpi untuk melihat kumpulan besar&lt;br /&gt;binatang-binatang liar, hutan rimba dan hutan tropis yang penuh dengan&lt;br /&gt;burung dan kupu-kupu. Tetapi sekarang saya tidak tahu apakah hal-hal&lt;br /&gt;tersebut bahkan masih ada untuk dilihat oleh anak saya nantinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah anda sekalian harus khawatir terhadap masalah-masalah kecil ini&lt;br /&gt;ketika anda sekalian masih berusia sama serperti saya sekarang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua ini terjadi di hadapan kita dan walaupun begitu kita masih tetap&lt;br /&gt;bersikap bagaikan kita masih memiliki banyak waktu dan semua&lt;br /&gt;pemecahannya. Saya hanyalah seorang anak kecil dan saya tidak memiliki&lt;br /&gt;semua pemecahannya. Tetapi saya ingin anda sekalian menyadari bahwa&lt;br /&gt;anda sekalian juga sama seperti saya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda tidak tahu bagaimana caranya memperbaiki lubang pada lapisan ozon kita.&lt;br /&gt;Anda tidak tahu bagaiman cara mengembalikan ikan-ikan salmon ke sungai&lt;br /&gt;asalnya.&lt;br /&gt;Anda tidak tahu bagaimana caranya mengembalikan binatang-binatang yang&lt;br /&gt;telah punah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan anda tidak dapat mengembalikan hutan-hutan seperti sediakala di&lt;br /&gt;tempatnya, yang sekarang hanya berupa padang pasir. Jika anda tidak&lt;br /&gt;tahu bagaima cara memperbaikinya. TOLONG BERHENTI MERUSAKNYA!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disini anda adalah delegasi negara-negara anda. Pengusaha, anggota&lt;br /&gt;perhimpunan, wartawan atau politisi - tetapi sebenarnya anda adalah&lt;br /&gt;ayah dan ibu, saudara laki-laki dan saudara perempuan, paman dan bibi&lt;br /&gt;- dan anda semua adalah anak dari seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa kita semua&lt;br /&gt;adalah bagian dari sebuah keluarga besar, yang beranggotakan lebih&lt;br /&gt;dari 5 milyar, terdiri dari 30 juta rumpun dan kita semua berbagi&lt;br /&gt;udara, air dan tanah di planet yang sama - perbatasan dan pemerintahan&lt;br /&gt;tidak akan mengubah hal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya hanyalah seorang anak kecil namun begitu saya tahu bahwa kita&lt;br /&gt;semua menghadapi permasalahan yang sama dan kita seharusnya bersatu&lt;br /&gt;untuk tujuan yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun marah, namun saya tidak buta, dan walaupun takut, saya tidak&lt;br /&gt;ragu untuk memberitahukan dunia apa yang saya rasakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di negara saya, kami sangat banyak melakukan penyia-nyiaan. Kami&lt;br /&gt;membeli sesuatu dan kemudian membuang nya, beli dan kemudian buang.&lt;br /&gt;Walaupun begitu tetap saja negara-negara di Utara tidak akan berbagi&lt;br /&gt;dengan mereka yang memerlukan.&lt;br /&gt;Bahkan ketika kita memiliki lebih dari cukup, kita merasa takut untuk&lt;br /&gt;kehilangan sebagian kekayaan kita, kita takut untuk berbagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Kanada kami memiliki kehidupan yang nyaman, dengan sandang, pangan&lt;br /&gt;dan papan yang berkecukupan - kami memiliki jam tangan, sepeda,&lt;br /&gt;komputer dan perlengkapan televisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua hari yang lalu di Brazil sini, kami terkejut ketika kami&lt;br /&gt;menghabiskan waktu dengan anak-anak yang hidup di jalanan. Dan salah&lt;br /&gt;satu anak tersebut memberitahukan kepada kami: " Aku berharap aku&lt;br /&gt;kaya, dan jika aku kaya, aku akan memberikan anak-anak jalanan&lt;br /&gt;makanan, pakaian dan obat-obatan, tempat tinggal, cinta dan kasih&lt;br /&gt;sayang " .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika seorang anak yang berada dijalanan dan tidak memiliki apapun,&lt;br /&gt;bersedia untuk berbagi, mengapa kita yang memiliki segalanya masih&lt;br /&gt;begitu serakah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak dapat berhenti memikirkan bahwa anak-anak tersebut berusia&lt;br /&gt;sama dengan saya, bahwa tempat kelahiran anda dapat membuat perbedaan&lt;br /&gt;yang begitu besar, bahwa saya bisa saja menjadi salah satu dari&lt;br /&gt;anak-anak yang hidup di Favellas di Rio; saya bisa saja menjadi anak&lt;br /&gt;yang kelaparan di Somalia ; seorang korban perang timur tengah atau&lt;br /&gt;pengemis di India .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa jika semua&lt;br /&gt;uang yang dihabiskan untuk perang dipakai untuk mengurangi tingkat&lt;br /&gt;kemiskinan dan menemukan jawaban terhadap permasalahan alam, betapa&lt;br /&gt;indah jadinya dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sekolah, bahkan di taman kanak-kanak, anda mengajarkan kami untuk&lt;br /&gt;berbuat baik. Anda mengajarkan pada kami untuk tidak berkelahi dengan&lt;br /&gt;orang lain, untuk mencari jalan keluar, membereskan kekacauan yang&lt;br /&gt;kita timbulkan; untuk tidak menyakiti makhluk hidup lain, untuk&lt;br /&gt;berbagi dan tidak tamak. Lalu mengapa anda kemudian melakukan hal yang&lt;br /&gt;anda ajarkan pada kami supaya tidak boleh dilakukan tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan lupakan mengapa anda menghadiri konperensi ini, mengapa anda&lt;br /&gt;melakukan hal ini - kami adalah anak-anak anda semua. Anda sekalianlah&lt;br /&gt;yang memutuskan, dunia seperti apa yang akan kami tinggali. Orang tua&lt;br /&gt;seharus nya dapat memberikan kenyamanan pada anak-anak mereka dengan&lt;br /&gt;mengatakan, " Semuanya akan baik-baik saja , 'kami melakukan yang&lt;br /&gt;terbaik yang dapat kami lakukan dan ini bukanlah akhir dari&lt;br /&gt;segalanya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi saya tidak merasa bahwa anda dapat mengatakan hal tersebut&lt;br /&gt;kepada kami lagi. Apakah kami bahkan ada dalam daftar prioritas anda&lt;br /&gt;semua? Ayah saya selalu berkata, "Kamu akan selalu dikenang karena&lt;br /&gt;perbuatanmu, bukan oleh kata-katamu" .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, apa yang anda lakukan membuat saya menangis pada malam hari.&lt;br /&gt;Kalian orang dewasa berkata bahwa kalian menyayangi kami. Saya&lt;br /&gt;menantang A N D A , cobalah untuk mewujudkan kata-kata tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian dan terima kasih atas perhatiannya.&lt;br /&gt;***********&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Servern Cullis-Suzuki telah membungkam satu ruang sidang Konperensi&lt;br /&gt;PBB, membungkam seluruh orang-orang penting dari seluruh dunia hanya&lt;br /&gt;dengan pidatonya. Setelah pidatonya selesai serempak seluruh orang&lt;br /&gt;yang hadir diruang pidato tersebut berdiri dan memberikan tepuk tangan&lt;br /&gt;yang meriah kepada anak berusia 12 tahun itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan setelah itu, ketua PBB mengatakan dalam pidatonya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Hari ini saya merasa sangatlah malu terhadap diri saya sendiri&lt;br /&gt;karena saya baru saja disadarkan betapa pentingnya linkungan dan&lt;br /&gt;isinya disekitar kita oleh anak yang hanya berusia 12 tahun, yang maju&lt;br /&gt;berdiri di mimbar ini tanpa selembarpun naskah untuk berpidato.&lt;br /&gt;Sedangkan saya maju membawa berlembar naskah yang telah dibuat oleh&lt;br /&gt;asisten saya kemarin. Saya ... tidak kita semua dikalahkan oleh anak&lt;br /&gt;yang berusia 12 tahun "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------------ --------- --------- --------- --------- ---------&lt;br /&gt;--------- --------- ------&lt;br /&gt;*Tolong sebarkan tulisan ini ke semua orang yang anda kenal, bukan&lt;br /&gt;untuk mendapatkan nasib baik atau kesialan kalau tidak mengirimkan,&lt;br /&gt;tapi mari kita bersama-sama membuka mata semua orang di dunia bahwa&lt;br /&gt;bumi sekarang sedang dalam keadaan sekarat dan kitalah manusia yang&lt;br /&gt;membuatnya seperti ini yang harus bertindak untuk mencegah kehancuran&lt;br /&gt;dunia.&lt;br /&gt;*(Copyright from: Moe Joe Free)*&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/856592841697079183-4750025861660600091?l=syahrudiforum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syahrudiforum.blogspot.com/feeds/4750025861660600091/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://syahrudiforum.blogspot.com/2009/11/pidato-anak-12-th-yang-membungkam-para.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/856592841697079183/posts/default/4750025861660600091'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/856592841697079183/posts/default/4750025861660600091'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syahrudiforum.blogspot.com/2009/11/pidato-anak-12-th-yang-membungkam-para.html' title='PIDATO ANAK 12 TH YANG MEMBUNGKAM PARA PEMIMPIN DUNIA DI PBB'/><author><name>Syahrudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11207986203888880827</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5rWovritelQ/TDCakmXgfAI/AAAAAAAAACo/z3-YOHt16sA/S220/gw.bmp'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-856592841697079183.post-2010310827469535889</id><published>2009-05-07T00:00:00.001+07:00</published><updated>2009-05-07T00:05:12.821+07:00</updated><title type='text'>Permasalahan Kemiskinan di Indonesia</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;BAB I&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak awal kemerdekaan bangsa Indonesia ini hampir 64 tahun yang lalu, bangsa Indonesia telah mempunyai perhatian yang sangat besar terhadap terciptanya masyarakat yang adil dan makmur sebagaimana yang tercantum dalam alinea keempat Undang-Undang Dasar 1945 yang berbunyi ….'Kemudian daripada itu, untuk membentuk suatu Pemerintahan Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdas kehidupan bangsa…Berdasarkan bunyi undang-undang tersebut sangatlah jelas bahwa salah tujuan utama dari berjalannya roda pemerintahan adalah menciptakan kesejahteraan bagi masyarakat. &lt;br /&gt;Program-program pembangunan yang dilaksanakan selama ini sebetulnya selalu memberikan perhatian yang besar terhadap upaya pengentasan kemiskinan karena pada dasarnya pembangunan yang dilakukan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Meskipun demikian, masalah kemiskinan sampai saat ini terus-menerus menjadi masalah yang berkepanjangan dan tidak pernah terselesaikan. Bahkan saat ini terutama menjelang Pemilihan Umum 2009 dimana hampir semua partai-partai politik mencantumkan program pengentasan kemiskinan sebagai program utama dalam platform mereka yang selalu disampaikan dalam kampanye-kampanyenya.&lt;br /&gt;Pada masa Orde Baru, dimana saat itu pertumbuhan ekonomi negara kita cukup tinggi dan stabil yaitu rata-rata sebesar 7,5 % selama periode 1970 – 1996, akan tetapi jumlah angka penduduk miskin di Indonesia masih relatif cukup tinggi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), prosentase jumlah penduduk miskin di Indonesia pada tahun 1996 yaitu sebesar 17,5 % atau sekitar 34,5 juta orang. Hal ini tentunya bertolak belakang dengan pandangan banyak para pengamat ekonomi yang menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi yang tinggi dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan pada akhirnya akan mengurangi jumlah penduduk miskin.&lt;br /&gt;Perhatian pemerintah terhadap pengantasan kemiskinan pada pemerintahan era reformasi terlihat lebih besar lagi setelah terjadinya krisis ekonomi pada tahun 1997. Meskipun demikian, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik menyatakan bahwa prosentase jumlah penduduk miskin di Indonesia pada tahun 2003 masih tetap tinggi yaitu sebesar 17,4 %, dengan jumlah penduduk yang lebih besar dibandingkan pada masa Orde Baru yaitu sebanyak 37,4 juta orang. Bahkan angka tersebut melonjak drastis diakhir tahun 2008 ini, dimana jumlah penduduk miskin menjadi 41,7 juta jiwa, atau sekitar 21,9 %. Angka-angka ini mengindikasikan bahwa program-program penanggulangan kemiskinan selama ini baik yang dilakukan semenjak masa pemerintahan Orde Baru sampai masa pemerintahan Reformasi belum berhasil mengatasi masalah kemiskinan di Indon&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEMBAHASAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi Kemiskinan&lt;br /&gt;Pengertian kemiskinan sangat beragam, yaitu mulai dari sekedar ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dasar dan memperbaiki keadaan hingga pengertian lebih luas yang memasukkan komponen-komponen sosial dan moral. Definisi kemiskinan mengalami perkembangan sesuai dengan penyebabnya yaitu, dimana pada awal 1990-an definisi kemiskinan telah diperluas tidak hanya berdasarkan tingkat pendapatan, tapi juga mencakup ketidakmampuan di bidang kesehatan, pendidikan dan perumahan. Belakangan ini pengertian kemiskinan telah mencakup dimensi kerentanan, ketidakberdayaan, dan ketidakmampuan untuk menyampaikan aspirasi . Definisi orang miskin hanya dari sudut pemenuhan konsumsi saja sudah tidaklah cukup karena:&lt;br /&gt;1.      Pengertian ini sering tidak berhubungan dengan definisi kemiskinan yang dimaksud oleh orang miskin itu sendiri, dan tidak cukup untuk memahami realitas kemiskinan;&lt;br /&gt;2.      Pengertian tersebut dapat menjerumuskan kepada kesimpulan yang salah, bahwa menanggulangi kemiskinan cukup hanya dengan menyediakan bahan makanan yang memadai, dan&lt;br /&gt;3.      Pengertian tersebut telah terbukti tidak bermanfaat bagi pengambil keputusan ketika merumuskan kebijakan lintas sektoral dan bisa kontra produktif&lt;br /&gt;Sedangkan definisi kemiskinan menurut versi pemerintah juga sangat beragam, antara lain menurut:&lt;br /&gt;(1) Menko Kesra (2000), kemiskinan adalah suatu keadaan kekurangan yang dialami oleh seseorang atau sekelompok orang di luar keinginan yang bersangkutan sebagai kejadian yang tidak dapat dihindari dengan kekuatan dan kemampuan yang dimilikinya yang disebabkan oleh berbagai faktor yang sangat kompleks yang berinteraksi satu sama lain; (2) Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), kemiskinan adalah jumlah keluarga miskin prasejahtera yang tidak dapat melaksanakan ibadah menurut agamanya; tidak mampu makan 2 kali sehari; tidak memiliki pakaian berbeda untuk di rumah, bekerja dan bepergian; bagian tertentu dari rumah berlantai tanah; dan tidak mampu membawa anggota keluarga ke sarana kesehatan;&lt;br /&gt;(3) Badan Pusat Statistik (BPS) kemiskinan adalah kondisi dimana seseorang hanya dapat memenuhi kebutuhan makannya kurang dari 2.100 kalori perkapita perhari.&lt;br /&gt;Menurut Bank Pembangunan Asia (1999) kemiskinan adalah ketiadaan aset-aset dan kesempatan esensial yang menjadi hak setiap manusia. Setiap orang harus mempunyai akses pada pendidikan dasar dan rawatan kesehatan primer. Rumah tangga miskin mempunyai hak untuk menunjang hidupnya dengan jerih payahnya sendiri, dan mendapat imbalan yang memadai, serta mempunyai perlindungan terhadap gangguan mendadak dari luar. Selain pendapatan dan layanan dasar, individu-individu dan masyarakat juga menjadi miskin jika mereka tidak diberdayakan untuk ikut serta dalam pengambilan keputusan yang menentukan kehidupan mereka. Kemiskinan lebih baik diukur dengan ukuran: pendidikan dasar, rawatan kesehatan, gizi, air bersih, dan sanitasi; di samping pendapatan, pekerjaan, dan upah. Ukuran ini harus digunakan untuk mewakili hal-hal yang tidak berwujud, seperti rasa ketidakberdayaan dan ketiadaan kebebasan untuk berpartisipasi. Sedangkan definisi kemiskinan menurut Bank Dunia adalah tidak tercapainya kehidupan yang layak dengan pendapatan $ 1 perhari (Bank Dunia, 2004).&lt;br /&gt;Permasalahan Kemiskinan di Indonesia&lt;br /&gt;Pada dasarnya ada dua faktor penting yang menyebabkan gagalnya program pemerintah dalam upaya pengentasan angka kemiskinan di Indonesia ini. Pertama, program-program penanggulangan kemiskinan selama ini cenderung berfokus pada upaya penyaluran dana atau bantuan sosial pada rakyat miskin, antar lain berupa beras untuk rakyat miskin (Raskin), program Jaring Pengaman Sosial (JPS) dan yang terakhir adalah berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT). Upaya ini sesungguhnya akan sulit dalam menyelesaikan masalah kemiskinan yang sesunguhnya, karena sifat bantuan adalah tidak untuk pemberdayaan, bahkan akan dapat menimbulkan ketergantungan sehingga akan sangat tidak mendidik. Program-program bantuan yang lebih berorientasi pada tipe kedermawanan pemerintah ini justru dapat memperburuk dan perilaku masyarakat miskin. Disisi yang lain, program-program bantuan sosial ini juga dapat memberi celah bagi pihak-pihak tertentu untuk melakukan tindak pidana korupsi dalam proses penyalurannya.. Faktor kedua yang  mengakibatkan gagalnya program penanggulangan kemiskinan adalah kurangnya pemahaman berbagai pihak tentang  dalam hal ini terutama pemerintah tentang penyebab kemiskinan itu sendiri sehingga program-program pembangunan yang ada tidak didasarkan pada isu-isu kemiskinan, dimana penyebabnya berbeda-beda secara lokal.&lt;br /&gt;Sebagaimana diketahui, data dan informasi yang digunakan untuk program-program penanggulangan kemiskinan selama ini adalah data makro hasil Survei Sosial dan Ekonomi Nasional (Susenas) yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik dan data mikro hasil pendaftaran keluarga prasejahtera dan sejahtera oleh Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional. Kedua data ini pada dasarnya ditujukan untuk kepentingan perencanaan nasional yang sentralistik, dengan asumsi yang menekankan pada keseragaman dan fokus pada indikator dampak. Pada kenyataannya, data dan informasi ini tidak akan dapat mencerminkan tingkat keragaman dan kompleksitas yang ada di Indonesia yang dkenal sebagai Negara besar yang mencakup banyak wilayah yang sangat berbeda, baik dari segi ekologi, organisasi sosial, sifat budaya, maupun bentuk ekonomi yang berlaku secara lokal yang ada pada daerah masing-masing. Bisa saja terjadi bahwa angka-angka kemiskinan tersebut tidak realistis untuk kepentingan lokal dan bahkan bisa membingungkan pemimpinan lokal dalam hal ini pemerintahan kabupaten maupun pemerintahan kota. Sebagai contoh pada suatu kasus yang terjadi di Kabupaten Sumba Timur, dimana Kabupaten Sumba Timur merasa kesulitan dalam menyalurkan beras untuk orang miskin karena adanya dua angka kemiskinan yang sangat berbeda antara data yang dikeluarkan BPS dengan data yang dikeluarkan oleh BKKBN pada suatu periode. Disatu pihak angka kemiskinan Sumba Timur yang dikeluarkan oleh BPS pada tahun 1999 adalah 27%, sementara angka kemiskinan (keluarga prasejahtera dan sejahtera I) yang dihasilkan BKKBN pada tahun yang sama mencapai 84 persen. Kedua angka ini cukup menyulitkan pemerintah dalam menyalurkan bantuan-bantuan, karena data yang digunakan untuk target sasaran rumah tangga adalah data BKKBN, sementara alokasi bantuan didasarkan pada angka yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).&lt;br /&gt;Secara konseptual, data makro yang dihitung BPS selama ini dengan pendekatan kebutuhan dasar (basic needs approach) pada dasarnya (walaupun belum sempurna) dapat digunakan untuk memantau perkembangan serta perbandingan penduduk miskin antar daerah. Namun, data makro tersebut mempunyai keterbatasan karena hanya bersifat indikator dampak yang dapat digunakan untuk target sasaran geografis, tetapi tidak dapat digunakan untuk target sasaran individu rumah tangga atau keluarga miskin. Untuk target sasaran rumah tangga miskin, diperlukan data mikro yang dapat menjelaskan penyebab kemiskinan secara lokal. Untuk data mikro, beberapa lembaga pemerintah telah berusaha mengumpulkan data keluarga atau rumah tangga miskin secara lengkap, antara lain data keluarga prasejahtera dan sejahtera I oleh BKKBN dan data rumah tangga miskin oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Meski demikian, indikator- indikator yang dihasilkan masih terbatas pada identifikasi rumah tangga. Di samping itu, indikator-indikator tersebut selain tidak bisa menjelaskan penyebab kemiskinan, juga masih bersifat sentralistik dan seragam-tidak dikembangkan dari kondisi akar rumput dan belum tentu mewakili keutuhan sistem sosial yang spesifik lokal. Strategi kedepan tentunya diharapkan, berkaitan dengan penerapan otonomi daerah sejak tahun 2001, data dan informasi mengenai angka jumlah kemiskinan yang ada sekarang perlu dicermati lebih lanjut, terutama manfaatnya untuk perencanaan lokal. Masalah utama yang muncul sehubungan dengan data mikro sekarang ini adalah, selain data tersebut belum tentu relevan untuk kondisi daerah atau komunitas. Dalam proses pengambilan keputusan diperlukan adanya indikator-indikator yang realistis yang dapat diterjemahkan ke dalam berbagai kebijakan dan program yang perlu dilaksanakan untuk penanggulangan kemiskinan. Indikator tersebut harus sensitif terhadap fenomena-fenomena kemiskinan atau kesejahteraan individu, keluarga, unit-unit sosial yang lebih besar, dan wilayah yang dapat menjelaskan akar penyebab kemiskinan di suatu daerah atau komunitas tertentu. Kajian secara ilmiah terhadap berbagai fenomena yang berkaitan dengan kemiskinan, seperti faktor penyebab proses terjadinya kemiskinan atau pemiskinan dan indikator-indikator dalam pemahaman gejala kemiskinan serta akibat-akibat dari kemiskinan itu sendiri, perlu dilakukan. Oleh karena itu, pemerintah kabupaten/kota dengan dibantu para peneliti perlu mengembangkan sendiri sistem pemantauan kemiskinan di daerahnya, khususnya dalam era otonomi daerah sekarang yang sekarang ini mulai diterapkan. Para peneliti tersebut tidak hanya dibatasi pada displin ilmu ekonomi, tetapi juga disiplin ilmu sosiologi, ilmu antropolgi dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Strategi Penanggulangan Kemiskinan&lt;br /&gt;Strategi untuk mengatasi krisis kemiskinan tidak dapat lagi dilihat dari satu dimensi saja (pendekatan ekonomi), tetapi memerlukan diagnosa yang lengkap dan menyeluruh (sistemik) terhadap semua aspek yang menyebabkan kemiskinan secara lokal.Data dan informasi kemiskinan yang akurat dan tepat sasaran sangat diperlukan untuk memastikan keberhasilan pelaksanaan serta pencapaian tujuan atau sasaran dari kebijakan dan program penanggulangan kemiskinan, baik di tingkat nasional, tingkat kabupaten/kota, maupun di tingkat komunitas.&lt;br /&gt;Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dalam permasalahan ini telah menetapkan dua strategi utama penanggulangan kemiskinan, yaitu:&lt;br /&gt;1. Meningkatkan pendapatan melalui peningkatan produktivitas, dimana masyarakat miskin memiliki kemampuan pengelolaan, memperoleh peluang dan perlindungan untuk memperoleh hasil yang lebih baik dalam berbagai kegiatan ekonomi, sosial budaya maupun politik; dan&lt;br /&gt; 2. Mengurangi pengeluaran melalui pengurangan beban kebutuhan dasar seperti akses ke pendidikan, kesehatan dan infrastruktur yang mempermudah dan mendukung kegiatan sosial ekonomi. Kedua strategi tersebut dijabarkan dalam empat pilar langkah kebijakan sebagai berikut:&lt;br /&gt;(1) Dalam rangka memperluas kesempatan (promoting opportunity) maka strategi yang dilakukan adalah menciptakan suasana dan lingkungan ekonomi makro, pemerintahan, dan pelayanan publik yang memihak bagi pencapaian upaya-upaya penanggulangan kemiskinan.&lt;br /&gt;(2) Dalam rangka upaya pemberdayaan masyarakat (community empowerment), maka strategi yang dipilih adalah peningkatan kualitas sumberdaya manusia, pemantapan organisasi dan kelembagaan sosial, politik, ekonomi, dan budaya sehingga mampu mengakses dan berpartisipasi dalam pengambilan kebijakan dan perencanaan publik.&lt;br /&gt;(3) Dalam rangka upaya peningkatan kemampuan (capacity building), maka strategi yang dipilih adalah peningkatan kemampuan dasar masyarakat miskin untuk meningkatkan pendapatan melalui langkah perbaikan kesehatan dan pendidikan, peningkatan keterampilan usaha, permodalan, prasa-rana, teknologi, serta informasi pasar.&lt;br /&gt;(4) Dalam rangka upaya perlindungan sosial (social protection), maka strategi yang dipilih adalah memberikan perlindungan dan rasa aman bagi masyarakat miskin, utamanya kelompok masyarakat yang paling miskin (fakir miskin, orang jompo, anak terlantar, cacat) dan kelompok masyarakat miskin yang disebabkan oleh bencana alam, dampak negatif, krisis ekonomi dan konflik sosial yang diarahkan melalui kemampuan kelompok masyarakat dalam menyisihkan sebagian dari penghasilan melalui mekanisme tabungan kelompok.&lt;br /&gt;Berdasarkan faktor penyebab kemiskinan yang dominan, yaitu faktor struktural (eksternal), maka ada tiga pilar demokratisasi untuk melawan pemiskinan, yaitu:&lt;br /&gt;Restrukturisasi relasi politik, antara lain:&lt;br /&gt; (a) Perlunya dibentuk UU yang secara khusus mengatur penanggulangan kemiskinan. UU ini akan mengatur: strategi penanggulangan kemiskinan dan target penanggulangan kemiskinan; komisi independen kemiskinan dan dana/alokasi dana untuk penanggulangan kemiskinan;&lt;br /&gt;(b) Komisi Penanggulangan Kemiskinan Independen yang diangkat berda-sarkan Undang&amp;shy;Undang dan beranggotakan orang yang kredibel yang memiliki mandat untuk memajukan, membela dan memantau program pembangunan dan penanggulangan kemiskinan;&lt;br /&gt;(c) Revisi dan/atau pencabutan Peraturan Perundang-undangan yang meng-hambat atau tidak mendukung usaha-usaha penanggulangan pemiskinan.&lt;br /&gt;Berdasarkan ketiga hal tersebut, maka pendekatan penanggulangan kemiskinan menjadi kewajiban hukum (legal obligation) dari Negara. Dengan demikian akan terhindari penanggulangan kemiskinan menjadi suatu hal yang bersifat "kedermawanan' (charity). Terkait dengan pendekatan kemiskinan berbasis hak, maka strategi yang bertumpu pada kewajiban negara (state obligation) akan dapat menjadi inisiatif yang memadai untuk mendukung proses pemberdayaan masyarakat miskin.&lt;br /&gt;Strategi penanggulangan kemiskinan yang dirumuskan oleh Bappenas tersebut dikritik oleh pada para pegiat LSM karena proses penyusunannya bersifat sangat-terlalu elitis-sentralistis (tidak bersifat desentralistis sesuai semangat dan roh otonomi daerah), tidak partisipatif dalam artian tidak melibatkan perwakilan masyarakat miskin sehingga tidak memenihi prinsip akuntabelitas publik, dan menafikan realitas penyebab kemiskinan yang bersifat lokal-spesifik. Oleh karena itu, perumusan strategi penanggulangan kemiskinan daerah (SPKD) sesuai amanat Inpres Nomor 5 tahun 2003 seyogianya berbasis pada penyebab kemiskinan, baik penyebab langsung (pola), penyebab tidak langsung (struktur) dan penyebab mendasar/akar permasalahan dilakukan melalui analisis kemiskinan partisipatif (AKP) sebagai pendekatan alternatif. Langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam melakukan AKP, yaitu dengan mengajukan beberapa pertanyaan kunci, antara lain:&lt;br /&gt;Pertanyaan pertama, yaitu dimana masyarakat miskin berada? Pertanyaan ini akan menuntun kita untuk mengenali konsentrasi peta kemiskinan, apakah mereka berada pada daerah tertentu, misalnya perkampungan nelayan, daerah pertanian, daerah suku minoritas tertentu atau di daerah terpencil di pegunungan, atau di sudut-sudut perkotaan atau kemiskinan ada merata di berbagai tempat. Kita dapat mengajak berbagai stakeholders melalui proses konsultasi publik terbatas untuk menentukan tipologi kemiskinan yang terdapat di kabupaten/kota tersebut. Penentuan tipologi harus didasarkan pada pertimbangan gabungan data kemiskinan yang dikeluarkan oleh BKKBN, BPS, Dinsos, Bappeda dan sumber lainnya yang dapat dipercaya, dengan tidak mempertentangkan konsep yang dianut oleh masing-masing Dinas/Badan/Kantor/lembaga&lt;br /&gt;Pertanyaan kedua, yaitu siapa saja pihak yang miskin tersebut? Apakah mereka umumnya berasal dari suku tertentu, kelompok masyarakat yang mempunyai kedudukan sosial tertentu atau mempunyai pekerjaan-pekerjaan tertentu. Misalnya mereka umumnya merupakan buruh nelayan yang tidak mempunyai perahu sendiri, mereka buruh perkebunan musiman yang merupakan pendatang di daerah ini, mereka adalah masyarakat yang hidup di laut yang tidak mempunyai lahan dan dianggap oleh masyarakat lokal umumnya sebagai masyarakat yang terbelakang dan suka mencuri atau mereka merupakan suku berpindah yang hidup di hutan yang tidak mampu menyesuaikan diri dengan kehidupan modern pada umumnya dan masyarakat menganggapnya sebagai suku terasing. Bagaimana kondisi perempuan, janda dan buruh anak pada masyarakat miskin ini? Misalnya di masyarakat nelayan kondisi janda sangat sulit karena mereka tidak punya akses kelaut (umumnya perempuan tidak ikut kelaut), akses utama kehidupan nelayan. Mereka terpaksa hidup dari sisa ikan yang tidak laku terjual dan bercocok tanam secara sangat sederhana. Dari kedua pertanyaan ini kelompok miskin akan menjadi jauh lebih kongkrit sosoknya, sehingga pertanyaan berikut juga bisa dijawab dengan sangat spesifik.&lt;br /&gt;Pertanyaan ketiga, yaitu mengapa mereka menjadi miskin atau tetap miskin? Umumnya mereka miskin karena kekurangan akses terhadap sumber-sumber utama ekonomi mereka seperti keterbatasan informasi, pasar, modal, pengetahuan pengelolaan produksi (manajemen usaha) atau pada keputusan publik yang menentukan harkat hidup mereka. Contohnya, keterbatasan informasi mengenai cara memelihara ayam yang baik, cara menyiasati pasar yang ada, harga komoditi di pasaran, cara memperoleh input yang lebih murah dll. Keterbatasan akses terhadap pasar karena hanya ada satu pedagang pengumpul yang memonopoli akses mereka kepasar di luar desanya dll. Keterbatasan modal, semua usaha selalu mengeluhkan keterbatasan modal namun adanya modal yang lebih besar tidak selalu menyelesaikan masalah dan bahkan bisa memperparah keadaan. Pemberian modal pinjaman untuk mesin jahit pada pengrajin boneka di Tasikmalaya justru mengurangi pendapatan mereka. Mereka dahulunya dipinjamkan mesin oleh pengumpul, sekarang harus mencicil dan memelihara mesin sendiri sementara harga jual ke pengumpul yang memonopoli akses ke pasar luar sama saja. Mesin jahit juga tidak bisa dipakai untuk kepentingan produktif lainnya. Petani bebek di Jawa Tengah nasibnya lebih buruk setelah mendapat modal karena kesulitan mengembalikan hutangnya. Penambahan bebek memerlukan cara penanganan yang lebih profesional sementara pengetahuan produksi mereka terbatas dan daya serap pasar desa untuk bebek mereka juga terbatas. Produksi bebek meningkat tapi harga jual jadi menurun. Modal selalu dibutuhkan tapi tanpa memperhitungkan kemampuan mengatur produksi dan akses pasar modal bisa menjadi bumerang.&lt;br /&gt;Pengelolaan produksi, misalnya pengrajin meubel dan sejenisnya sering meningkatkan produksi berdasarkan perkiraan trend pasar yang kurang dikaji dengan baik sehingga pada saat tertentu sering terjadi kelebihan produksi. Akibatnya untuk membayar buruh dan biaya lainnya barang terpaksa di jual dengan merugi. Kemampuan mengelola sistem produksi yang dikaitkan dengan kondisi pasar sangat penting namun kebanyakan pengusaha kecil tidak mempunyai kemampuan ini. Harus ada sistem yang menjembataninya. Akses terhadap keputusan publik, yaitu sering keputusan mengenai tata ruang bisa secara tiba-tiba memiskinkan banyak orang. Contohnya, Keputusan Pemerintah DKI Jakarta untuk merubah fungsi suatu perkampungan di Jakarta Utara menjadi kompleks Ruko hanya menguntungkan aparat dan merugikan masyarakat banyak. Daerah kampung miskin ini merupakan daerah industri rumahan penunjang eksport "wearing apparel". Detail-detail kecil dari barang yang akan dieksport seperti manik-manik, kancing yang lepas dipasang disini sebelum dimasukan ke container. Suatu sistem yang praktis dan menguntungkan produsen, kelompok miskin dan eksport Indonesia, terpaksa hilang hanya karena perencana di DKI tiba-tiba merasa akan lebih produktif bila daerah ini dibuat ruko. Bila kelompok miskin mempunyai kesempatan yang sama terhadap keputusan publik kerugian ini tidak akan terjadi.&lt;br /&gt;Kerentanan yang tinggi, selain akses mereka juga miskin karena mempunyai kerentanan yang tinggi. Mereka sering mempunyai kiat-kiat yang mengagumkan untuk mengatasi krisis namun kerentanan mereka umumnya tetap tinggi. Seorang janda yang berdagang kelontong sering harus memakai semua modalnya bila anak sakit, ada keluarga hajatan, dll. Petani kecil sekali gagal panen akan sulit memberoleh modal kembali dan sering terbelit hutang yang berkepanjangan. Pedagang ukiran logam akan bangkrut bila sedikit kurang memperhatikan fluktuasi harga logam yang berubah cepat. Kerentanan-kerentanan semacam ini yang penting untuk diatasi dalam mengurangi kemiskinan. Bagaimanapun, kerentanan ini sangat perlu disadari walau sering tertutupi oleh kegigihan dan fleksibilitas mereka dalam berusaha. Kerentanan ini, seringkali menyebabkan mereka sangat sulit mengakumulasi modal. Penyebab kemiskinan terkait dengan "human capital", "social capital", " financial capital", "physical capital" dan "natural capital" dapat dianalisis dengan diagram penyebab kemiskinan (cause effect diagram) atau dengan fenomena gunung es.&lt;br /&gt;Pertanyaan keempat yaitu, apa yang seharusnya dilakukan, apa yang mampu dilakukan oleh para stakeholders, bagaimana caranya? Bila kita akan mengarah pada strategi yang realistis, maka kita perlu membedakan kedua jawaban ini dan memfokuskan diri pada apa yang mampu dilakukan. Pemetaan jawaban 1,2 dan 3 yang digabungkan dengan usulan upaya-upaya penanganan yang realistis inilah merupakan suatu strategi penanggulangan kemiskinan (siapa melakukan apa, kapan, dimana dan bagaimana). Setelah merumuskan strategi penanggulangan kemiskinan secara transparan, partisipatif dan akuntabel, maka SPKD tersebut harus dikonsultasi-publikan lagi di tingkat cluster (kecamatan) dan di kabupaten/kota untuk mendapatkan masukan yang lebih luas dan mempertinggi prinsip transparansi, partisipasi dan akuntabilitas publik. Selanjutnya SPKD tersebut harus dilembagakan melalui mekanisme legislasi yang diajukan oleh pihak eksekutif (pemkab/Pemkot) atau mungkin pula merupakan hak inisiatif legislatif kalau inisiatifnya berasal dari DPRD. Pelembagaan SPKD dalam bentuk peraturan daerah (Perda) harus dilakukan karena memiliki kekuatan "legal-formal" untuk selanjutnya diintegrasikan dalam mekanisme perencanaan dan penganggaran reguler (APBD), kemudian diimplementasikan, diawasi oleh publik dan dipertanggungjawabkan dalam LPJ Bupati/Walikota&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB III&lt;br /&gt;PENUTUP&lt;br /&gt;Upaya penanggulangan kemiskinan memiliki makna filosofis, strategis maupun pragmatis. Oleh karenanya, upaya penanggulangannya seyogianya dilakukan secara menyeluruh, mendasar, mendalam, transparan, partisipatif dan akuntabel dengan berbasis pada penyebab kemiskinan yang multi-dimensional, baik secara langsung, tidak langsung, maupun menukik langsung pada akar permasalahannya. Jika tidak demikian, maka benarlah apa yang pernah dikatakan oleh pepatah Afrika yang mengatakan bahwa" Barang siapa ingin membantu sembilan orang miskin, maka ia menghadapi resiko menjadi orang miskin yang kesepuluh". Dengan demikian, kita harus bekerjasama lintas sektoral-para pihak (multi-stakeholders), lintas kabupaten/kota, lintas propinsi dan lintas negara dalam menanggulangi kemiskinan. Karena itu, falsafah sapu lidi masih sangat relevan dalam upaya penanggulangan kemiskinan, yaitu berkerja bersama dalam menanggulangi kemiskinan (Working together to overcome the poverty). Dengan kemauan politik (political will) dan aksi politik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/856592841697079183-2010310827469535889?l=syahrudiforum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syahrudiforum.blogspot.com/feeds/2010310827469535889/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://syahrudiforum.blogspot.com/2009/05/permasalahan-kemiskinan-di-indonesia.html#comment-form' title='14 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/856592841697079183/posts/default/2010310827469535889'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/856592841697079183/posts/default/2010310827469535889'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syahrudiforum.blogspot.com/2009/05/permasalahan-kemiskinan-di-indonesia.html' title='Permasalahan Kemiskinan di Indonesia'/><author><name>Syahrudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11207986203888880827</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5rWovritelQ/TDCakmXgfAI/AAAAAAAAACo/z3-YOHt16sA/S220/gw.bmp'/></author><thr:total>14</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-856592841697079183.post-548198465338118866</id><published>2009-04-07T09:02:00.001+07:00</published><updated>2009-04-07T09:06:40.944+07:00</updated><title type='text'>Berinvestasi Dalam Perdagangan Berjangka Komoditi</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Kebutuhan hidup seseorang semakin lama semakin meningkat yang mau tidak mau harus terus dicukupi. Kondisi ini semakin hari semakin berat bila mengingat kemampuan produktivitas seseorang dibatasi oleh usia, kesehatan, kesempatan kerja, dan lain lain sebagainya.&lt;br /&gt;Kita tidak hanya cukup berusaha untuk memenuhi kebutuhan saat ini tanpa memikirkan kebutuhan yang akan datang. Apa yang terjadi di masa depan seandainya kita tidak merencanakan pemenuhan kebutuhan tersebut mulai dari sekarang? Karena itu haruslah dibuat sebuah perencanaan yang matang untuk dapat memenuhi kebutuhan di masa yang akan datang. Berbicara mengenai pemenuhan kebutuhan di masa yang akan datang, salah satu caranya adalah dengan melakukan investasi.&lt;br /&gt;Di era globalisasi saat ini begitu banyak alternatif dalam berinvestasi baik melalui sektor perbankan, asuransi, logam mulia, surat berharga, dan banyak alternatif investasi lainnya. Salah satu tawaran ladang investasi yang cukup menjanjikan keuntungan yang menggiurkan dan besar dalam waktu yang relatif singkat adalah invetasi di Perdagangan Berjangka Komoditi yang ditransaksikan di Bursa Berjangka.&lt;br /&gt;Dewasa ini intensitas investasi di Perdagangan Berjangka Komoditi semakin hari semakin meningkat dengan semakin banyaknya pengelola dana yang melakukan transaksi sebagai lahan tujuan investasi terutama di negara-negara maju. Investasi ini semakin marak sejak adanya kesepakatan WTO, APEC dan AFTA, aktivitas transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi karena transaksi yang berlangsung melibatkan penyelenggara dan pelaku dari seluruh dunia. Seluruh proses transaksi transparan karena sangat bergantung pada mekanisme pasar. Beberapa pelaku pasar dan pengamat dunia investasi dan keuangan menyebutnya sebagai trend investasi dimasa yang akan datang.&lt;br /&gt;Perdagangan Berjangka Komoditi berdasarkan UU No. 32/1997, tentang Perdagangan Berjangka Komoditi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan jual beli komoditi dengan penyerahan kemudian berdasarkan Kontrak Berjangka dan Opsi atas Kontrak Berjangka. Pengertian komoditi menurut undang-undang yaitu sesuatu yang dapat dijadikan sebagai subyek kontrak berjangka. Menurut sejarahnya, komoditi yang ditransaksikan diawali dari produk primer seperti produk pertanian, pertambangan, dan energi, dan kini telah lebih luas lagi dengan mencakup berbagai produk finansial seperti saham, obligasi, suku bunga, mata uang dan lain-lain.&lt;br /&gt;Saat ini, satu-satunya Bursa Berjangka yang telah dibentuk berdasarkan UU No.32 tahun 1997 adalah Bursa Berjangka Jakarta yang mulai beroperasi pada akhir tahun 2000. Sejak awal berdirinya, BBJ menawarkan satu forum transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi yang dapat memenuhi kebutuhan nasional dengan mengikuti kecenderungan global. Ini dimaksudkan agar pelaku pasar Perdagangan Berjangka Komoditi di Indonesia dapat melakukan transaksi di BBJ seperti halnya pelaku pasar Perdagangan Berjangka Komoditi di Bursa Berjangka di berbagai kota diseluruh dunia.&lt;br /&gt;Dengan demikian setiap pengguna baik sebagai investor maupun hedger lokal memiliki peluang memanfaatkan eksistensi BBJ sebagaimana di Bursa Berjangka lainnya di seluruh dunia. Karena itu, bagi para pengguna terutama peminat investasi mendapat kemudahan dengan memanfaatkan Bursa Berjangka melalui para Pialang Berjangka yang ada di negeri sendiri dibandingkan memanfaatkan para Pialang Berjangka yang ada di luar negeri.&lt;br /&gt;Dalam setiap bentuk investasi akan selalu mengahadirkan dua sisi yang saling bertolak belakang, yakni resiko kerugian dan potensi untuk mendapatkan keuntungan. Investasi di Perdagangan Komoditi dikenal sebagai bentuk investasi yang memiliki resiko tinggi sekaligus berpotensi memberikan keuntungan yang amat tinggi dalam waktu yang relatif singkat atau sering dikenal dengan istilah High Risk-High Return.&lt;br /&gt;Dalam mekanisme perdagangan berjangka, seorang nasabah tidak perlu menyetor uang sebesar nilai kontrak yang diperjual-belikan, tetapi hanya dalam sejumlah prosentase kecil berkisar 3-5% dari nilai kontrak. Sejumlah uang ini disebut dengan margin. Setiap saat nasabah dapat melepas atau menjual kontraknya sebelum kontrak jatuh tempo. Namun sebagai nasabah mereka harus diingat bahwa transaksi jual beli yang digeluti adalah suatu bisnis yang tidak hanya senilai margin yang disetorkan, tetapi sesungguhnya sebesar nilai kontrak tersebut. Dengan demikian, bila mana terjadi perubahan harga komoditi yang menjadi subyek suatu kontrak di pasar naik yang amat besar sehingga margin yang disetorkan bisa berlipat atau lenyap dalam waktu singkat. Resiko seperti inilah yang dihadapi investor di Perdagangan Berjangka Komoditi. Itulah yang menyebabkan Perdagangan Berjangka Komoditi termasuk dalam jenis kategori perdagangan yang memiliki resiko cukup tinggi.&lt;br /&gt;Sebagaimana diketahui bahwa Kontrak Perdagangan Berjangka Komoditi merupakan kontrak standar dimana jumlah, mutu, jenis, tempat dan waktu penyerahan telah ditetapkan terlebih dahulu. Karena bentuknya yang standar itu, maka yang dinegoisasikan hanya harganya saja. Apabila suatu analisis dapat dilakukan dengan cermat, dan dilakukan sesuai dengan aturan yang berlaku, maka berinvestasi di Perdagangan Berjangka Komoditi kemungkinan akan memberikan hasil yang baik.&lt;br /&gt;Indikasi potensi dari Perdagangan Berjangka Komoditi sebagai alternatif lahan investasi yang menarik dapat dilihat dari meningkatnya jumlah lot yang ditransaksikan di BBJ. Data dari BBJ menunjukkkan bahwa dari rata-rata transaksi perdagangan mengalami pertumbuhan yang signifikan. Berikut dibawah ini adalah data transaksi untuk periode tahun 2001 sampai 2004.&lt;br /&gt;Dari data dapat diketahui bahwa setiap tahunnya proses transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi  mengalami peningkatan, dari transaksi rata-rata sebanyak 133 lot perhari pada tahun 2001, naik menjadi 483 lot pada tahun 2002 atau mengalami peningkatan sebesar 263%, dan menjadi 1.434 lot pada tahun 2003, atau meningkat 196%.&lt;br /&gt;Ada tiga manfaat utama dari Perdagangan Berjangka Komoditi. Pertama, sebagai sarana Pengelolaan Resiko (risk management) melalui kegiatan Lindung Nilai (hedging), kedua, sarana pembentukan harga (price discovery), dan ketiga, sebagai alternatif investasi (investement enchacement).&lt;br /&gt;Komoditi atau produk yang dijadikan sebagai subyek (underlying asset) Kontrak Berjangka untuk lebih mudahnya dibedakan dalam 2 kelompok kategori, yaitu kelompok produk primer dan non primer atau kelompok produk finansial dan kelompok produk non finansial. Dan produk non keuangan termasuk didalamnya seperti hasil pertanian, perkebunan, dan pertambangan, dan produk keuangan seperti saham, obligasi, suku bunga, valuta asing. Trend pasar global menunjukkan bahwa, perdagangan kontrak berjangka untuk produk finansial lebih diminati dari pada kontrak produk non finansial.&lt;br /&gt;Perdagangan Berjangka Komoditi dilandasi dengan deregulasi yang mengacu pada :&lt;br /&gt;v     Keleluasaan pengembangan produk&lt;br /&gt;v     Harga ditentukan oleh pasar&lt;br /&gt;v     Struktur perdagangan yang kompetitif, dan&lt;br /&gt;v     Efisiensi produk yang diperdagangkan&lt;br /&gt;Dengan demikian Bursa Berjangka dapat menjadi Supermarket Investasi bagi Investor. Segala macam jenis produk, kontraknya dapat diperjual belikan di Bursa Berjangka. Investor tidak perlu lagi beralih dari satu bursa ke bursa lainnya untuk memilih lahan investasinya atau merubah jenis produk yang akan dibeli. Seperti layaknya trend pusat rekreasi, hiburan dan belanja yang menjamur dewasa ini, dunia investasi juga akan mengenal istilah one stop shopping, yakni Perdagangan Berjangka Komoditi.&lt;br /&gt;Dalam perkembangan Pasar Berjangka Komoditi secara global menunjukkan bahwa kontrak yang banyak diperdagangkan adalah Kontrak Finansial. Jenis komoditi/produk semakin bervariatif mulai dari produk primer, energi, finansial bahkan cuaca.&lt;br /&gt;Dilihat dari semakin variatifnya produk yang diperdagangkan di berbagai Bursa Berjangka di seluruh dunia, dapat diperkirakan bila produk yang akan diperdagangkan dapat memberikan transparansi pembentukan harga, memiliki likuiditas untuk diperdagangkan, dan diminati oleh investor dan Pialang Berjangka, produk tersebut dapat saja menjadi satu pilihan produk yang diminati untuk menjadi produk tujuan investasi Perdagangan Berjangka Komoditi.&lt;br /&gt;Landasan utama yang menjadi dasar berlakunya Perdagangan Berjangka Komoditi adalah UU No.32 tahun 1997, tentang Perdagangan Berjangka Komoditi. Karena itu, siapapun yang ingin terlibat dalam aktivitas Perdagangan Berjangka Komoditi wajib memahami Undang-undang tersebut serta peraturan mengenai Perdagangan Berjangka Komoditi dibawahnya.&lt;br /&gt;Berdasarkan UU no. 32/1997, tentang Perdagangan Berjangka Komoditi, disebutkan beberapa institusi yang terlibat dalam aktivitas Perdagangan Berjangka, yakni :&lt;br /&gt;*Pengguna/pemakai, yaitu&lt;br /&gt;Dunia usaha dan masyarakat umum yang terbagi atas dua kelompok. Pertama adalah kelompok hedger yang memanfaatkan Bursa Berjangka untuk melakukan pengelolaan resiko akibat gejolak harga komoditi yang diperdagangkan. Kedua adalah kelompok investor/spekulator yang merupakan pemanfaatan pergerakan harga komoditi yang terjadi di Bursa Berjangka untuk mencari keuntungan.&lt;br /&gt;*Penyelenggara, yaitu&lt;br /&gt;Bursa Berjangka Jakarta, merupakan institusi yang menyediakan fasilitas bagi terselenggaranya kegiatan transaksi Kontrak Berjangka. Sebagai penyelenggara akitivitas Perdagangan Berjangka, Bursa Berjangka Jakarta melakukan fungsi pengawasan dan memiliki wewenang membuat peraturan sendiri (dengan persetujuan Bappebti) untuk dipatuhi oleh anggota dan pihak-pihak lain yang terlibat dalam transaksi.&lt;br /&gt;Kliring Berjangka Indonesia adalah Badan Hukum yang bertugas menyelesaikan semua tertib administrasi bagi tiap transaksi. Karena itu Kliring Berjangka Indonesia melakukan kegiatan administrasi pelaporan, pemantauan dan pemeriksaan terhadap anggotanya untuk memastikan aktivitas Perdagangan Berjangka Komoditi dijalankan sebagaimana peraturannya.&lt;br /&gt;*Pelaku dan Penunjang, yaitu&lt;br /&gt;Terdiri dari unsur pelaku adalah Pialang Berjangka dan Perdagangan Berjangka. Pialang Berjangka adalah Badan Hukum yang boleh menerima amanat (order) dari nasabah. Untuk itu Pialang Berjangka harus memiliki ijin usaha dari Bappebti, menjadi anggota Bursa Berjangka Jakarta dan dapat pula menjadi anggota Kliring Berjangka Indonesia.&lt;br /&gt;Dalam melaksanakan kegiatannya, Pialang Berjangka wajib menunjuk wakil Pialang Berjangka sebagai tenaga ahli yang telah lulus ujian profesi yang diselenggarakan oleh pihak Bappebti.&lt;br /&gt;Pedagang Berjangka adalah anggota Bursa Berjangka Jakarta haruslah memiliki sertifikat pendaftaran Bappebti. Pedagang Berjangka adalah orang yang melakukan transaksi untuk rekeningnya sendiri dan atau kelompok usahanya. Unsur penunjang adalah Penasehat Berjangka (analisis pasar berjangka dan komoditi yang diperdagangkan yang bertugas memberikan nasehat kepada kliennya), Pengelola Sentra Dana Berjangka (Badan Hukum dengan ijin usaha dari Bappebti. Bertugas sebagai penyelenggara kegiatan menghimpun dana dari masyarakat), perbankan, tenaga ahli akutansi, hukum, pergudangan, serta lembaga penguji mutu.&lt;br /&gt;*Pengawas, yakni&lt;br /&gt;Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi adalah pembina, pengatur dan pengawasan sehari-hari seluruh kegiatan Perdagangan Berjangka Komoditi di Indonesia.&lt;br /&gt;Bappebti mewujudkan kegiatan Perdagangan Berjangka Komoditi agar teratur, wajar, efisien dan efektif, serta menumbuhkan suasana persaingan yang sehat. Untuk itulah Bappebti juga bertindak sebagai pelindung kepentingan semua pihak dalam Perdagangan Berjangka Komoditi sehingga terwujud Perdagangan Berjangka Komoditi yang berfungsi sebagai pengelola resiko dan pembentukan harga.&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/856592841697079183-548198465338118866?l=syahrudiforum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syahrudiforum.blogspot.com/feeds/548198465338118866/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://syahrudiforum.blogspot.com/2009/04/berinvestasi-dalam-perdagangan.html#comment-form' title='8 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/856592841697079183/posts/default/548198465338118866'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/856592841697079183/posts/default/548198465338118866'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syahrudiforum.blogspot.com/2009/04/berinvestasi-dalam-perdagangan.html' title='Berinvestasi Dalam Perdagangan Berjangka Komoditi'/><author><name>Syahrudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11207986203888880827</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5rWovritelQ/TDCakmXgfAI/AAAAAAAAACo/z3-YOHt16sA/S220/gw.bmp'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-856592841697079183.post-297167105270303503</id><published>2009-01-30T15:47:00.000+07:00</published><updated>2009-01-30T15:48:51.342+07:00</updated><title type='text'>Menjadi Atasan Yang Melayani</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Buang jauh-jauh kebiasaan memerintah anak buah seenaknya. Atasan juga mempunyai tanggung jawab memberikan pelayanan memuaskan kepada bawahannya.&lt;br /&gt;Dulu, kebanyakan model kepemimpinan yang diterapkan adalah menempatkan bawahan sebagai sosok yang ditindas, dan diperintah seenaknya. Sekarang, model seperti itu sudah dianggap usang, karena hanya bisa mencapai target perusahaan dalam jangka pendek. Sebagai gantinya, kini banyak perusahaan yang mulai menerapkan model kepemimpinan pelayan atau servant leadership, yang memprioritaskan pemberdayaan karyawan sebagai 'tiket' untuk mencapai target dan keuntungan bagi perusahaan dalam jangka panjang.&lt;br /&gt;Jadikan partner&lt;br /&gt;Sebenarnya, kepemimpinan pelayan bukanlah model baru. Konsep ini sudah diperkenalkan oleh Robert K.Greenleaf, seorang konsultan manajemen perusahaan AT&amp;amp;T di Amerika, sejak tahun 1970.&lt;br /&gt;Dalam esainya yang berjudul The Servant as Leader, Greenleaf menekankan, bila seseorang ingin menjadi pemimpin yang efektif dan berhasil, ia harus lebih dulu memiliki motivasi dan hasrat yang besar untuk memenuhi kebutuhan orang lain (bawahan, atasan, dan pelanggan). Dalam hal ini, atasan harus mampu mendorong bawahan untuk mencapai potensi optimalnya Mengapa demikian?&lt;br /&gt;Bawahan yang sudah berhasil mencapai potensi optimalnya akan bisa merasakan kepuasan bekerja, dan memiliki komitmen yang tinggi terhadap pekerjaan. Sehingga, mereka akan memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan atau konsumen yang dilayani. Tentu saja hal ini akan menjadi nilai tambah perusahaan, karena efeknya membuat pelanggan menjadi loyal. Ujung-ujungnya, keun tungan finansial perusahaan akan meningkat.&lt;br /&gt;Dalam esensinya, pemimpin pelayan menawarkan sebuah konsep kepemimpinan yang mencetak pemimpin lain (regenerasi) dan bukan hanya mencetak anak buah. Pemimpin pelayan berpikir bahwa pada waktunya nanti, ia akan menyerahkan jabatannya kepada pemimpin lain. Sehingga, ia harus mempersiapkan anak buahnya menjadi pemimpin masa depan. Karena itu, pemimpin pelayan memosisikan para bawahannya sebagai partner untuk mencapai tujuan bersama. Mereka juga diberi ruang yang bebas untuk mengembangkan potensi masing-masing.&lt;br /&gt;Ada beberapa keterampilan kunci yang perlu dimiliki dan diasah seorang pemimpin untuk menjalankan kepemimpinar 'pelayan' yakni:&lt;br /&gt;1. Peka membaca situasi (awareness) dan kemampuan untuk mendengarkan apa yang tersirat maupun tersurat dari kondisi yang dialami bawahan.&lt;br /&gt;2. Empati dan kemampuan untuk membantu bawahan dengan solusi dan saran yang tepat (healing).&lt;br /&gt;3. Kemampuan persuasif, yakni kemampuan meyakinkan bawahan untuk patuh pada aturan, tanpa bersifat memaksa.&lt;br /&gt;4. Kemampuan konseptual,yakni kemampuan memimpin dan merumuskan visi bersama dan kemampuan untuk melihat akar permasalahan dan jalan keluarnya.&lt;br /&gt;Agar tetap dihargaiSelain membekali diri dengan berbagai keterampilan di atas, Anda juga perlu 'merangkul' bawahan untuk mendukung kepemimpinan Anda. Tapi, ada kalanya saat Anda mencoba 'melayani' bawahan, mereka malah 'ngelunjak'. Nah, agar hal itu tidak terjadi, Anda dapat menerapkan langkah-langkah berikut ini:&lt;br /&gt;1. Buatlah forum untuk mengomunikasikan dan mensosialisasikan kepada bawahan tentang keinginan Anda dalam memenuhi target. Seiring dengan itu Anda juga harus mengembangkan potensi mereka dan membuat mereka menjadi lebih profesional. Untuk tujuan itu, Anda harus memberikan kesempatan kepada bawahan untuk mengikuti berbagai pelatihan dan workshop. Selain itu, untuk memberikan kesempatan agar setiap bawahan memiliki keahlian yang sama, sebaiknya dilakukan rotasi kerja. Tapi, tidak semua kondisi perusahaan memungkinkan hal ini.&lt;br /&gt;2. Bangunlah hubungan personal dengan semua bawahan. Kenali hal-hal yang bisa memotivasi kerja mereka. Galilah hal yang menjadi kebutuhan mereka. Jika memungkinkan, penuhi kebutuhan mereka untuk menunjang kinerja.&lt;br /&gt;3. Jadwalkan waktu secara berkala untuk melakukan coaching (mengarahkan dan membimbing bawahan untuk berprestasi). Pada kesempatan ini Anda bisa sekaligus mencari tahu kemajuan masing-masing bawahan serta memberikan motivasi dan bantuan yang diperlukan untuk perkembangan mereka.&lt;br /&gt;4. Terapkan open door policy, yakni dengan terbuka 'mengundang' bawahan untuk datang ke meja Anda sewaktu-waktu, jika memang dibutuhkan. Selain itu, tidak ada salahnya bila Anda secara proaktif meminta feedback dan masukan dari bawahan.&lt;br /&gt;5. Untuk membangun kepercayaan (trust), yang merupakan kondisi penting untuk membangun kepemimpinan pelayan, Anda harus bisa menunjukkan teladan dan konsistensi antara kata dan perbuatan&lt;em&gt; (Walk the Talk)&lt;/em&gt;. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/856592841697079183-297167105270303503?l=syahrudiforum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syahrudiforum.blogspot.com/feeds/297167105270303503/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://syahrudiforum.blogspot.com/2009/01/menjadi-atasan-yang-melayani.html#comment-form' title='22 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/856592841697079183/posts/default/297167105270303503'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/856592841697079183/posts/default/297167105270303503'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syahrudiforum.blogspot.com/2009/01/menjadi-atasan-yang-melayani.html' title='Menjadi Atasan Yang Melayani'/><author><name>Syahrudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11207986203888880827</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5rWovritelQ/TDCakmXgfAI/AAAAAAAAACo/z3-YOHt16sA/S220/gw.bmp'/></author><thr:total>22</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-856592841697079183.post-7183923486194709158</id><published>2009-01-30T15:39:00.000+07:00</published><updated>2009-01-30T15:42:11.510+07:00</updated><title type='text'>Mengembalikan Indonesia ke Investasi Global</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Mengembalikan Indonesia ke dalam radar investasi global. Itu misi dari berbagai agenda kebijakan probisnis yang coba ditempuh pemerintah beberapa bulan terakhir, menurut Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal Muhamad Lutfi.&lt;br /&gt;Namun, mengembalikan tingkat kepercayaan investor ternyata tak semudah membalik telapak tangan. Pernyataan pahit Wakil Presiden M Jusuf Kalla pada Indonesia Investment Conference (IIC) di Nusa Dua, Bali, Senin lalu, menunjukkan optimisme dan dukungan verbal masyarakat internasional saja tidak cukup. ”Mereka memuji-muji, tetapi tetap saja mereka pergi ke China atau Vietnam,” katanya.&lt;br /&gt;Upaya mengembalikan Indonesia ke dalam radar investasi global sebenarnya sudah dimulai oleh beberapa rezim pemerintahan sebelumnya setelah Indonesia terjerumus dalam krisis finansial tahun 1997. Namun, tidak banyak berhasil. Laporan Konferensi Perdagangan dan Pembangunan PBB (UNCTAD) menunjukkan neraca modal Indonesia terus negatif sejak tahun 1997, kecuali mungkin setahun terakhir. Artinya, arus modal keluar lebih besar ketimbang arus modal masuk.&lt;br /&gt;Lutfi menyebut perbandingan kapitalisasi pasar PT Telkom dengan perusahaan telekomunikasi Singapura, Singapore Telecom (SingTel), sebagai indikasi sederhana masih rendahnya kepercayaan investor pada Indonesia. Kendati kapasitas terpasang untuk sambungan telepon tetap (fixed line) dan seluler antara Telkom dan SingTel hampir sama, tingkat kapitalisasi pasar Telkom hanya seperlima atau bahkan seperenam SingTel.&lt;br /&gt;Dari yang terlihat pada IIC di Bali—diikuti oleh hampir 750 delegasi, kebanyakan wakil dari lembaga keuangan— animo para investor masih sangat tinggi, seperti halnya juga pada Infrastructure Summit I di Jakarta awal tahun lalu. Para delegasi pada IIC umumnya juga optimistis akan prospek ekonomi dan juga prospek berusaha di negara ini.&lt;br /&gt;Namun, lagi-lagi animo tinggi dan sikap optimistis itu baru sebatas pernyataan, belum diwujudkan dalam investasi riil, khususnya di proyek-proyek greenfield (pendirian pabrik baru atau perluasan pabrik lama). Investasi yang masuk sejauh ini lebih banyak investasi jangka pendek di instrumen investasi berpendapatan tetap (fixed income), seperti Sertifikat Bank Indonesia (SBI), surat utang negara (SUN), baru kemudian saham.&lt;br /&gt;Hari-hari ini optimisme kita dibuat melambung oleh lonjakan indeks harga saham di Bursa Efek Jakarta yang terus menguat—mencapai titik tertinggi dalam sejarah pada pekan ini— yakni di atas level 1.300. Demikian pula, nilai tukar rupiah juga menguat begitu perkasa, sempat di bawah level Rp 9.100 per dollar AS. Sejak awal tahun, rupiah tercatat sudah menguat hampir 10 persen dan menjadikannya sebagai the best performer di Asia.&lt;br /&gt;Sentimen positif terhadap Indonesia juga ditunjukkan dari kelebihan permintaan hingga hampir empat kali lipat dalam penerbitan obligasi internasional senilai 2 miliar dollar AS yang dilakukan oleh pemerintah awal bulan ini di New York. Bukan itu saja. Dua lembaga pemeringkat asing juga menaikkan outlook peringkat utang Indonesia.&lt;br /&gt;Beberapa pengamat mengaitkan kuatnya indeks saham dan rupiah yang tidak didukung fundamental ini dengan serbuan uang panas (hot money), yang mencoba memburu aset-aset yang menawarkan pendapatan lebih tinggi atau mengambil keuntungan dari selisih suku bunga rupiah dan suku bunga dollar AS yang mencapai 8 persen saat ini.&lt;br /&gt;Ekonom Standard Chartered Bank, Fauzi Ikhsan, menyebut angka hot money yang bergentayangan di Indonesia saat ini mencapai 20 miliar dollar AS, suatu jumlah yang amat besar untuk bisa menggoyang sistem keuangan kita mengingat kapitalisasi pasar finansial kita yang masih terbatas.&lt;br /&gt;Namun, tren positif bukan hanya terjadi di instrumen portofolio yang pergerakannya sangat dipengaruhi oleh sentimen atau persepsi pasar. Angka penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) juga meningkat secara spektakuler setahun terakhir.&lt;br /&gt;Data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menunjukkan angka persetujuan investasi dalam rangka PMA selama tahun 2005 meningkat 30,4 persen menjadi 13,58 miliar dollar AS dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Realisasinya juga meningkat hampir dua kali lipat menjadi 8,9 miliar dollar AS. Untuk PMDN, angka persetujuan meningkat 14,7 persen menjadi Rp 50,58 triliun. Sementara realisasinya juga meningkat dua kali lipat menjadi Rp 30,67 triliun.&lt;br /&gt;Kendati demikian, angka persetujuan PMA turun lagi pada awal tahun ini. Angka persetujuan PMA selama periode Januari- Februari 2006 turun 61 persen dibandingkan periode sama 2005, menjadi 1,27 miliar dollar AS.&lt;br /&gt;Namun, untuk realisasinya, masih meningkat hampir empat kali lipat menjadi 2,21 miliar dollar AS dibandingkan dengan periode sama tahun 2005. Peningkatan ini terutama terjadi untuk investasi di sektor kertas dan tekstil. Untuk PMDN, angka persetujuan masih meningkat sebesar 21,6 persen menjadi Rp 8,17 triliun dan realisasinya juga meningkat 32,4 persen menjadi Rp 3,26 triliun.&lt;br /&gt;Meskipun meningkatnya angka PMA dan PMDN ini di satu sisi bisa menjadi indikasi mulai pulihnya tingkat kepercayaan, beberapa kalangan, seperti Bank Pembangunan Asia (ADB), melihat peningkatan angka PMA dan PMDN yang terjadi sekarang ini belum merupakan suatu tren yang berkesinambungan menuju pertumbuhan investasi dan pertumbuhan ekonomi lebih tinggi.&lt;br /&gt;Peningkatan angka PMA dan PMDN tahun lalu, terutama pada awal tahun, menurut Kepala Perwakilan ADB di Indonesia, David Green, seperti dikutip AFX Asia, lebih disebabkan oleh dampak transisi politik di pemerintahan yang mulus pada waktu itu.&lt;br /&gt;Namun, ia mengingatkan, stabilitas politik saja tak cukup untuk bisa menjaga kesinambungan arus investasi, jika berbagai persoalan lain yang menghambat investasi belum diatasi.&lt;br /&gt;Menurut Green, kalangan investor dan pelaku usaha masih mengeluhkan ketidakpastian hukum, ketidakpastian ekonomi dan kebijakan, instabilitas makro-ekonomi, buruknya infrastruktur (terutama pasokan listrik), ekonomi biaya tinggi, ruwetnya masalah perburuhan, tingginya korupsi (baik di tingkat nasional maupun daerah), tingginya biaya dana, tingginya tarif pajak, dan sebagainya.&lt;br /&gt;Green mengingatkan, jika pemerintah gagal mengatasi masalah-masalah ini, bukan lonjakan investasi yang akan dialami Indonesia beberapa tahun ke depan, tetapi sebaliknya penciutan investasi. Faktanya, hingga sekarang fenomena hengkang investor memang masih terjadi.&lt;br /&gt;Peringatan senada diulang lagi oleh Direktur Infrastructure Division Southeast Asia Department ADB Patrick Giraud pada wawancara dengan Kompas dan The Jakarta Post di sela-sela IIC di Nusa Dua, Selasa lalu.&lt;br /&gt;Menurut dia, orang lain mungkin merasa optimistis 100 persen soal Indonesia, tetapi dia cukup 51 persen saja. Untuk saat ini, dia memilih lebih baik menunggu dulu bagaimana pemerintah akan mengimplementasikan seabrek paket kebijakan yang sudah dibuatnya sekarang ini.&lt;br /&gt;Harus lebih serius&lt;br /&gt;Sejumlah pengamat mengatakan, lonjakan indeks saham dan rupiah pekan lalu memang membuat mata investor portofolio berpaling ke Indonesia. Pertanyaannya, apakah ini akan menjadi tren berkesinambungan dan investasi jangka pendek ini akan diikuti atau dikonversikan menjadi investasi jangka panjang yang bisa mendorong pertumbuhan dan lapangan kerja?&lt;br /&gt;Dalam sambutannya pada IIC, Menteri Koordinator Perekonomian Boediono mengatakan sudah waktunya masyarakat internasional melihat Indonesia lebih serius lagi di masa mendatang. Ada beberapa alasan yang dikemukakan Boediono—dan juga beberapa pembicara lain—selain kinerja indeks saham dan rupiah yang mencapai rekor pekan lalu.&lt;br /&gt;Mereka umumnya menyebut pasar yang sangat besar dan potensi sumber daya alam sebagai pesona yang sulit dilawan oleh banyak negara di dunia ini. Dalam konferensi tersebut, Boediono kembali menegaskan hal yang sudah berulang kali diungkapkan dalam berbagai forum yang berbeda, yakni komitmen pemerintah untuk menjaga stabilitas ekonomi dan reformasi, dalam upaya mengubah secara dramatis persepsi mengenai Indonesia beberapa tahun ke depan.&lt;br /&gt;Boediono juga kembali menyebut tiga pilar strategi untuk mendorong investasi dan ekspor. Pertama, mengatasi masalah-masalah berkaitan dengan iklim investasi, termasuk di sektor infrastruktur. Kedua, mempercepat penanganan kasus-kasus penting (high profile), terutama karena persepsi yang diciptakannya. Ketiga, mengatasi berbagai isu di sektor finansial, terutama dalam rangka mendorong penyaluran kredit dan memperbaiki struktur pasar modal.&lt;br /&gt;Dalam paket kebijakan perbaikan iklim investasi yang diluncur baru-baru ini, pemerintah menetapkan 85 tindak kebijakan dalam lima bidang, antara lain pemangkasan waktu pengurusan perizinan usaha dari rata-rata 150 hari menjadi 30 hari. Pemerintah juga berencana menghilangkan semua diskriminasi terhadap PMA dan PMDN, serta mengurangi daftar sektor yang terlarang untuk dimasuki asing (negative list). Rancangan Undang-undang (RUU) Investasi-nya sendiri telah disampaikan ke DPR bulan ini.&lt;br /&gt;Kebijakan penting lain yang ditempuh adalah reformasi perpajakan, yang antara lain mengurangi tarif pajak, memperbaiki administrasi pajak, serta harmonisasi pajak pusat dan daerah. Tarif pajak yang 30 persen sekarang ini secara bertahap akan diturunkan menjadi 28 persen pada tahun 2006 dan 25 persen pada tahun 2010.&lt;br /&gt;Di sisi kepabeanan, reformasi difokuskan pada upaya menekan biaya logistik yang selama ini dianggap sebagai sumber utama ketidakkompetitifan Indonesia. Termasuk menambah jumlah importir jalur hijau. Untuk memperbaiki penciptaan lapangan kerja dan fleksibilitas pasar kerja, pemerintah juga mengajukan revisi UU No 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Beberapa pasal yang akan direvisi adalah pasal-pasal mengenai pesangon, kontrak kerja, outsourcing, dan penetapan upah minimum.&lt;br /&gt;Pemerintah juga berusaha mengkaji persoalan-persoalan yang membuat 91 proyek infrastruktur yang ditawarkan pada Infrastructure Summit I tak menarik minat investor. Salah satunya dengan memperbaiki persiapan proyeknya. Pemerintah juga memutuskan menempuh konsep pembagian risiko (risk-sharing) untuk proyek infrastruktur tertentu. Beberapa proyek yang dipertimbangkan untuk menggunakan kerangka kerja (framework) ini adalah sejumlah proyek ketenagalistrikan dan proyek jalan yang sudah tertunda selama bertahun-tahun.&lt;br /&gt;Sedangkan pilar ketiga meliputi akses ke kredit bagi investor domestik, terutama perusahaan kecil dan menengah. Untuk ini, pemerintah dan Bank Indonesia sepakat mengenai perlunya paket kebijakan sektor keuangan untuk mendukung dua pilar terdahulu.&lt;br /&gt;Melalui semua langkah itu, pemerintah menargetkan tingkat investasi sudah kembali ke level seperti sebelum krisis pada 2-3 tahun mendatang untuk mencapai pertumbuhan 6-7 persen.&lt;br /&gt;Para pembicara pada IIC di Nusa Dua awal pekan ini mengakui kuatnya komitmen pemerintah dan sudah banyak yang dilakukan pemerintah untuk memperbaiki iklim investasi. Namun, menurut mereka, masih lebih banyak yang harus dilakukan untuk memperbaiki iklim investasi. Mereka antara lain menunjuk pada masih maraknya praktik korupsi dan buruknya governance atau corporate governance.&lt;br /&gt;Hal lain yang ditunggu-tunggu investor adalah implementasi dari langkah-langkah kebijakan dan berbagai paket kebijakan yang sudah dan akan diluncurkan oleh pemerintah. Patrick Giraud menyebut, sejak Infrastructure Summit I, sudah ada sekitar 53 program reformasi yang sampai di meja presiden. Namun, pelaksanaannya belum terlihat sampai sekarang.&lt;br /&gt;Jadi, seperti ditegaskan oleh Giraud dan juga pembicara lain pada IIC di Bali: kini saatnya implementasi. Kalau tidak, akan seperti yang dikeluhkan wakil presiden, investor memuji-muji, tetapi tetap saja mereka bukan berinvestasi ke Indonesia, tetapi ke China, Vietnam, atau India.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/856592841697079183-7183923486194709158?l=syahrudiforum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syahrudiforum.blogspot.com/feeds/7183923486194709158/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://syahrudiforum.blogspot.com/2009/01/mengembalikan-indonesia-ke-investasi.html#comment-form' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/856592841697079183/posts/default/7183923486194709158'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/856592841697079183/posts/default/7183923486194709158'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syahrudiforum.blogspot.com/2009/01/mengembalikan-indonesia-ke-investasi.html' title='Mengembalikan Indonesia ke Investasi Global'/><author><name>Syahrudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11207986203888880827</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5rWovritelQ/TDCakmXgfAI/AAAAAAAAACo/z3-YOHt16sA/S220/gw.bmp'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-856592841697079183.post-1741570239644761051</id><published>2009-01-30T15:30:00.000+07:00</published><updated>2009-01-30T15:32:11.298+07:00</updated><title type='text'>Indonesia Bebas Dari Utang?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Ketergantungan pada utang luar negeri dan intervensi asing membelenggu Indonesia untuk bisa membuat lompatan-lompatan jauh ke depan dalam perbaikan ekonomi. Benarkah Indonesia sekarang ini mengalami apa yang disebut sebagai Fisher’s Paradox?&lt;br /&gt;Mengapa semakin besar utang luar negeri yang dibayar, semakin besar akumulasi utang? Benarkah kita sudah merdeka secara ekonomi?&lt;br /&gt;Seorang panelis pada Diskusi ”Sewindu Reformasi Mencari Visi Indonesia 2030” pekan lalu mengatakan, sampai sekarang ia tidak melihat ada keinginan dan komitmen jelas dari pemerintah untuk menghentikan ketergantungan pada utang atau keluar dari jerat utang.&lt;br /&gt;Hal ini bisa dilihat dari tidak adanya langkah signifikan yang ditempuh pemerintah untuk mengurangi beban utang luar negeri. Mulai dari langkah moderat dengan menolak utang baru hingga langkah paling radikal meminta penghapusan utang, atau bahkan melakukan pembangkangan dengan mengemplang utang karena sebagian utang luar negeri yang ada saat ini dianggap sebagai utang najis (odious debt).&lt;br /&gt;Alih-alih meminta penghapusan utang, sekadar mempercepat pelunasan utang kepada Dana Moneter Internasional (IMF) pun pemerintah terkesan berat hati. Tahun lalu, keberatan untuk mempercepat pelunasan utang kepada IMF dikemukakan antara lain oleh Gubernur Bank Indonesia (BI) Burhanuddin Abdullah.&lt;br /&gt;Menurut Gubernur BI, meskipun tidak dapat digunakan, dana IMF yang masih tersisa sebesar 7,8 miliar dollar AS bisa diputar oleh BI untuk menambah penghasilan pemerintah.&lt;br /&gt;Tahun ini, setelah IMF menaikkan suku bunga pinjaman dari 3,5 menjadi 4,5 persen, keberatan untuk mempercepat pelunasan utang IMF disuarakan langsung oleh pejabat Departemen Keuangan. Direktur Jenderal Perbendaharaan Negara Mulia P Nasution mengatakan pelunasan utang kepada IMF dapat memancing para spekulan untuk menarik dana mereka dari Indonesia.&lt;br /&gt;Sikap ini dinilai sebagai upaya mempertahankan intervensi IMF di negeri ini. Sikap pemerintah yang menolak anjuran Koalisi Anti-Utang agar menghapuskan utang lama dan menolak utang baru juga sangat bertolak belakang dengan kecenderungan internasional yang semakin kritis terhadap utang. Kritik tidak hanya muncul berkaitan dengan efektivitas utang itu sendiri, tetapi juga sisi kelembagaannya, sisi ideologi, serta implikasi sosial politiknya.&lt;br /&gt;Dari efektivitas, secara internal utang luar negeri tidak hanya menghambat tumbuhnya kemandirian ekonomi negara-negara pengutang. Utang juga mengakibatkan kontraksi belanja sosial, merosotnya kesejahteraan rakyat, dan melebarnya kesenjangan ekonomi (Pearson, 1969; Kindleberger dan Herrick, 1997; Todaro, 1987).&lt;br /&gt;Secara eksternal, utang luar negeri juga meningkatkan ketergantungan negara-negara Dunia Ketiga pada pasar luar negeri, modal asing, dan juga pada tradisi pembuatan utang luar negeri secara berkesinambungan (Payer, 1974; Gelinas, 1998).&lt;br /&gt;Dari sisi kelembagaan, lembaga-lembaga keuangan multilateral penyalur utang luar negeri, seperti IMF, Bank Dunia, dan Bank Pembangunan Asia (ADB) sendiri dinilai tidak transparan dan tidak akuntabel. Mereka dianggap sebagai kepanjangan tangan negara-negara negara-negara maju pemegang saham utama lembaga-lembaga tersebut, untuk mengintervensi negara-negara pengutang (Rich, 1999; Stiglitz, 2002; Pincus dan Winters, 2004).&lt;br /&gt;Dari sisi ideologi, utang luar negeri dituding telah dipakai oleh negara-negara kreditor, terutama AS, sebagai sarana untuk menyebarluaskan kapitalisme neoliberal ke seluruh penjuru dunia dan ”menguras dunia” (Erlerm, 1989). Dari sisi implikasi sosial politik, utang luar negeri dicurigai sengaja dikembangkan oleh negara-negara kreditor untuk mengintervensi negara-negara pengutang.&lt;br /&gt;Secara tidak langsung, utang dianggap juga bertanggung jawab atas lahirnya rezim-rezim diktator, kerusakan lingkungan, meningkatnya tekanan migrasi, perdagangan obat-obatan terlarang, serta terjadinya konflik dan peperangan (Gilpin, 1987; George, 1992; Hanton, 2000).&lt;br /&gt;Masalah utang luar negeri sebenarnya bukan masalah baru bagi Indonesia, karena Indonesia sudah menjadi pelanggan utang, bahkan sebelum merdeka. Tetapi, utang baru menjadi masalah serius setelah terjadi transfer negatif bersih (utang yang diterima lebih besar dibandingkan cicilan pokok dan bunga utang yang harus dibayar setiap tahun) dalam transaksi utang luar negeri pemerintah pada tahun anggaran 1984/1985.&lt;br /&gt;Tahun 1950, utang pemerintah tercatat 7,8 miliar dollar AS, terdiri dari utang warisan Hindia Belanda 4 miliar dollar AS dan utang luar negeri baru 3,8 miliar dollar AS.&lt;br /&gt;Pada awal kemerdekaan, sikap Soekarno-Hatta sebagai Bapak Pendiri Bangsa cenderung mendua. Di satu sisi, mereka memandang utang luar negeri sebagai sumber pembiayaan yang sangat dibutuhkan untuk mempercepat peningkatan kesejahteraan rakyat. Di sisi lain, mereka mewaspadai kemungkinan penggunaan utang luar negeri sebagai sarana untuk mencederai kedaulatan Indonesia sehingga mereka cenderung menetapkan persyaratan cukup ketat dalam membuat utang luar negeri.&lt;br /&gt;Syarat tersebut, negara kreditor tidak boleh mencampuri urusan politik dalam negeri, dan suku bunga tidak lebih dari 3-3,5 persen per tahun. Selain itu, jangka waktu utang cukup lama, untuk keperluan industri 10-20 tahun dan untuk pembangunan infrastruktur lebih lama lagi (Hatta, 1970).&lt;br /&gt;Jadi, selain melihat utang luar negeri sebagai sebuah transaksi ekonomi, mereka dengan sadar memasukkan biaya politik sebagai pertimbangan dalam berutang. Sikap ini pula yang membuat Soekarno waktu itu dengan gagah, berani mengatakan ”go to hell with your aid” kepada AS yang berusaha mengaitkan utang dengan tekanan politik.&lt;br /&gt;Pemutus lingkaran setan?&lt;br /&gt;Pasca-Soekarno, utang mengalami pembengkakan secara dramatis. Orde Baru, dipelopori oleh kelompok orang-orang terbaik yang disebut Mafia Berkeley, menganggap utang luar negeri sebagai salah satu langkah tepat untuk memutus lingkaran setan kemiskinan melalui pembangunan besar-besaran (the big push theory), yang di antaranya dibiayai dengan utang.&lt;br /&gt;Total utang yang pada akhir era Soekarno baru sebesar 6,3 miliar dollar AS (terdiri dari 4 miliar dollar AS warisan Hindia Belanda dan 2,3 miliar dollar AS utang baru) membengkak menjadi 54 miliar dollar AS pada akhir pemerintahan Soeharto.&lt;br /&gt;Selama dua tahun era BJ Habibie, utang bertambah lagi 23 miliar dollar AS menjadi 77 miliar dollar AS. Sekarang ini total utang luar negeri sekitar 78 miliar dollar AS. Ditambah utang dalam negeri, pada pascakrisis 1997, total utang Indonesia pernah mencapai sekitar Rp 2.100 triliun.&lt;br /&gt;Dengan total utang Rp 1.318 triliun dan jumlah penduduk sekitar 210 juta jiwa sekarang ini, setiap penduduk Indonesia (termasuk bayi baru lahir) terbebani utang sekitar Rp 7 juta.&lt;br /&gt;Sementara kekayaan alam dan kemandirian serta kapasitas kita untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat terus tersandera oleh beban membayar cicilan dan bunga utang yang menyita hingga sepertiga sendiri anggaran belanja APBN. Posisi Utang Rp 1.318 ini terdiri dari Rp 636,6 triliun utang dalam negeri dan 76,6 miliar dollar AS utang luar negeri.&lt;br /&gt;Hasil penelitian Reinhard, Rogoff, dan Savastano tahun 2003 (Almizan Ulva, 2004), batas aman rasio utang luar negeri (pemerintah dan swasta) terhadap PDB negara berkembang adalah 15-20 persen.&lt;br /&gt;Apabila seluruh portofolio utang pemerintah dikonversi menjadi utang luar negeri, menurut Almizan Ulva—peneliti dari Badan Pengkajian Ekonomi, Keuangan, dan Kerja Sama Internasional Depkeu—rasio utang luar negeri pemerintah terhadap PDB (tahun dasar 2000) pada 2004 adalah sebesar 52,2 persen. Tingginya angka ini menyebabkan risiko gagal bayar (default) Indonesia juga tinggi.&lt;br /&gt;Sebenarnya utang luar negeri masih bisa diterima selama itu digunakan dengan baik untuk membangun ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan rakyat, serta tidak mengakibatkan beban berlebihan pada keuangan negara dan tidak diembel-embeli dengan persyaratan yang memberatkan. Akan tetapi, yang terjadi di Indonesia, utang banyak bocor sehingga sasaran yang ingin dituju melalui strategi big push theory juga tidak tercapai.&lt;br /&gt;Prinsip gali lubang tutup lubang masih terjadi karena untuk membayar utang lama, pemerintah harus terus membuat utang baru. Akibat salah kelola utang, Indonesia dalam lingkaran setan perangkap utang (debt trap). Sebuah kajian independen Bank Dunia pernah menyebutkan, sekitar 30 persen utang luar negeri dikorupsi oleh rezim berkuasa pada era Soeharto sehingga kemudian muncul anggapan utang itu utang ”najis” yang tidak pantas dibayar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tudingan bahwa lembaga seperti IMF dan Bank Dunia diboncengi kepentingan perusahaan-perusahaan dari negara-negara kreditor juga diakui oleh AS. Selama kurun tahun 1980-an hingga awal 1990-an saja, IMF sudah menerapkan program penyesuaian struktural di lebih dari 70 negara berkembang yang mengalami krisis finansial. Setiap tahun, Bank Dunia juga memberikan sekitar 40.000 kontrak kepada perusahaan swasta. Sebagian besar kontrak ini jatuh ke perusahaan-perusahaan dari negara-negara maju.&lt;br /&gt;Departemen Keuangan AS mengaku, untuk setiap dollar AS yang dikontribusikan AS ke lembaga-lembaga multilateral, perusahaan-perusahaan AS menerima lebih dari dua kali lipat jumlah itu dari kontrak-kontrak pengadaan untuk program-program atau proyek-proyek yang dibiayai dengan pinjaman lembaga-lembaga tersebut.&lt;br /&gt;Ini bukan hanya terjadi pada pinjaman multilateral. Pinjaman bilateral, seperti dari Jepang, pun biasanya diikuti persyaratan sangat ketat menyangkut penggunaan komponen, barang, jasa (termasuk konsultan), dan kontraktor pelaksana untuk pelaksanaan proyek. Melalui modus ini, selain bisa me-recycle ekses dana yang ada di dalam negerinya, Jepang sekaligus bisa menggerakkan perusahaan dalam negerinya yang lesu lewat pengerjaan proyek-proyek yang dibiayai dengan dana utang ini.ngutang&lt;br /&gt;Dari pinjaman yang disalurkannya ini, dana yang mengalir kembali ke Jepang dan negara-negara maju lain sebagai kreditor jauh lebih besar ketimbang yang dikucurkan ke Indonesia sebagai pengutang. Dus Indonesia sebagai negara debitor justru menyubsidi negara-negara kaya yang menjadi kreditornya.&lt;br /&gt;Yang belum terlihat sampai sekarang memang keinginan atau komitmen kuat Pemerintah Indonesia untuk mengurangi utang. Memang benar banyak negara lain berutang. Bahkan, AS yang besar itu pun memiliki utang sangat besar. Tetapi, mereka memiliki kapasitas untuk membayar.&lt;br /&gt;Seperti kata seorang panelis, kemandirian hanya bisa dibangun jika kita bisa menolong diri sendiri. Dalam kaitan dengan utang, mungkin menolong diri sendiri untuk keluar dari jebakan utang.&lt;br /&gt;Hal ini terbuka untuk dilakukan dengan cadangan devisa yang kini sekitar 43 miliar dollar AS. Namun, tampaknya pemerintah tidak mengambil kesempatan itu, seperti juga mereka tidak pernah memaksimalkan diplomasi utang untuk mengurangi beban utang yang ada.&lt;br /&gt;Untuk bisa menatap 2030 sebagai bangsa bermartabat dan berdaulat, tidak diintervensi kekuatan atau kepentingan luar, kita harus berani membebaskan diri dari utang yang bersamanya ada persyaratan yang mengikat kebebasan kita untuk mengatur ekonomi dalam negeri kita sendiri sesuai dengan kebutuhan lokal dan demi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.&lt;br /&gt;Kalaupun tidak langkah drastis seperti mengemplang utang, setidaknya ada semacam konsensus nasional untuk menghentikan tradisi membuat utang baru. Visi soal utang dan kemandirian ekonomi ini yang belum ada sekarang ini.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/856592841697079183-1741570239644761051?l=syahrudiforum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syahrudiforum.blogspot.com/feeds/1741570239644761051/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://syahrudiforum.blogspot.com/2009/01/indonesia-bebas-dari-utang.html#comment-form' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/856592841697079183/posts/default/1741570239644761051'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/856592841697079183/posts/default/1741570239644761051'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syahrudiforum.blogspot.com/2009/01/indonesia-bebas-dari-utang.html' title='Indonesia Bebas Dari Utang?'/><author><name>Syahrudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11207986203888880827</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5rWovritelQ/TDCakmXgfAI/AAAAAAAAACo/z3-YOHt16sA/S220/gw.bmp'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-856592841697079183.post-4037232512013057654</id><published>2009-01-30T15:24:00.000+07:00</published><updated>2009-01-30T15:26:54.794+07:00</updated><title type='text'>SDM Indonesia Dalam Persaingan Global</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Sumberdaya manusia (SDM) merupakan salah satu faktor kunci dalam reformasi ekonomi, yakni bagaimana menciptakan SDM yang berkualitas dan memiliki keterampilan serta berdaya saing tinggi dalam persaingan global yang selama ini kita abaikan. Dalam kaitan tersebut setidaknya ada dua hal penting menyangkut kondisi SDM Indonesia, yaitu:&lt;br /&gt;Pertama adanya ketimpangan antara jumlah kesempatan kerja dan angkatan kerja. Jumlah angkatan kerja nasional pada krisis ekonomi tahun pertama (1998) sekitar 92,73 juta orang, sementara jumlah kesempatan kerja yang ada hanya sekitar 87,67 juta orang dan ada sekitar 5,06 juta orang penganggur terbuka (open unemployment). Angka ini meningkat terus selama krisis ekonomi yang kini berjumlah sekitar 8 juta. Kedua, tingkat pendidikan angkatan kerja yang ada masih relatif rendah. Struktur pendidikan angkatan kerja Indonesia masih didominasi pendidikan dasar yaitu sekitar 63,2 %. Kedua masalah tersebut menunjukkan bahwa ada kelangkaan kesempatan kerja dan rendahnya kualitas angkatan kerja secara nasional di berbagai sektor ekonomi.&lt;br /&gt;Lesunya dunia usaha akibat krisis ekonomi yang berkepanjangan sampai saat ini mengakibatkan rendahnya kesempatan kerja terutama bagi lulusan perguruan tinggi. Sementara di sisi lain jumlah angkatan kerja lulusan perguruan tinggi terus meningkat. Sampai dengan tahun 2000 ada sekitar 2,3 juta angkatan kerja lulusan perguruan tinggi. Kesempatan kerja yang terbatas bagi lulusan perguruan tinggi ini menimbulkan dampak semakin banyak angka pengangguran sarjana di Indonesia.Menurut catatan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Depdiknas angka pengangguran sarjana di Indonesia lebih dari 300.000 orang.&lt;br /&gt;Fenomena meningkatnya angka pengangguran sarjana seyogyanya perguruan tinggi ikut bertanggungjawab. Fenomena penganguran sarjana merupakan kritik bagi perguruan tinggi, karena ketidakmampuannya dalam menciptakan iklim pendidikan yang mendukung kemampuan wirausaha mahasiswa.Masalah SDM inilah yang menyebabkan proses pembangunan yang berjalan selama ini kurang didukung oleh produktivitas tenaga kerja yang memadai. Itu sebabnya keberhasilan pembangunan yang selama 32 tahun dibanggakan dengan tingkat pertumbuhan rata-rata 7%, hanya berasal dari pemanfaatan sumberdaya alam intensif (hutan, dan hasil tambang), arus modal asing berupa pinjaman dan investasi langsung. Dengan demikian, bukan berasal dari kemampuan manajerial dan produktivitas SDM yang tinggi. Keterpurukan ekonomi nasional yang berkepanjangan hingga kini merupakan bukti kegagalan pembangunan akibat dari rendahnya kualitas SDM dalam menghadapi persaingan ekonomi global.&lt;br /&gt;Kenyataan ini belum menjadi kesadaran bagi bangsa Indonesia untuk kembali memperbaiki kesalahan pada masa lalu. Rendahnya alokasi APBN untuk sektor pendidikan -- tidak lebih dari 12% -- pada peme-rintahan di era reformasi. Ini menunjukkan bahwa belum ada perhatian serius dari pemerintah pusat terhadap perbaikan kualitas SDM. Padahal sudah saatnya pemerintah baik tingkat pusat maupun daerah secara serius membangun SDM yang berkualitas. Sekarang bukan saatnya lagi Indonesia membangun perekonomian dengan kekuatan asing. Tapi sudah seharusnya bangsa Indonesia secara benar dan tepat memanfaatkan potensi sumberdaya daya yang dimiliki (resources base) dengan kemampuan SDM yang tinggi sebagai kekuatan dalam membangun perekonomian nasional.&lt;br /&gt;Orang tidak bekerja alias pengangguran merupakan masalah bangsa yang tidak pernah selesai. Ada tiga hambatan yang menjadi alasan kenapa orang tidak bekerja, yaitu hambatan kultural, kurikulum sekolah, dan pasar kerja. Hambatan kultural yang dimaksud adalah menyangkut budaya dan etos kerja. Sementara yang menjadi masalah dari kurikulum sekolah adalah belum adanya standar baku kurikulum pengajaran di sekolah yang mampu menciptakan dan mengembangkan kemandirian SDM yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Sedangkan hambatan pasar kerja lebih disebabkan oleh rendahnya kualitas SDM yang ada untuk memenuhi kebutuhan pasar kerja.&lt;br /&gt;Ekonomi abad ke-21, yang ditandai dengan globalisasi ekonomi, merupakan suatu proses kegiatan ekonomi dan perdagangan, di mana negara-negara di seluruh dunia menjadi satu kekuatan pasar yang semakin terintegrasi dengan tanpa rintangan batas teritorial negara. Globalisasi yang sudah pasti dihadapi oleh bangsa Indonesia menuntut adanya efisiensi dan daya saing dalam dunia usaha. Dalam globalisasi yang menyangkut hubungan intraregional dan internasional akan terjadi persaingan antarnegara. Indonesia dalam kancah persaingan global menurut World Competitiveness Report menempati urutan ke-45 atau terendah dari seluruh negara yang diteliti, di bawah Singapura (8), Malaysia (34), Cina (35), Filipina (38), dan Thailand (40).Perwujudan nyata dari globalisasi ekonomi yang akan dihadapi bangsa Indonesia antara lain terjadi dalam bentuk-bentuk berikut: Produksi, di mana perusahaan berproduksi di berbagai negara, dengan sasaran agar biaya produksi menjadi lebih rendah. Hal ini dilakukan baik karena upah buruh yang rendah, tarif bea masuk yang murah, infrastruktur yang memadai ataupun karena iklim usaha dan politik yang kondusif. Dunia dalam hal ini menjadi lokasi manufaktur global.&lt;br /&gt;Pembiayaan. Perusahaan global mempunyai akses untuk memperoleh pinjaman atau melakukan investasi (baik dalam bentuk portofolio ataupun langsung) di semua negara di dunia. Sebagai contoh, PT Telkom dalam memperbanyak satuan sambungan telepon, atau PT Jasa Marga dalam memperluas jaringan jalan tol telah memanfaatkan sistem pembiayaan dengan pola BOT (build-operate-transfer) bersama mitrausaha dari mancanegara.Tenaga kerja. Perusahaan global akan mampu memanfaatkan tenaga kerja dari seluruh dunia sesuai kelasnya, seperti penggunaan staf profesional diambil dari tenaga kerja yang telah memiliki pengalaman internasional dan\atau buruh diperoleh dari negara berkembang. Dengan globalisasi maka human movement akan semakin mudah dan bebas.&lt;br /&gt;Jaringan informasi. Masyarakat suatu negara dengan mudah dan cepat mendapatkan informasi dari negara-negara di dunia karena kemajuan teknologi, antara lain melalui: TV, radio, media cetak dan lain-lain. Dengan jaringan komunikasi yang semakin maju telah membantu meluasnya pasar ke berbagai belahan dunia untuk barang yang sama. Sebagai contoh KFC, Hoka Hoka Bento, Mac Donald, dll melanda pasar di mana-mana. Akibatnya selera masyarakat dunia --baik yang berdomisili di kota maupun di desa-- menuju pada selera global.Perdagangan. Hal ini terwujud dalam bentuk penurunan dan penyeragaman tarif serta penghapusan berbagai hambatan nontarif. Dengan demikian kegiatan perdagangan dan persaingan menjadi semakin ketat dan fair. Bahkan, transaksi menjadi semakin cepat karena "less papers/documents" dalam perdagangan, tetapi dapat mempergunakan jaringan teknologi telekomunikasi yang semakin canggih.&lt;br /&gt;Dengan kegiatan bisnis korporasi (bisnis corporate) di atas dapat dikatakan bahwa globalisasi mengarah pada meningkatnya ketergantungan ekonomi antarnegara melalui peningkatan volume dan keragaman transaksi antarnegara (cross-border transactions) dalam bentuk barang dan jasa, aliran dana internasional (international capital flows), pergerakan tenaga kerja (human movement) dan penyebaran teknologi informasi yang cepat. Sehingga secara sederhana dapat dikemukakan bahwa globalisasi secara hampir pasti telah merupakan salah satu kekuatan yang memberikan pengaruh terhadap bangsa, masyarakat, kehidupan manusia, lingkungan kerja dan kegiatan bisnis corporate di Indonesia. Kekuatan ekonomi global menyebabkan bisnis korporasi perlu melakukan tinjauan ulang terhadap struktur dan strategi usaha serta melandaskan strategi manajemennya dengan basis entrepreneurship, cost efficiency dan competitive advantages. &lt;br /&gt;Masalah daya saing dalam pasar dunia yang semakin terbuka merupakan isu kunci dan tantangan yang tidak ringan. Tanpa dibekali kemampuan dan keunggulan saing yang tinggi niscaya produk suatu negara, termasuk produk Indonesia, tidak akan mampu menembus pasar internasional. Bahkan masuknya produk impor dapat mengancam posisi pasar domestik. Dengan kata lain, dalam pasar yang bersaing, keunggulan kompetitif (competitive advantage) merupakan faktor yang desisif dalam meningkatkan kinerja perusahaan. Oleh karena itu, upaya meningkatkan daya saing dan membangun keunggulan kompetitif bagi produk Indonesia tidak dapat ditunda-tunda lagi dan sudah selayaknya menjadi perhatian berbagai kalangan, bukan saja bagi para pelaku bisnis itu sendiri tetapi juga bagi aparat birokrasi, berbagai organisasi dan anggota masyarakat yang merupakan lingkungan kerja dari bisnis corporate.&lt;br /&gt;Realitas globalisasi yang demikian membawa sejumlah implikasi bagi pengembangan SDM di Indonesia. Salah satu tuntutan globalisasi adalah daya saing ekonomi. Daya saing ekonomi akan terwujud bila didukung oleh SDM yang handal. Untuk menciptakan SDM berkualitas dan handal yang diperlukan adalah pendidikan. Sebab dalam hal ini pendidikan dianggap sebagai mekanisme kelembagaan pokok dalam mengembangkan keahlian dan pengetahuan. Pendidikan merupakan kegiatan investasi di mana pembangunan ekonomi sangat berkepentingan. Sebab bagaimanapun pembangunan ekonomi membutuhkan kualitas SDM yang unggul baik dalam kapasitas penguasaan IPTEK maupun sikap mental, sehingga dapat menjadi subyek atau pelaku pembangunan yang handal. Dalam kerangka globalisasi, penyiapan pendidikan perlu juga disinergikan dengan tuntutan kompetisi. Oleh karena itu dimensi daya saing dalam SDM semakin menjadi faktor penting sehingga upaya memacu kualitas SDM melalui pendidikan merupakan tuntutan yang harus dikedepankan.&lt;br /&gt;Salah satu problem struktural yang dihadapi dalam dunia pendidikan adalah bahwa pendidikan merupakan subordinasi dari pembangunan ekonomi. Pada era sebelum reformasi pembangunan dengan pendekatan fisik begitu dominan. Hal ini sejalan dengan kuatnya orientasi pertumbuhan ekonomi. Visi pembangunan yang demikian kurang kondusif bagi pengembangan SDM, sehingga pendekatan fisik melalui pembangunan sarana dan prasarana pendidikan tidak diimbangi dengan tolok ukur kualitatif atau mutu pendidikan.&lt;br /&gt;Problem utama dalam pembangunan sumberdaya manusia adalah terjadinya missalocation of human resources. Pada era sebelum reformasi, pasar tenaga kerja mengikuti aliran ekonomi konglomeratif. Di mana tenaga kerja yang ada cenderung memasuki dunia kerja yang bercorak konglomeratif yaitu mulai dari sektor industri manufaktur sampai dengan perbankan. Dengan begitu, dunia pendidikan akhirnya masuk dalam kemelut ekonomi politik, yakni terjadinya kesenjangan ekonomi yang diakselerasi struktur pasar yang masih terdistorsi.&lt;br /&gt;Kenyataan menunjukkan banyak lulusan terbaik pendidikan masuk ke sektor-sektor ekonomi yang justru bukannya memecahkan masalah ekonomi, tapi malah memperkuat proses konsentrasi ekonomi dan konglomerasi, yang mempertajam kesenjangan ekonomi. Hal ini terjadi karena visi SDM terbatas pada struktur pasar yang sudah ada dan belum sanggup menciptakan pasar sendiri, karena kondisi makro ekonomi yang memang belum kondusif untuk itu. Di sinilah dapat disadari bahwa visi pengembangan SDM melalui pendidikan terkait dengan kondisi ekonomi politik yang diciptakan pemerintah.Sementara pada pascareformasi belum ada proses egalitarianisme SDM yang dibutuhkan oleh struktur bangsa yang dapat memperkuat kemandirian bang sa. Pada era reformasi yang terjadi barulah relatif tercipta reformasi politik dan belum terjadi reformasi ekonomi yang substansial terutama dalam memecahkan problem struktural seperti telah diuraikan di atas. Sistem politik multipartai yang telah terjadi dewasa ini justru menciptakan oligarki partai untuk mempertahankan kekuasaan. Pemilu 1999 yang konon merupakan pemilu paling demokratis telah menciptakan oligarki politik dan ekonomi. Oligarki ini justru bisa menjadi alasan mengelak terhadap pertanggungjawaban setiap kegagalan pembangunan.&lt;br /&gt;Dengan demikian, pada era reformasi dewasa ini, alokasi SDM masih belum mampu mengoreksi kecenderungan terciptanya konsentrasi ekonomi yang memang telah tercipta sejak pemerintahan masa lalu. Sementara di sisi lain Indonesia kekurangan berbagai keahlian untuk mengisi berbagai tuntutan globalisasi. Pertanyaannya sekarang adalah bahwa keterlibatan Indonesia pada liberalisasi perdagangan model AFTA, APEC dan WTO dalam rangka untuk apa? Bukankah harapannya dengan keterlibatan dalam globalisasi seperti AFTA, APEC dan WTO masalah kemiskinan dan pengangguran akan terpecahkan. &lt;br /&gt;Dengan begitu, seandainya bangsa Indonesia tidak bisa menyesuaikan terhadap pelbagai kondisionalitas yang tercipta akibat globalisasi, maka yang akan terjadi adalah adanya gejala menjual diri bangsa dengan hanya mengandalkan sumberdaya alam yang tak terolah dan buruh yang murah. Sehingga yang terjadi bukannya terselesaikannya masalah-masalah sosial ekonomi seperti kemiskinan, pengangguran dan kesenjangan ekonomi, tetapi akan semakin menciptakan ketergantungan kepada negara maju karena utang luar negeri yang semakin berlipat.&lt;br /&gt;Oleh karena itu, untuk mengantisipasi tuntutan globalisasi seyogyanya kebijakan link and match mendapat tempat sebagai sebuah strategi yang mengintegrasikan pembangunan ekonomi dengan pendidikan. Namun sayangnya ide link and match yang tujuannya untuk menghubungkan kebutuhan tenaga kerja dengan dunia pendidikan belum ditunjang oleh kualitas kurikulum sekolah yang memadai untuk menciptakan lulusan yang siap pakai. Yang lebih penting dalam hal ini adalah strategi pembangunan dan industrialisasi secara makro yang seharusnya berbasis sumberdaya yang dimiliki, yakni kayanya sumberdaya alam (SDA). Kalau strategi ini tidak diciptakan maka yang akan terjadi adalah proses pengulangan kegagalan karena terjebak berkelanjutannya ketergantungan kepada utang luar negeri, teknologi, dan manajemen asing. Sebab SDM yang diciptakan dalam kerangka mikro hanya semakin memperkuat proses ketergantungan tersebut. &lt;br /&gt;Bangsa Indonesia sebagai negara yang kaya akan SDA, memiliki posisi wilayah yang strategis (geo strategis), yakni sebagai negara kepulauan dengan luas laut 2/3 dari luas total wilayah; namun tidak mampu mengembalikan manfaat sumber kekayaan yang dimiliki kepada rakyat. Hal ini karena strategi pembangunan yang diciptakan tidak membangkitkan local genuin. Yang terjadi adalah sumber kekayaan alam Indonesia semakin mendalam dikuasai oleh asing. Sebab meskipun andaikata bangsa ini juga telah mampu menciptakan SDM yang kualifaid terhadap semua level IPTEK, namun apabila kebijakan ekonomi yang diciptakan tidak berbasis pada sumberdaya yang dimiliki (resources base), maka ketergantungan ke luar akan tetap berlanjut dan semakin dalam.&lt;br /&gt;Oleh karena itu harus ada shifting paradimn, agar proses pembangunan mampu mendorong terbentuknya berbagai keahlian yang bisa mengolah SDA dan bisa semakin memandirikan struktur ekonomi bangsa. Supaya visi tersebut pun terjadi di berbagai daerah, maka harus ada koreksi total kebijakan pembangunan di tingkat makro dengan berbasiskan kepada pluralitas daerah. Dengan demikian harapannya akan tercipta SDM yang mampu memperjuangkan kebutuhan dan penguatan masyarakat lokal. Karena untuk apa SDM diciptakan kalau hanya akan menjadi perpanjangan sistem kapitalisme global dengan mengorbankan kepentingan lokal dan nasional.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/856592841697079183-4037232512013057654?l=syahrudiforum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syahrudiforum.blogspot.com/feeds/4037232512013057654/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://syahrudiforum.blogspot.com/2009/01/sdm-indonesia-dalam-persaingan-global.html#comment-form' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/856592841697079183/posts/default/4037232512013057654'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/856592841697079183/posts/default/4037232512013057654'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syahrudiforum.blogspot.com/2009/01/sdm-indonesia-dalam-persaingan-global.html' title='SDM Indonesia Dalam Persaingan Global'/><author><name>Syahrudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11207986203888880827</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5rWovritelQ/TDCakmXgfAI/AAAAAAAAACo/z3-YOHt16sA/S220/gw.bmp'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-856592841697079183.post-1481894831103332303</id><published>2009-01-30T15:22:00.000+07:00</published><updated>2009-01-30T15:23:25.845+07:00</updated><title type='text'>Masalah Kemiskinan di Indonesia</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;SEJAK awal kemerdekaan, bangsa Indonesia telah mempunyai perhatian besar terhadap terciptanya masyarakat yang adil dan makmur sebagaimana termuat dalam alinea keempat Undang-Undang Dasar 1945. Program-program pembangunan yang dilaksanakan selama ini juga selalu memberikan perhatian besar terhadap upaya pengentasan kemiskinan karena pada dasarnya pembangunan yang dilakukan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Meskipun demikian, masalah kemiskinan sampai saat ini terus-menerus menjadi masalah yang berkepanjangan.&lt;br /&gt;PADA umumnya, partai-partai peserta Pemilihan Umum (Pemilu) 2004 juga mencantumkan program pengentasan kemiskinan sebagai program utama dalam platform mereka. Pada masa Orde Baru, walaupun mengalami pertumbuhan ekonomi cukup tinggi, yaitu rata-rata sebesar 7,5 persen selama tahun 1970-1996, penduduk miskin di Indonesia tetap tinggi.&lt;br /&gt;Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), persentase penduduk miskin di Indonesia tahun 1996 masih sangat tinggi, yaitu sebesar 17,5 persen atau 34,5 juta orang. Hal ini bertolak belakang dengan pandangan banyak ekonom yang menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi yang tinggi dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan pada akhirnya mengurangi penduduk miskin.&lt;br /&gt;Perhatian pemerintah terhadap pengentasan kemiskinan pada pemerintahan reformasi terlihat lebih besar lagi setelah terjadinya krisis ekonomi pada pertengahan tahun 1997. Meskipun demikian, berdasarkan penghitungan BPS, persentase penduduk miskin di Indonesia sampai tahun 2003 masih tetap tinggi, sebesar 17,4 persen, dengan jumlah penduduk yang lebih besar, yaitu 37,4 juta orang.&lt;br /&gt;Bahkan, berdasarkan angka Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pada tahun 2001, persentase keluarga miskin (keluarga prasejahtera dan sejahtera I) pada 2001 mencapai 52,07 persen, atau lebih dari separuh jumlah keluarga di Indonesia. Angka- angka ini mengindikasikan bahwa program-program penanggulangan kemiskinan selama ini belum berhasil mengatasi masalah kemiskinan di Indonesia.&lt;br /&gt;Penyebab kegagalan&lt;br /&gt;Pada dasarnya ada dua faktor penting yang dapat menyebabkan kegagalan program penanggulangan kemiskinan di Indonesia. Pertama, program- program penanggulangan kemiskinan selama ini cenderung berfokus pada upaya penyaluran bantuan sosial untuk orang miskin.Hal itu, antara lain, berupa beras untuk rakyat miskin dan program jaring pengaman sosial (JPS) untuk orang miskin. Upaya seperti ini akan sulit menyelesaikan persoalan kemiskinan yang ada karena sifat bantuan tidaklah untuk pemberdayaan, bahkan dapat menimbulkan ketergantungan.&lt;br /&gt;Program-program bantuan yang berorientasi pada kedermawanan pemerintah ini justru dapat memperburuk moral dan perilaku masyarakat miskin. Program bantuan untuk orang miskin seharusnya lebih difokuskan untuk menumbuhkan budaya ekonomi produktif dan mampu membebaskan ketergantungan penduduk yang bersifat permanen. Di lain pihak, program-program bantuan sosial ini juga dapat menimbulkan korupsi dalam penyalurannya.&lt;br /&gt;Alangkah lebih baik apabila dana-dana bantuan tersebut langsung digunakan untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), seperti dibebaskannya biaya sekolah, seperti sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP), serta dibebaskannya biaya- biaya pengobatan di pusat kesehatan masyarakat (puskesmas).&lt;br /&gt;Faktor kedua yang dapat mengakibatkan gagalnya program penanggulangan kemiskinan adalah kurangnya pemahaman berbagai pihak tentang penyebab kemiskinan itu sendiri sehingga program-program pembangunan yang ada tidak didasarkan pada isu-isu kemiskinan, yang penyebabnya berbeda-beda secara lokal.&lt;br /&gt;Sebagaimana diketahui, data dan informasi yang digunakan untuk program-program penanggulangan kemiskinan selama ini adalah data makro hasil Survei Sosial dan Ekonomi Nasional (Susenas) oleh BPS dan data mikro hasil pendaftaran keluarga prasejahtera dan sejahtera I oleh BKKBN.&lt;br /&gt;Kedua data ini pada dasarnya ditujukan untuk kepentingan perencanaan nasional yang sentralistik, dengan asumsi yang menekankan pada keseragaman dan fokus pada indikator dampak. Pada kenyataannya, data dan informasi seperti ini tidak akan dapat mencerminkan tingkat keragaman dan kompleksitas yang ada di Indonesia sebagai negara besar yang mencakup banyak wilayah yang sangat berbeda, baik dari segi ekologi, organisasi sosial, sifat budaya, maupun bentuk ekonomi yang berlaku secara lokal.&lt;br /&gt;Bisa saja terjadi bahwa angka-angka kemiskinan tersebut tidak realistis untuk kepentingan lokal, dan bahkan bisa membingungkan pemimpin lokal (pemerintah kabupaten/kota). Sebagai contoh adalah kasus yang terjadi di Kabupaten Sumba Timur. Pemerintah Kabupaten Sumba Timur merasa kesulitan dalam menyalurkan beras untuk orang miskin karena adanya dua angka kemiskinan yang sangat berbeda antara BPS dan BKKBN pada waktu itu.&lt;br /&gt;Di satu pihak angka kemiskinan Sumba Timur yang dihasilkan BPS pada tahun 1999 adalah 27 persen, sementara angka kemiskinan (keluarga prasejahtera dan sejahtera I) yang dihasilkan BKKBN pada tahun yang sama mencapai 84 persen. Kedua angka ini cukup menyulitkan pemerintah dalam menyalurkan bantuan-bantuan karena data yang digunakan untuk target sasaran rumah tangga adalah data BKKBN, sementara alokasi bantuan didasarkan pada angka BPS.&lt;br /&gt;Secara konseptual, data makro yang dihitung BPS selama ini dengan pendekatan kebutuhan dasar (basic needs approach) pada dasarnya (walaupun belum sempurna) dapat digunakan untuk memantau perkembangan serta perbandingan penduduk miskin antardaerah. Namun, data makro tersebut mempunyai keterbatasan karena hanya bersifat indikator dampak yang dapat digunakan untuk target sasaran geografis, tetapi tidak dapat digunakan untuk target sasaran individu rumah tangga atau keluarga miskin. Untuk target sasaran rumah tangga miskin, diperlukan data mikro yang dapat menjelaskan penyebab kemiskinan secara lokal, bukan secara agregat seperti melalui model-model ekonometrik.&lt;br /&gt;Untuk data mikro, beberapa lembaga pemerintah telah berusaha mengumpulkan data keluarga atau rumah tangga miskin secara lengkap, antara lain data keluarga prasejahtera dan sejahtera I oleh BKKBN dan data rumah tangga miskin oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Meski demikian, indikator- indikator yang dihasilkan masih terbatas pada identifikasi rumah tangga. Di samping itu, indikator-indikator tersebut selain tidak bisa menjelaskan penyebab kemiskinan, juga masih bersifat sentralistik dan seragam-tidak dikembangkan dari kondisi akar rumput dan belum tentu mewakili keutuhan sistem sosial yang spesifik-lokal.&lt;br /&gt;Strategi ke depan&lt;br /&gt;Berkaitan dengan penerapan otonomi daerah sejak tahun 2001, data dan informasi kemiskinan yang ada sekarang perlu dicermati lebih lanjut, terutama terhadap manfaatnya untuk perencanaan lokal.&lt;br /&gt;Strategi untuk mengatasi krisis kemiskinan tidak dapat lagi dilihat dari satu dimensi saja (pendekatan ekonomi), tetapi memerlukan diagnosa yang lengkap dan menyeluruh (sistemik) terhadap semua aspek yang menyebabkan kemiskinan secara lokal.&lt;br /&gt;Data dan informasi kemiskinan yang akurat dan tepat sasaran sangat diperlukan untuk memastikan keberhasilan pelaksanaan serta pencapaian tujuan atau sasaran dari kebijakan dan program penanggulangan kemiskinan, baik di tingkat nasional, tingkat kabupaten/kota, maupun di tingkat komunitas.&lt;br /&gt;Masalah utama yang muncul sehubungan dengan data mikro sekarang ini adalah, selain data tersebut belum tentu relevan untuk kondisi daerah atau komunitas, data tersebut juga hanya dapat digunakan sebagai indikator dampak dan belum mencakup indikator-indikator yang dapat menjelaskan akar penyebab kemiskinan di suatu daerah atau komunitas.&lt;br /&gt;Dalam proses pengambilan keputusan diperlukan adanya indikator-indikator yang realistis yang dapat diterjemahkan ke dalam berbagai kebijakan dan program yang perlu dilaksanakan untuk penanggulangan kemiskinan. Indikator tersebut harus sensitif terhadap fenomena-fenomena kemiskinan atau kesejahteraan individu, keluarga, unit-unit sosial yang lebih besar, dan wilayah.&lt;br /&gt;Kajian secara ilmiah terhadap berbagai fenomena yang berkaitan dengan kemiskinan, seperti faktor penyebab proses terjadinya kemiskinan atau pemiskinan dan indikator-indikator dalam pemahaman gejala kemiskinan serta akibat-akibat dari kemiskinan itu sendiri, perlu dilakukan. Oleh karena itu, pemerintah kabupaten/kota dengan dibantu para peneliti perlu mengembangkan sendiri sistem pemantauan kemiskinan di daerahnya, khususnya dalam era otonomi daerah sekarang. Para peneliti tersebut tidak hanya dibatasi pada disiplin ilmu ekonomi, tetapi juga disiplin ilmu sosiologi, ilmu antropologi, dan lainnya.&lt;br /&gt;Belum memadai&lt;br /&gt;Ukuran-ukuran kemiskinan yang dirancang di pusat belum sepenuhnya memadai dalam upaya pengentasan kemiskinan secara operasional di daerah. Sebaliknya, informasi-informasi yang dihasilkan dari pusat tersebut dapat menjadikan kebijakan salah arah karena data tersebut tidak dapat mengidentifikasikan kemiskinan sebenarnya yang terjadi di tingkat daerah yang lebih kecil. Oleh karena itu, di samping data kemiskinan makro yang diperlukan dalam sistem statistik nasional, perlu juga diperoleh data kemiskinan (mikro) yang spesifik daerah. Namun, sistem statistik yang dikumpulkan secara lokal tersebut perlu diintegrasikan dengan sistem statistik nasional sehingga keterbandingan antarwilayah, khususnya keterbandingan antarkabupaten dan provinsi dapat tetap terjaga.&lt;br /&gt;Dalam membangun suatu sistem pengelolaan informasi yang berguna untuk kebijakan pembangunan kesejahteraan daerah, perlu adanya komitmen dari pemerintah daerah dalam penyediaan dana secara berkelanjutan. Dengan adanya dana daerah untuk pengelolaan data dan informasi kemiskinan, pemerintah daerah diharapkan dapat mengurangi pemborosan dana dalam pembangunan sebagai akibat dari kebijakan yang salah arah, dan sebaliknya membantu mempercepat proses pembangunan melalui kebijakan dan program yang lebih tepat dalam pembangunan.&lt;br /&gt;Keuntungan yang diperoleh dari ketersediaan data dan informasi statistik tersebut bahkan bisa jauh lebih besar dari biaya yang diperlukan untuk kegiatan-kegiatan pengumpulan data tersebut. Selain itu, perlu adanya koordinasi dan kerja sama antara pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholder), baik lokal maupun nasional atau internasional, agar penyaluran dana dan bantuan yang diberikan ke masyarakat miskin tepat sasaran dan tidak tumpang tindih.&lt;br /&gt;Ketersediaan informasi tidak selalu akan membantu dalam pengambilan keputusan apabila pengambil keputusan tersebut kurang memahami makna atau arti dari informasi itu. Hal ini dapat disebabkan oleh kurangnya kemampuan teknis dari pemimpin daerah dalam hal penggunaan informasi untuk manajemen.&lt;br /&gt;Sebagai wujud dari pemanfaatan informasi untuk proses pengambilan keputusan dalam kaitannya dengan pembangunan di daerah, diusulkan agar dilakukan pemberdayaan pemerintah daerah, instansi terkait, perguruan tinggi dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) dalam pemanfaatan informasi untuk kebijakan program.&lt;br /&gt;Kegiatan ini dimaksudkan agar para pengambil keputusan, baik pemerintah daerah, dinas-dinas pemerintahan terkait, perguruan tinggi, dan para LSM, dapat menggali informasi yang tepat serta menggunakannya secara tepat untuk membuat kebijakan dan melaksanakan program pembangunan yang sesuai.&lt;br /&gt;Pemerintah daerah perlu membangun sistem pengelolaan informasi yang menghasilkan segala bentuk informasi untuk keperluan pembuatan kebijakan dan pelaksanaan program pembangunan yang sesuai. Perlu pembentukan tim teknis yang dapat menyarankan dan melihat pengembangan sistem pengelolaan informasi yang spesifik daerah. Pembentukan tim teknis ini diharapkan mencakup pemerintah daerah dan instansi terkait, pihak perguruan tinggi, dan peneliti lokal maupun nasional, agar secara kontinu dapat dikembangkan sistem pengelolaan informasi yang spesifik daerah.&lt;br /&gt;Berkaitan dengan hal tersebut, perlu disadari bahwa walaupun kebutuhan sistem pengumpulan data yang didesain, diadministrasikan, dianalisis, dan didanai pusat masih penting dan perlu dipertahankan, sudah saatnya dikembangkan pula mekanisme pengumpulan data untuk kebutuhan komunitas dan kabupaten.&lt;br /&gt;Mekanisme pengumpulan data ini harus berbiaya rendah, berkelanjutan, dapat dipercaya, dan mampu secara cepat merefleksikan keberagaman pola pertumbuhan ekonomi dan pergerakan sosial budaya di antara komunitas pedesaan dan kota, serta kompromi ekologi yang meningkat.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/856592841697079183-1481894831103332303?l=syahrudiforum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syahrudiforum.blogspot.com/feeds/1481894831103332303/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://syahrudiforum.blogspot.com/2009/01/masalah-kemiskinan-di-indonesia.html#comment-form' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/856592841697079183/posts/default/1481894831103332303'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/856592841697079183/posts/default/1481894831103332303'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syahrudiforum.blogspot.com/2009/01/masalah-kemiskinan-di-indonesia.html' title='Masalah Kemiskinan di Indonesia'/><author><name>Syahrudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11207986203888880827</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5rWovritelQ/TDCakmXgfAI/AAAAAAAAACo/z3-YOHt16sA/S220/gw.bmp'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-856592841697079183.post-4487297752786669913</id><published>2009-01-30T15:10:00.000+07:00</published><updated>2009-01-30T15:15:18.238+07:00</updated><title type='text'>Globalisasi dan Indonesia 2030</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Abad ke-21 adalah abad milik Asia. Pada tahun 2050 separuh lebih produk nasional bruto dunia bakal dikuasai Asia. China, menggusur Amerika Serikat, akan menjadi pemain terkuat dunia, diikuti India di posisi ketiga. Lalu, apa peran dan di mana posisi Indonesia waktu itu?&lt;br /&gt;China dan India dengan segala ekspansinya, berdasarkan sejumlah parameter saat ini dan prediksi ke depan, sudah jelas adalah pemenang dalam medan pertarungan terbuka dunia di era globalisasi, di mana tidak ada lagi sekat-sekat bukan saja bagi pergerakan informasi, modal, barang, jasa, manusia, tetapi juga ideologi dan nasionalisme negara.&lt;br /&gt;Globalisasi ekonomi dan globalisasi korporasi juga memunculkan barisan korporasi dan individu pemain global baru. Lima tahun lalu, 51 dari 100 kekuatan ekonomi terbesar sudah bukan lagi ada di tangan negara atau teritori, tetapi di tangan korporasi.&lt;br /&gt;Pendapatan WalMart, jaringan perusahaan ritel AS, pada tahun 2001 sudah melampaui produk domestik bruto (PDB) Indonesia sebagai negara. Penerimaan perusahaan minyak Royal Dutch Shell melampaui PDB Venezuela, salah satu anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) yang berpengaruh.&lt;br /&gt;Pendapatan perusahaan mobil nomor satu dunia dari AS, General Motor, kira-kira sama dengan kombinasi PDB tiga negara: Selandia Baru, Irlandia, dan Hongaria. Perusahaan transnasional (TNCs) terbesar dunia, General Electric, menguasai aset 647,483 miliar dollar AS atau hampir tiga kali lipat PDB Indonesia.&lt;br /&gt;Begitu besar kekuatan uang dan pengaruh yang dimiliki korporasi-korporasi ini sehingga mampu mengendalikan pengambilan keputusan di tingkat pemerintahan dan menentukan arah pergerakan perdagangan dan perekonomian global.&lt;br /&gt;Pada awal dekade 1990-an terdapat 37.000 TNCs dengan sekitar 170.000 perusahaan afiliasi yang tersebar di seluruh dunia. Tahun 2004 jumlah TNCs meningkat menjadi sekitar 70.000 dengan total afiliasi 690.000. Sekitar 75 persen TNCs ini berbasis di Amerika Utara, Eropa Barat, serta Jepang, dan 99 dari 100 TNCs terbesar juga dari negara maju.&lt;br /&gt;Namun, belakangan pemain kelas dunia dari negara berkembang, terutama Asia, mulai menyembul di sana-sini. Dalam daftar 100 TNCs nonfinansial terbesar dunia (dari sisi aset) versi World Investment Report 2005, ada nama seperti Hutchison Whampoa Limited (urutan 16) dari Hongkong, Singtel Ltd (66) dari Singapura, Petronas (72) dari Malaysia, dan Samsung (99) dari Korea Selatan.&lt;br /&gt;Sementara dalam daftar 50 TNCs finansial terbesar dunia, ada tiga wakil dari China, yakni Industrial &amp;amp; Commercial Bank of China (urutan 23), Bank of China (34), dan China Construction Bank (39).&lt;br /&gt;Lompatan besar&lt;br /&gt;Menurut data United Nations Conference on Trade and Development, pada tahun 2004 China adalah eksportir terbesar ketiga di dunia untuk barang (merchandise goods) dan kesembilan terbesar untuk jasa komersial, dengan pangsa 9 dan 2,8 persen dari total ekspor dunia.&lt;br /&gt;Volume ekspor China mencapai 325 miliar dollar AS tahun 2002 dan tahun lalu 764 miliar dollar AS. Manufaktur menyumbang 39 persen PDB China. Output manufaktur China tahun 2003 adalah ketiga terbesar setelah AS dan Jepang. Di sektor jasa, China yang terbesar kesembilan setelah AS, Jepang, Jerman, Inggris, Perancis, Italia, Kanada, dan Spanyol.&lt;br /&gt;Sementara India peringkat ke-20 eksportir merchandise goods (1,1 persen) dan peringkat ke-22 untuk jasa komersial (1,5 persen). Produk nasional bruto (GNP) China tahun 2050 diperkirakan 175 persen dari GNP AS, sementara GNP India sudah akan menyamai AS dan menjadikannya perekonomian terbesar ketiga dunia, mengalahkan Uni Eropa dan Jepang.&lt;br /&gt;Ketika China membuka diri pada dunia dua dekade lalu, orang hanya membayangkan potensi China sebagai pasar raksasa dengan lebih dari semiliar konsumen sehingga sangat menarik bagi perusahaan ritel dan manufaktur dunia. Belakangan, China bukan hanya menarik dan berkembang sebagai pasar, tetapi juga sebagai basis produksi berbagai produk manufaktur untuk memasok pasar global. China awal abad ke-21 ini seperti Inggris abad ke-19 lalu.&lt;br /&gt;China tidak berhenti hanya sampai di sini. Jika pada awal 1990-an hanya dipandang sebagai lokasi menarik untuk basis produksi produk padat karya sederhana, dewasa ini China membuktikan juga kompetitif dalam berbagai industri berteknologi maju. Masuknya China dalam keanggotaan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) semakin melapangkan jalan bagi negeri Tirai Bambu ini untuk menjadi kekuatan yang semakin sulit ditandingi di pasar global.&lt;br /&gt;Di sektor padat karya, seperti tekstil dan pakaian jadi, diakhirinya rezim kuota di negara-negara maju membuat ekspor China membanjiri pasar dunia dan membuat banyak industri tekstil dan pakaian jadi di sejumlah negara berkembang pesaing harus tutup. Pangsa ekspor pakaian dari China diperkirakan akan melonjak dari sekitar 17 persen dari total ekspor dunia saat ini menjadi 45 persen pada paruh kedua dekade ini.&lt;br /&gt;Hal serupa terjadi pada produk-produk berteknologi tinggi. Bagaimana China menginvasi dan membanjiri pasar global dengan produk-produknya, dengan menggusur negara-negara pesaing, bisa dilihat dari data WTO berikut.&lt;br /&gt;Pangsa China di pasar elektronik AS meningkat dari 9,5 persen (tahun 1992) menjadi 21,8 persen (1999). Sementara pada saat yang sama, pangsa Singapura turun dari 21,8 persen menjadi 13,4 persen. Kontribusi China terhadap produksi personal computer dunia naik dari 4 persen (1996) menjadi 21 persen (2000), sementara kontribusi ASEAN secara keseluruhan pada kurun waktu yang sama menciut dari 17 persen menjadi 6 persen.&lt;br /&gt;Pangsa China terhadap total produksi hard disk dunia juga naik dari 1 persen (1996) menjadi 6 persen (2000), sementara pangsa ASEAN turun dari 83 persen menjadi 77 persen. Pangsa China untuk produksi keyboard naik dari 18 persen (1996) menjadi 38 persen (2000), sementara pangsa ASEAN tergerus dari 57 persen menjadi 42 persen.&lt;br /&gt;Semua gambaran itu jelas memperlihatkan China terus naik kelas, membuat lompatan besar dari waktu ke waktu, dan pada saat yang sama terus memperluas diversifikasi produk dan pasarnya. Gerakan sapu bersih China di berbagai macam industri—mulai dari yang berintensitas teknologi sangat sederhana hingga intensitas teknologi dan nilai tambah sangat tinggi—ini semakin mempertegas posisi China sebagai the world’s factory memasuki abad ke-21.&lt;br /&gt;Sementara pada saat yang sama, negara-negara tetangganya justru mengalami hollowing out di industri manufaktur berteknologi tinggi dengan cepat. Di industri berintensitas teknologi rendah yang cenderung padat karya, China menekan negara-negara seperti Vietnam dan Indonesia yang basis industrinya masih sempit, yakni teknologi yang tidak terlalu complicated dan bernilai tambah rendah.&lt;br /&gt;Sementara di industri yang berintensitas teknologi tinggi, China semakin menjadi ancaman tidak saja bagi negara seperti Taiwan dan Korsel, tetapi juga AS dan Jepang. China tidak hanya membanjiri dunia dengan garmen, sepatu, dan mainan, tetapi juga produk-produk komputer, kamera, televisi, dan sebagainya.&lt;br /&gt;China memasok 50 persen lebih produksi kamera dunia, 30 persen penyejuk udara (air conditioners/AC), 30 persen televisi, 25 persen mesin cuci, 20 persen lemari pendingin, dan masih banyak lagi.&lt;br /&gt;Inovasi&lt;br /&gt;Bagaimana China bisa melakukan itu semua? Ada beberapa faktor. Pertama, perusahaan-perusahaan teknologi asing, menurut Deloitte Research, sekarang ini berebut masuk untuk investasi di China, antara lain agar bisa memanfaatkan akses ke pasar China yang sangat besar dan bertumbuh dengan cepat. Kedua, perusahaan-perusahaan lokal yang menarik modal dari investor China di luar negeri (terutama Taiwan) juga semakin terampil memproduksi barang-barang berteknologi tinggi.&lt;br /&gt;Tidak statis di industri padat karya yang mengandalkan upah buruh murah, China kini mulai lebih selektif menggiring investasi ke industri yang menghasilkan high end products dan padat modal. Ini antara lain untuk mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja murah yang mulai berkurang ketersediaannya.&lt;br /&gt;Ketiga, perguruan-perguruan tinggi di China mampu mencetak barisan insinyur baru dalam jumlah besar setiap tahunnya, dengan upah yang tentu relatif murah dibandingkan jika menyewa insinyur asing. Setiap tahun, negara ini menghasilkan 2 juta-2,5 juta sarjana, dengan 60 persennya dari jurusan teknologi (insinyur). Sebagai perbandingan, di Indonesia lulusan jurusan teknologi hanya 18 persen, AS 25 persen, dan India 50 persen.&lt;br /&gt;Untuk mendukung pertumbuhan industri teknologi tinggi padat modal yang menghasilkan high end products, pemerintahan China juga sangat agresif mendorong berbagai kegiatan penelitian dan pengembangan (R&amp;amp;D), sejalan dengan ambisinya menjadi The Fastest Growing Innovation Centre of the World, dengan tahapan, strategi, dan implementasi yang sangat jelas untuk sampai ke sana.&lt;br /&gt;Hampir di setiap ibu kota provinsi ada R&amp;amp;D centre-nya. Positioning strategy ini mengindikasikan China mulai masuk babak kedua dalam pembangunan ekonominya.&lt;br /&gt;Ketiga, negara ini relatif memiliki infrastruktur yang sangat bagus untuk mengangkut komponen dan barang dari luar dan juga di seluruh penjuru negeri. China, dengan 1,3 miliar penduduk, memiliki 88.775 kilometer jalan arteri dan 100.000 kilometer jalan tol, atau rasio panjang jalan per sejuta penduduk 1.384 kilometer.&lt;br /&gt;Sebagai perbandingan, Indonesia dengan 220 juta penduduk baru memiliki jalan arteri 26.000 kilometer dan jalan tol 620 kilometer (121 kilometer per sejuta penduduk). Itu pun sebagian besar dalam kondisi rusak. Pelabuhan-pelabuhan di China sudah mampu melayani seperlima volume kontainer dunia dan negara ini terus membangun jalan-jalan tol dan pelabuhan-pelabuhan baru.&lt;br /&gt;Keempat, kebijakan pemerintah yang sangat mendukung, termasuk perizinan investasi, perpajakan, dan kepabeanan. Kelima, pembangunan zona-zona ekonomi khusus (20 zona) sebagai mesin pertumbuhan ekonomi sehingga perkembangan ekonomi bisa lebih terfokus dan pembangunan infrastruktur juga lebih efisien.&lt;br /&gt;Hasilnya, tahun 2004 China berhasil menarik investasi langsung asing 60,6 miliar dollar AS dan 500 perusahaan terbesar dunia hampir seluruhnya melakukan investasi di sana. Bagaimana kompetitifnya China bisa dilihat di tabel. Di sini kelihatan China sudah memperhitungkan segala aspek untuk bisa bersaing dan merebut abad ke-21 dalam genggamannya.&lt;br /&gt;Hal serupa terjadi pada India yang mengalami pertumbuhan pesat sejak program liberalisasi dengan membongkar ”License raj" pada era Menteri Keuangan Manmohan Singh tahun 1991. India kini sudah masuk tahap kedua strategi pembangunan ekonomi dengan menggunakan teknologi informasi (IT) sebagai basis pembangunan ekonominya.&lt;br /&gt;Hampir seluruh pemain bisnis IT dunia sudah membuka usahanya di India, terutama di Bangalore. Tahun 2006, pendapatan dari IT India mencapai 36 miliar dollar AS. Malaysia, Thailand, dan Filipina juga beranjak ke produk-produk yang memiliki tingkat teknologi lebih kompleks dan bernilai tambah tinggi. Singapura dan Korsel mengarah ke teknologi informasi dan perancangan produk.&lt;br /&gt;Pragmatisme&lt;br /&gt;Bagaimana dengan Indonesia? Prinsip globalisasi adalah adanya pembagian kerja untuk mencapai efisiensi. Sinyalemen bahwa Indonesia dengan tenaga kerja melimpah dan upah buruh murah hanya kebagian industri ”peluh” (sweatshop) seperti pakaian jadi dan alas kaki dalam rantai kegiatan produksi global, terbukti sebagian besar benar.&lt;br /&gt;China, India, dan Malaysia juga memulai dengan sweatshop, tetapi kemudian mampu meng-upgrade industrinya dengan cepat. Hal ini yang tidak terjadi di Indonesia. Kebijakan Indonesia menghadapi globalisasi sendiri selama ini lebih didasarkan pada sikap pragmatisme.&lt;br /&gt;Direktur Eksekutif Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Hadi Soesastro (Globalization: Challenge for Indonesia) mengatakan, kebijakan pemerintah menghadapi globalisasi tidak didasarkan pada pertimbangan ideologis, tetapi lebih pada penilaian obyektif apa yang bisa dicapai negara-negara Asia Timur lain.&lt;br /&gt;Apalagi, saat itu di antara negara-negara di kawasan Asia sendiri ada persaingan, berlomba untuk meliberalisasikan perekonomiannya agar lebih menarik bagi investasi global. Momentum ini didorong lagi oleh munculnya berbagai kesepakatan kerja sama ekonomi regional seperti AFTA dan APEC.&lt;br /&gt;Pemerintah meyakini melalui liberalisasi pasar, industri dan perusahaan-perusahaan di Indonesia akan bisa menjadi kompetitif secara internasional. Sejak pertengahan tahun 1980-an, Indonesia sudah mulai meliberalisasikan dan menderegulasikan rezim perdagangan dan investasinya.&lt;br /&gt;Selama periode 1986-1990, tidak kurang dari 20 paket kebijakan liberalisasi perdagangan dan investasi diluncurkan. Indonesia adalah satu-satunya negara di Asia Timur yang memulai program liberalisasi ekonomi dengan liberalisasi rezim devisa.&lt;br /&gt;Namun, dalam banyak kasus, paket kebijakan yang ditempuh pemerintah untuk mendorong sektor swasta waktu itu cenderung reaktif dan tak koheren serta diskriminatif karena sering kali tidak menyertakan kelompok atau sektor tertentu dari program deregulasi. Jadi, tidak mendorong terjadinya persaingan yang sehat.&lt;br /&gt;Pengusaha tumbuh dan menggurita bukan karena ia efisien dan kompetitif, tetapi karena ia berhasil menguasai aset dan sumber daya ekonomi, akibat adanya privelese atau KKN dengan penguasa.&lt;br /&gt;Kini Indonesia terkesan semakin gamang menghadapi globalisasi, terutama di tengah tekanan sentimen nasionalisme di dalam negeri. Di pihak pemerintah sendiri, karena menganggap sudah sukses melaksanakan tahap pertama liberalisasi (first-order adjustment) ekonomi, pemerintah cenderung menganggap sepele tantangan yang menunggu di depan mata.&lt;br /&gt;Ini tercermin dari sikap taken for granted dan cenderung berpikir pendek. Padahal, tantangan akan semakin berat dan kompleks sejalan dengan semakin dalamnya integrasi internasional. Belum jelas bagaimana perekonomian dan bangsa ini menghadapi kompetisi lebih besar yang tidak bisa lagi dibendung.&lt;br /&gt;Jika China yang the world’s factory dan India yang kini menjadi surga outsourcing IT dunia berebut menjadi pusat inovasi dunia, manufacture hub, atau mimpi-mimpi lain, Indonesia sampai saat ini belum berani mencanangkan menjadi apa pun atau mengambil peran apa pun di masa depan. Jika Indonesia sendiri tak mampu memberdayakan dan menolong dirinya serta membiarkan diri tergilas arus globalisasi, selamanya bangsa ini hanya akan menjadi tukang jahit dan buruh.&lt;br /&gt;Menurut seorang panelis, yang dibutuhkan Indonesia sekarang ini adalah visioning, repositioning strategy, dan leadership. Tanpa itu semua, kita tidak akan pernah beranjak dari transformasi yang terus berputar-putar. Dengan visi jelas, tahapan-tahapan yang juga jelas, dan komitmen semua pihak serta kepemimpinan yang kuat untuk mencapai itu, tahun 2030 bukan tidak mungkin Indonesia juga bisa bangkit kembali menjadi bangsa yang lebih bermartabat dan berdaya sebagai pemenang dalam globalisasi.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/856592841697079183-4487297752786669913?l=syahrudiforum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syahrudiforum.blogspot.com/feeds/4487297752786669913/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://syahrudiforum.blogspot.com/2009/01/globalisasi-dan-indonesia-2030.html#comment-form' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/856592841697079183/posts/default/4487297752786669913'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/856592841697079183/posts/default/4487297752786669913'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syahrudiforum.blogspot.com/2009/01/globalisasi-dan-indonesia-2030.html' title='Globalisasi dan Indonesia 2030'/><author><name>Syahrudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11207986203888880827</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5rWovritelQ/TDCakmXgfAI/AAAAAAAAACo/z3-YOHt16sA/S220/gw.bmp'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-856592841697079183.post-2732956446989060370</id><published>2009-01-22T19:43:00.000+07:00</published><updated>2009-01-22T19:44:10.923+07:00</updated><title type='text'>Pengaruh Krisis Global</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Saat ini negara super power amerika serikat sedang dalam masalah yang cukup pelik yaitu krisis keuangan. Menurut sumber Kompas penyebab dari krisis ekonomi AS adalah penumpukan hutang nasional yang mencapai 8.98 triliun USD, pengurangan pajak korporasi, pembengkakan biaya perang irak dan afghanistan, dan yang paling krusial adalah Subprime Mortgage: Kerugian surat berharga property sehingga membangkrutkan Lehman Brothers, Merryl Lynch, Goldman Sachs, Northern Rock,UBS, Mitsubishi UF.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Krisis yang terjadi di amerika ternyata cukup berdampak juga pada negara-negara baik yang ada di Eropa maupun Asia .&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saat ini Amerika Serikat dilanda resesi yang sangat serius dan menyakitkan. Kini pertanyaanya adalah: Seburuk apa fase konjunktur ini, dan apakah akan dapat meruntuhkan ekonomi Amerika Serikat secara mendadak? Di Eropa, terutama  Bank Sentral Eropa walaupun menyadari hal itu merupakan ilusi, masih tetap mengharapkan bahwa mereka masih dapat melindung kawasannya atau menepis dampak dari krisis berat ekonomi di Amerika Serikat. Namun, di tahun 2008 ini Eropa tidak akan lagi mampu menahan dampak krisis ekonomi dari Amerika Serikat dan akan ikut tergilas.&lt;br /&gt;Di salah satu negara Eropa yaitu Jerman. Dimana serikat buruh negara tersebut menuntut kenaikan gaji sampai 8 persen untuk mengimbangi daya beli yang terus menurun. Juga di Perancis menurunnya daya beli menjadi topik bahasan. Namun dalam kenyataannya penurunan daya beli ini adalah masalah seluruh Eropa. Di mana-mana pertumbuhan ekonomi harus dikoreksi ke bawah. Bank Sentral Eropa mengecam tuntutan serikat buruh- khususnya dengan menyoroti Jerman sebagai penggerak ekonomi Eropa. Ekonomi global mengalami perubahan drastis. Krisis kredit di Amerika Serikat menunjukkan betapa rentannya globalisasi moneter. Para aktor baru ekonomi juga muncul di luar rencana. Seperti halnya dana simpanan jangka panjang dari negara-negara penghasil minyak bumi, yang merupakan investasi jangka panjang. Yang berbeda dari dana pensiun, yang hanya tertarik pada keuntungan jangka pendek. Perubahan drastis dalam sirkulasi keuangan tidak dapat diabaikan lagi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Lantas bagaimana dengan di Indonesia ? krisis kuangan yang menimpa amerika jelas juga berdampak di Indonesia, seperti harga rupiah yang terus melemah, IHSG yang juga tidak sehat, ekspor diperkirakan juga menjadi terhambat karena perusahaan- perusahaan AS akan melakukan politik banting harga. Namun apakah krisis ekonomi yang terjadi di Indonesia pada tahun 1997/98 akan terjadi lagi? Menurut seorang pakar Ekonom dari UGM yaitu Sri Adiningsih menilai sampai sejauh ini pemerintah Indonesia belum mempunyai langkah strategis untuk mengantisipasi dampak krisis financial AS, padahal jika krisis financial AS tidak segera teratasi maka dampaknya terhadap perekonomian Indonesia bisa lebih buruk dibanding krisis ekonomi tahun 1997/98.&lt;br /&gt;Setidaknya kita berharap pasar asia masih bertahan dalam menghadapi krisis yang terjadi di AS, karena saat ini pemerintah hanya memiliki strategi untuk fokus kepada jalur distribusi ekspor, akan tetapi apabila pasar asia ikut hancur maka dipastikan Indonesia akan mengalami krisis ekonomi yang lebih parah dari tahun 1997/98.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/856592841697079183-2732956446989060370?l=syahrudiforum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syahrudiforum.blogspot.com/feeds/2732956446989060370/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://syahrudiforum.blogspot.com/2009/01/pengaruh-krisis-global.html#comment-form' title='12 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/856592841697079183/posts/default/2732956446989060370'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/856592841697079183/posts/default/2732956446989060370'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syahrudiforum.blogspot.com/2009/01/pengaruh-krisis-global.html' title='Pengaruh Krisis Global'/><author><name>Syahrudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11207986203888880827</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5rWovritelQ/TDCakmXgfAI/AAAAAAAAACo/z3-YOHt16sA/S220/gw.bmp'/></author><thr:total>12</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-856592841697079183.post-7119114070790425321</id><published>2009-01-22T05:57:00.000+07:00</published><updated>2009-01-22T06:01:28.594+07:00</updated><title type='text'>Resume Filsafat Ilmu</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;I. Filsafat Abad Yunani Kuno&lt;br /&gt;Menurut catatan sejarah, filsafat Barat bermula di Yunani. Bangsa Yunani mulai mempergunakan akal ketika mempertanyakan mitos yang berkembang di masyarakat sekitar abad VI SM. Perkembangan pemikiran ini menandai usaha manusia untuk mempergunakan akal dalam memahami segala sesuatu. Pemikiran Yunani sebagai embrio filsafat Barat berkembang menjadi titik tolak pemikiran Barat abad pertengahan, modern dan masa berikutnya.&lt;br /&gt;Disamping menempatkan filsafat sebagai sumber pengetahuan, Barat juga menjadikan agama sebagai pedoman hidup, meskipun memang harus diakui bahwa hubungan filsafat dan agama mengalami pasang surut. Pada abad pertengahan misalnya dunia Barat didominasi oleh dogmatisme gereja (agama), tetapi abad modern seakan terjadi pembalasan terhadap agama. Peran agama di masa modern digantikan ilmu-ilmu positif. Akibatnya, Barat mengalami kekeringan spiritualisme. Namun selanjutnya, Barat kembali melirik kepada peranan agama agar kehidupan mereka kembali memiliki makna.&lt;br /&gt;Bangsa Yunani merupakan bangsa yang pertama kali berusaha menggunakan akal untuk berpikir. Kegemaran bangsa Yunani merantau secara tidak langsung menjadi sebab meluasnya tradisi berpikir bebas yang dimiliki bangsa Yunani.&lt;br /&gt;Menurut Barthelemy, kebebasan berpikir bangsa Yunani disebabkan di Yunani sebelumnya tidak pernah ada agama yang didasarkan pada kitab suci. Keadaan tersebut jelas berbeda dengan Mesir, Persia, dan India. Sedangkan Livingstone berpendapat bahwa adanya kebebasan berpikir bangsa Yunani dikarenakan kebebasan mereka dari agama dan politik secara bersamaan.&lt;br /&gt;Pada masa Yunani kuno, filsafat secara umum sangat dominan, meski harus diakui bahwa agama masih kelihatan memainkan peran. Hal ini terjadi pada tahap permulaan, yaitu pada masa Thales (640-545 SM), yang menyatakan bahwa esensi segala sesuatu adalah air, belum murni bersifat rasional. Argumen Thales masih dipengaruhi kepercayaan pada mitos Yunani. Demikian juga Phitagoras (572-500 SM) belum murni rasional. Ordonya yang mengharamkan makan biji kacang menunjukkan bahwa ia masih dipengaruhi mitos. Jadi, dapat dikatakan bahwa agama alam bangsa Yunani masih dipengaruhi misteri yang membujuk pengikutnya, sehingga dapat disimpulkan bahwa mitos bangsa Yunani bukanlah agama yang berkualitas tinggi.&lt;br /&gt;Secara umum dapat dikatakan, para filosof pra-Socrates berusaha membebaskan diri dari belenggu mitos dan agama asalnya. Mereka mampu melebur nilai-nilai agama dan moral tradisional tanpa menggantikannya dengan sesuatu yang substansial.&lt;br /&gt;Pemikiran filsafat zaman yunani kuno didominasi oleh pemikiran yang berlaku umum dalam masyarakat yang menunjukkan pemikiran mitologis dikuasai oleh penguasa Negara. Pemikiran-pemikiran baru yang bertentangan dengan pemikiran yang sedang berlaku dilarang, dan tokoh-tokoh pemikiran baru seringkali diajukan ke pengadilan negara. Misalnya seperti yang dialami oleh Socrates guru Plato. Mitologi atau Mitos adalah dongeng-dongeng sakral mengenai kejadian-kejadian dan asal-usul sesuatu yang sangat menentukan keadaan zaman sekarang.&lt;br /&gt;Ciri filsafat abad Yunani kuno ditandai oleh adanya pemikiran yang bersifat mitos. Akan tetapi secara lambat laun pemikiran mitos mulai dikesampingkan. Dengan demikian filsafat abad Yunani kuno menunjukkan adanya pergeseran atau peralihan dari pemikiran mitos ke arah pemikiran kritis rasional, atau dari mitos ke logos.&lt;br /&gt;II. Filsafat Abad Modern&lt;br /&gt;Filsafat abad modern dimulai pada abad ke 15 ditandai oleh timbulnya Renaissance yang memiliki ciri-ciri pemikiran yang mementingkan ilmu pengetahuan. Untuk menghadapi tantangan alam pada zaman modern ini orang memberikan perhatian utama kepada penyelidikan ilmiah. Pemikiran filsafat modern berpangkal kepada ilmu sebagai landasan utama, tidak saja terhadap sikap, pandangan dan pemikiran, tetapi juga dalam penelitian-penelitian serta kebenaran-kebenaran. Dalam filsafat modern terkandung adanya sikap dan pandangan terhadap berbagai masalah hidup serta sikap dan pandangan terhadap alam semesta berdasarkan pandangan rasional. Berdassarkan sejarahnya filsafat modern berkembang karena didorong oleh bermacam-macam faktor. Dalam periode waktu antara abad ke 12 dan ke 17 telah terjadi serangkaian kejadian penting bersama dengan munculnya kelompok pemikir yang menentukan perkembangan filsafat modern.&lt;br /&gt;Kehidupan intelektual di Eropa sebagai warisan pemikiran yang dikembangkan pada abad ke 12 menyebabkan timbulnya ilmu pengetahuan, yang sebagian maju dan berkembang berkat pengunaan ilmu pasti dari kalangan filsuf arab yang sudah lama dikenal di Babilonia dan India. Dengan munculnya Renaissance pada abad pertengahan, maka perhatian dan penggalian terhadap filsafat abad kuno terutama filsafat Aristoteles semakin besar.&lt;br /&gt;Apabila filsafat abad pertengahan dan filsafat abad modern kita bandingkan, maka filsafat abad pertengahan menunjukkan sifat dan corak teologis dan lebih mendasarkan pada konsep-konsep teologis tersebut yang secara khusus didominasi agama kristen. Sedangkan filsafat abad modern lebih bercorak pemikiran yang bersifat rasional.&lt;br /&gt;Demikian sukarnya mengadakan pembagian yang tegas dalam sejarah filsafat, baik berdasarkan ciri-ciri, maupun berdasarkan periode atau kurun waktunya. Kesukaran tersebut disebabkan masing-masing bagian satu sama lain merupakan kontiunitas dalam perkembangannya. Oleh karena itu untuk bisa memahami filsafat abad modern, perlu memahami dan mengetahui perkembangan filsafat zaman sebelumnya. Pemikiran-pemikiran filsafat sebelumnya merupakan dasar dari pemikiran dari filsafat zaman selanjutnya. Filsafat modern sekarang tibul dan berkembang atas dasar filsafat sebelumnya yang mendahuluinya. Kesukaran lain adalah untuk menentukan kurun waktu yang tegas dari masing-masing pembagian itu. Diatas telah dikemukakan bahwa filsafat abad kuno dumulai pada 600 tahun sebelum masehi dan berakhir pada ke 16 (tahun 529 M). Sedangkan permulaan sejarah filsafat abad pertengahan pada abad ke 2 masehi, sehingga pada abad ke 2 telah dimulai pemikiran-pemikiran rasional, sedangkan pemikiran yang bersifat teologis Kristiani masih mendominasi pemikiran sampai abad ke 16.&lt;br /&gt;Dengan demikian kita mengetahui bahwa dalam abad kuno sudah ada ciri-ciri pemikiran filsafat abad pertengahan, yaitu pada abad ke 2 dan pada abad pertengahan sudah dimulai benih-benih filsafat modern sejak abad ke 9 dan abad ke 12, walaupun permulaan abad modern pada abad ke 15. hal itu menunjukkan bahwa pemikiran filsafat berkembang secara kontinu, sedangkan filsafat modern berkembang atas dasar filsafat abad pertengahan, dan filsafat abad pertengahan berkembang sebagai kelanjutan dari filsafat abad kuno. Dengan demikian perkembangan filsafat dan juga ilmu-ilmu yang lain bersifat akumulatif.&lt;br /&gt;III. Filsafat Posmodernisme&lt;br /&gt;Teori hasrat yang dikembangkan oleh Deleuze dan Guattari adalah pemikiran produktif yang berlatar belakang situasi Perancis abad kedua puluh. Sebagai kontruksi zamannya, teori hasrat Deleuze dan Guattari tidak terlepas dari dua komponen berikut :&lt;br /&gt;Situasi sosial, politk dan ekonomi Perancis psca Perang Dunia II&lt;br /&gt;Kemunculan wacana intelektual baru yang diteorikan sebagai posmodernisme.&lt;br /&gt;Postrukturalisme dan Posmodernisme&lt;br /&gt;Postrukturalisme, pada tahun 1970an muncul para pemikir yang dikelompokkan sebagai para pemikir postrukturalis. Para pemikir ini, pada umumnya menyerang premis dan asumsi strukturalisme. Postrukturalisme melihat bahwa kaum strukturalisme berusaha menciptakan standar regulatif atau seperangkat sistem normatif yang menghasilkan gagasan tentang identitas subjek yang tidak berubah (opaque). Dengan itu, strukturalisme tidak sepenuhnya mendobrak humanisasi versi pencerahan yang bersandar padz kekuatan rasionalisasi. Sebab, strukturalisme memenjarakan subjek pada mekanisme tersembunyi represif dari sebuah struktur. Lacan, misalnya, berpendapat bahwa subjektivitas adalah bentukan bahasa yang bekerja dalam dan menuntut mekanisme ketidaksadaran bahasa, atau Althusser meneorisasikan interpelasi individu dalam perangkap ideologi.&lt;br /&gt;Maka, meskipun sama-sama mengkritik subjek otonom rasionalis, terdapat perbedaan yang sangat mendasar antara strukturalisme dan posttrukturalisme. Strukturalisme meyakini bahwa satu-satunya jalan untuk mencapai humanisasi adalah dengan mencemplungkan diri sejauh-jauhnya pada struktur sosial. Pada tataran sosial, struktur-struktur adalah penentu identitas subjek. Sementara, postrukturalisme menekankan bahwa struktur-struktur sosial adalah penghalang pencapaian proses humanisasi. Karena itu, para pemikir postrukturalisme lebih berfokus pada usaha untuk menghancurkan melampui batas-batas struktural dan merayakan aliran intensitas infinit manusiawi atau subjektif.&lt;br /&gt;Para pakar postrukturalisme ini tidak lagi menggunakan teori marxis sebagai acuan teoritis. Posisi mereka adalah pos-marxis yang mengklaim bahwa marxisme adalah wacana kuno represif yang tidak lagi sesuai dengan zaman baru. Marxisme diklaim memaksakan pluralitas pada universalitas ekonomi tanpa kelas. Marxisme kemudain ditinggalkan dan diganti dengan mengeksplorasi pemikiran Nietzsche, Heidegger, Wittgenstein, James Dewey, dan para penulis seperti de sade, Bataille, dan Artaud.&lt;br /&gt;Posmodernisme&lt;br /&gt;Pemikiran Nietzsche dan arus pemikiran postrukturalisme adalah fenomena khusus yang kemudian menjadi bagian daru wacana posmodernisme yang memperkarakan hal-hal yang lebih luas. Arnold Toynbee mengategorikan posmodernisme, yang sudah dimulai pada tahun 1875, sebagai era keempat sesudah zaman kegelapan, zaman pertengahan dan zaman modern. Dari pengelompokkan ini, kita bisa mendefinisikan posmodernisme sebagai mutasi dan kontiunitas dari zaman modern dengan visi berbeda.&lt;br /&gt;Selain itu, penempelan kata posn memperkuat ikatan erat antara posmodernisme dengan zaman-zaman sebelumnya, khususnya modernisme. Penempelan kata pos mengandung makna bahwa zaman posmodernisme adalah sekaligus pemutusan total, kritik, koreksi, bentuk radikal dan kelanjutan dan modernisme. Sebagai zaman yang berkaitan erat dengan modernisme, posmodernisme memperkarakan kembali filsafat, rasionalitas dan subjek, serta epistemologi modernisme. Maka, sebelum membahas posmodernisme, kami akan membahas secara ringkas definisi, visi, patologi dan kesadaran modernisme.&lt;br /&gt;Modernisme dipahami sebagai gerakan emansipasi dalam pelbagai bidang kehidupan manusia yang secara historis dimulai di barat. Berdasarkan historisitas kemunculannya, modernisasi sering diidentikkan dengan westernisasi ini terlalu simplistis. Namun, mesti diakui bahwa westernisasi inilah yang menyebabkan gelombang raksasa yang menciptakan perubahan substantif dan kreatif sejarah hidup manusia sejak abad ketujuh belas. Modernisme memotong arus sejarah dengan sebuah emansipasi revolusioner.&lt;br /&gt;Fenomena perubahan ini, oleh beberapa ahli ilmu sosial, disebut secara variatif. Pitirim sorokim menyebutnya sebagai era kebudayaan indrawi, Van Persun menyebutnya sebagai era kebudayaan fungsional, Augeste Comte menyebutnya sebagai era kebudayaan positif, dan Karl Mark menyebutnya sebagai zaman kapitalis.&lt;br /&gt;Meskipun sebutan untuk modernisai bermaca-macam, terdapat visi umum dalam modernisasi. Modernisasi memandang dunia sebagai realitas yang belum optimal. Minimalisasi realitas disebabkan karena manusia belum memaksimalisasi energi kreatifnys dan masih terkait atau dependen pada pandangan mistis, metafisis, religius dan feodalis. Dependensi inilah yang mematikan perkembangan sejarah dan humanisasi. Dengan kata lain, sejarah akan bergulir kembali dan humanisasi diperoleh jika ketergantungan ini direvolusi. Revolusi modernitas menempatkan humanisasi sebagai visi umum. Humanisasi diyakini dapat diperoleh dengan mengimani rasio manusia sadar sebagai lokus pengembangan diri dan masyarakat. Keutuhan individu dan masyarakat bias diperoleh dengan pemaksimalan fungis rasio subjek.&lt;br /&gt;Dalam pengertian beberapa proses di atas, modernisasi bisa dilihat sebagai proses peralihan emansipatif dari situasi yang lebih primer, partisipatif, determinatif dan tertutup menuju situasi yang lebih sekunder, distantif, kreatif, dan terbuka. Sebagai proses perubahan emansipatif, modernisasi berusaha untuk membebaskan batiniah manusia dari unsur-unsur ekterior dan berusaha untuk membebaskan manusia dari segala situasi primer yang determinatif, patisipatif, dan tertutup.&lt;br /&gt;Namun, dalam perealisasian historisnya, modernisasi cenderung pada emansipasi eksterior. Pembebasan eksterior manusia dari situasi primernya melahirkan relasi baru, yaitu relasi dengan dunia empiris material. Dalam dunia empiris, manusia terarah pada objek-objek di luar dirinya. Keterarahan pada dimensi eksterior inilah yang kemudian menghasilkan kemajuan di bidang ilmu, teknologi, ekonomi, sosial, politik dan kebudayaan. Pranata dan wacana diskursif modern membebaskan manusia dari intervensi tatanan supra empiris atau simbol-simbol metafisis dan mencemplungkan manusia pada nilai fungsional empiris. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/856592841697079183-7119114070790425321?l=syahrudiforum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syahrudiforum.blogspot.com/feeds/7119114070790425321/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://syahrudiforum.blogspot.com/2009/01/resume-filsafat-ilmu.html#comment-form' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/856592841697079183/posts/default/7119114070790425321'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/856592841697079183/posts/default/7119114070790425321'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syahrudiforum.blogspot.com/2009/01/resume-filsafat-ilmu.html' title='Resume Filsafat Ilmu'/><author><name>Syahrudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11207986203888880827</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5rWovritelQ/TDCakmXgfAI/AAAAAAAAACo/z3-YOHt16sA/S220/gw.bmp'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-856592841697079183.post-8900112464003252320</id><published>2009-01-22T05:36:00.000+07:00</published><updated>2009-01-22T05:40:20.563+07:00</updated><title type='text'>Proses Pengajaran Yang Efektif</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Artikel ini merupakan suatu gagasan tentang pola pengajaran, proses belajar-mengajar yang semestinya dilaksanakan oleh para penyelenggara pendidikan, dosen dan terutama mahasiswa dalam perilaku belajarnya. Sehingga diharapkan dapat mengurangi terjadinya kesenjangan persepsi dan pemahaman diantara penyelenggara pendidikan, dosen dan mahasiswa tersebut mengenai makna belajar di perguruan tinggi yang sering kali menyebabkan terjadinya disfungsional dalam proses belajar mengajar.&lt;br /&gt;Kegiatan belajar di perguruan tinggi merupakan suatu privilege karena hanya orang yang memenuhi persyaratan tertentu saja yang berhak belajar di lembaga pendidikan tersebut. Dengan pengakuan tersebut diharapkan seseorang yang telah mengalami proses belajar secara formal akan mempunyai wawasan, pengetahuan, keterampilan, kepribadian dan perilaku tertentu sesuai yang ingin dituju oleh lembaga pendidikan. Belajar di perguruan tinggi merupakan suatu pilihan diantara berbagai alternatif strategik untuk mencapai tujuan individual. Kesadaran mengenai hal ini akan sangat menentukan sikap dan pandangan seseorang mengenai bagaimana seharusnya mereka belajar di perguruan tinggi. Seseorang yang mendapat privilege belajar di perguruan tinggi dituntut tidak hanya mempunyai ketrampilan teknis belaka, tetapi juga diharapkan mempunyai daya dan kerangka pikir konseptual serta sikap mental dan kepribadian tertentu sehingga mereka memiliki wawasan yang luas dalam menghadapi permasalahan yang timbul dalam masyarakat.&lt;br /&gt;Ada dua tujuan yang terlibat dan saling menunjang dalam proses belajar mengajar di perguruan tinggi. Tujuan pertama adalah tujuan lembaga pendidikan dalam menyediakan sumber pengetahuan dan pengalaman belajar (knowledge and learning experiences) yang biasanya juga berkaitan dengan misi pendidikan nasional. Sedangkan tujuan yang kedua adalah tujuan individual dari mahasiswa yang belajar dan menempuh pendidikan di perguruan tinggi tersebut. Idealnya seorang mahasiswa harus mempunyai tujuan individual yang jelas dan konkret. Tujuan ini dapat dituangkan dalam bentuk careeer plan yang jelas horison waktunya. Career plan tersebut merupakan impian dan bayang-bayang tentang konsepsi diri yang diletakkan dalam suatu dimensi waktu yang jelas dan realistik. Untuk dapat mencapai tujuan tersebut harus dilaksanakan melalui bentuk unit kegiatan belajar-mengajar yang disebut kuliah. Kuliah merupakan bentuk interaksi antara dosen, mahasiswa dan pengetahuan/ketrampilan. Pemahaman dan persepsi mengenai hubungan ketiga faktor tersebut sangat menentukan keberhasilan proses belajar di perguruan tinggi.&lt;br /&gt;Dosen dan kuliah bukan merupakan sumber pengetahuan utama dan oleh karena itu perlu dilakukan redefinisi pengertian dari kuliah itu sendiri. Kuliah merupakan ajang untuk mengkonfirmasi pemahaman mahasiswa dalam suatu proses belajar mandiri. Untuk mendukung proses belajar-mengajar yang efektif tersebut, dosen dan mahasiswa harus mengacu dan berpegang pada buku yang sama. Dalam proses belajar mengajar yang efektif, dosen semestinya harus dipandang sebagai seorang manajer kelas.&lt;br /&gt;Sumber pengetahuan utama bagi para mahasiswa adalah buku, perpustakaan, artikel-artikel, hasil penelitian dan media cetak maupun audiovisual lainnya yang saat ini dengan sangat mudah dapat didownload melalui internet. Dosen sebagai manajer kelas mendapat tugas untuk memegang dan mengendalikan suatu kelas karena yang bersangkutan telah mengalami proses belajar tertentu dan telah memperoleh pengalaman-pengalaman yang berharga, termasuk pengalaman sebagai praktisi dan peneliti yang mungkin perlu disampaikan kepada para mahasiswanya.&lt;br /&gt;Pengendalian proses belajar lebih penting daripada hasil akhir atau nilai ujian. Apabila proses belajar tersebut dapat berjalan dengan baik dan lancar, maka nilai pada dasarnya merupakan konsekuensi logis dari proses tersebut. Sebaliknya kalau proses belajar tidak dikendalikan dengan baik, maka nilai yang diperoleh tidak mencerminkan adanya perubahan perilaku dari mahasiswa.&lt;br /&gt;Dalam menempuh pendidikan di perguruan tinggi mahasiswa dituntut mampu bersikap mandiri dalam belajar. Dimata mahasiswa proses belajar dan mengajar yang sekarang berjalan pada umumnya belum dipandang sebagai proses belajar yang mandiri. Hal ini ditunjukkan dengan adanya ketidakmampuan mahasiswa dalam mengungkapkan suatu gagasan dan menemukan suatu gagasan baru sebagai bahan kajian dalam penulisan skripsi maupun karya tulis lainnya.&lt;br /&gt;Hal tersebut mungkin disebabkan proses belajar yang dilaksanakan di kelas selama ini terlalu banyak menekankan aspek doing tetapi sangat kurang penekanan pada aspek thinking. Apa yang diajarkan dikelas lebih banyak berkaitan dengan bagaimana mahasiswa dapat mengerjakan sesuatu hal, tetapi sangat kurang dalam memberikan kesempatan bagi para mahasiswa untuk menganalisis mengapa suatu permasalahan menjadi demikian adanya dan apa implikasinya. Proses belajar semacam ini sebenarnya merupakan proses pembebalan dan bukan proses menuju kearah penajaman pikiran agar mahasiswa dapat berpikir secara kritis, kreatif dan inovatif.&lt;br /&gt;Dalam proses belajar mengajar sebaiknya dosen dan mahasiswa mengacu dan berpedoman pada satu buku pegangan yang sama. Buku, artikel dan juga hasil penelitian merupakan sumber pengetahuan utama dan mahasiswa hendaknya membiasakan diri dengan budaya cinta dan gemar membaca untuk memperoleh pemahaman dan pengetahuan dari buku-buku yang dibacanya. Sedangkan dalam memahami isi dan kandungan dari suatu buku, telebih untuk buku teks berbahasa Inggris, diperlukan dasar-dasar kemampuan berbahasa yang cukup memadai baik dari unsur struktur maupun kosa katanya, karena kemampuan berbahasa merupakan dasar yang sangat penting untuk dapat memahami pengetahuan yang sangat kompleks dan konseptual.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/856592841697079183-8900112464003252320?l=syahrudiforum.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syahrudiforum.blogspot.com/feeds/8900112464003252320/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://syahrudiforum.blogspot.com/2009/01/proses-pengajaran-yang-efektif.html#comment-form' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/856592841697079183/posts/default/8900112464003252320'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/856592841697079183/posts/default/8900112464003252320'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syahrudiforum.blogspot.com/2009/01/proses-pengajaran-yang-efektif.html' title='Proses Pengajaran Yang Efektif'/><author><name>Syahrudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11207986203888880827</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_5rWovritelQ/TDCakmXgfAI/AAAAAAAAACo/z3-YOHt16sA/S220/gw.bmp'/></author><thr:total>4</thr:total></entry></feed>
